Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Desember, 2007

Rekan-Rekan yth.,

Berikut opini saya yang diambil dari sebuah milis:

——————————–

….

http://www.eramuslim.com/berita/tha/7c28201142-benazir-bhutto-tewasnya-sang-ratu\
-dugem.htm

Dari situ setidaknya ada tiga poin penting:

1. Bhutto Ratu Dugem?

Anda ingin membenturkan saya toh dengan kenyataan masa lalu Bhutto?

Bagi saya itu tak terlalu bermasalah; kalo kita mau main
militan-militan-an, dulu ada orang namanya Sayyid Quthb, yang agak
mirip dengan kisahnya Bhutto. Masa mudanya “dugem”, tapi kemudian masa
tuanya diisi dengan perjuangan dalam bidang politik membela bangsanya.

Jadi tak masalah masa lalunya Dugem atau tak Dugem; seperti sabda
Rasulullah SAW, betapa banyak manusia sepanjang umurnya diisi dengan
amalan surga, namun di akhir hayatnya justru ia melakukan amalan
neraka dan masuk neraka. Begitu juga sebaliknya …

Bisa jadi akhir hidup Bhutto itu pembayar atas kekhilafan semasa
mudanya … who knows?

2. Bhutto vs. Islam Fundamentalis

Kemudian dikatakan bahwa Bhutto ingin memberangus kekuatan “Islam
Fundamentalis” di negerinya sendiri.

Lho, saya kalo jadi pemimpin di Indonesia juga saya berangus kok
“Islam Fundamentalis”; tapi gak perlu bantuan Amerika dengan
menjatuhkan berton-ton bom. Saya berangus dengan pendidikan, supaya
jadi teroris yang lebih cerdas. Misalnya, berjuang lewat parlemen;
jadi tidak dengan lewat bom bunuh diri jika tak setuju dengan lawan
politiknya …

Saya yakin 100 %, Bhutto itu dicintai rakyat Pakistan, karena beliau
sangat cinta rakyat Pakistan … maka dari itu tangisan jutaan rakyat
Pakistan menyertai kepergiannya …

Maka dari itu saya juga yakin 100 %, Bhutto sangat cinta kepada warga
Pakistan yang dicap “militan”; saya yakin Bhutto tidak benci kepada
orangnya, melainkan kepada pandangan hidup militan tersebut. Sehingga
yang dibunuh bukanlah orangnya, melainkan pandangan hidup militan yang
tidak islami itu …

Inilah maksud almarhumah Bhutto …

3. Keterlibatan CIA

Sebagaimana tercantum di artikel itu, saya juga sepakat CIA terlibat,
sebagaimana pembunuhan Ayahnya … jadi dimana letak pertentangannya?

———————

Read Full Post »

Melawan Cohen

Mari kita buktikan bahwa pendapat William Cohen berikut tidak benar !!

http://www.hartford-hwp.com/archives/27c/516.html 

Grave threats loom over Asia in 2025

By James East, The Straits Times, 24 September 2000

BANGKOK—Nuclear war, mass migrations out of Indonesia into Singapore and a maritime blockade of Taiwan by China.

These scenarios envisioned in Asia 2025, a Pentagon study of the Asia-Pacific region, also cast China as an empire with expansionist intentions and sees India emerging as its main rival.

Commissioned last year, the study reads like a blockbuster thriller and is now circulating in the region.

It shows that US defence chiefs are refocusing their military and security strategic thinking towards Asia and away from Europe, following the end of the Cold War.

It also reveals just how wary US defence planners are about China.

US Defence Secretary William Cohen’s whistle-stop tour this month of Asia, including Singapore, proves the point.

This is roughly my tenth visit to Asian countries in the past 3-1/2 years, and when I first took office I made it clear that I was going to work hard to solidify the relationships that we have throughout the Pacific region, he said in Jakarta.

In Bangkok, he went further, telling The Straits Times: We intend to maintain a presence in the Asia-Pacific region…indispensable for the continued prosperity of the entire region.

If the US were not present that would create a vacuum which would be filled by a number of competing and contending interests…that would be adverse to China’s interests and the interests of all in the region.

American military strategists are clearly worried at the potential for trouble in the Asia-Pacific.

Asia 2025 warns that we are likely to be surprised by the ‘non-linear’ nature of the events and forces that shape Asia’s new strategic environment.

This reflects a mood echoed by US President Bill Clinton who earlier this year described Asia as perhaps the most dangerous place in the world today.

His defence strategists see a series of potential dangers on the horizon, dangers that could eventually drive the US out of the region.

Almost daily, new challenges and potential threats to the world order surface in the region, threats that, according to the team that met last year at the Naval War College, Newport, Rhode Island, could engulf countries in nuclear war and lead to the collapse of nations.

In East Asia, South Korea and North Korea are working towards unification; in Japan there is rising resentment at the presence of US forces; in China, leaders express distaste for Taiwan’s dangerous drift towards separatism.

Meanwhile, on Singapore’s doorstep, the Indonesian archipelago risks implosion under the weight of separatist and religious violence.

There are looming energy crises and potential threats to shipping lanes.

New weapons of mass destruction also threaten the peace as new nuclear powers India and Pakistan develop their arsenals. But according to the report—formally titled the Under Secretary of Defence (Policy) 1999 Summer Study Final Report Asia 2025—the risks further north are, if anything, worse.

This was a reference to China. US military strategists believe its growth as an economic and military superpower will lead to China dominating the region.

In Asia 2025, five futurescapes have been imagined by the team of working and retired defence officers and academics assembled by the legendary Pentagon official Andrew Marshall.

It suggests that with traditional alliances breaking down, the US will, in future, be pressured to share nuclear arms with former formal allies.

The spread of sophisticated weaponry and satellite-based guidance systems, some to extremist groups, and the lack of US operating bases in expected flashpoint areas will also present the US with some stark choices.

Globalisation, rather than being the harbinger of peace, accelerates the spread of weapons of awesome power, the report suggests.

FUTURESCAPES

  • WITH Asia becoming the main consumer of energy, the growing number of oil and liquefied gas tankers from the Middle East will increase pressure on the South China Sea and the Straits of Malacca, and are likely to lead to a build-up of naval power among Asian states. By 2020, Asia’s energy demand will be three times that of Europe.
  • The increasing use of natural gas will reinforce the importance of suppliers in the Middle East and Indonesia, and focus attention on Iran, Central Asia, Bangladesh and Myanmar.
  • Weapons of mass destruction will be more widespread; ethnic groups, criminal syndicates and non-state players will have greater access to sophisticated arms.

Read Full Post »

Para TKI adalah pahlawan bangsa ini …

Bekerja keras, penuh kreatifitas, untuk survive …

Untuk itu harus selalu membersihkan hati …

agar selalu dapat berprestasi …

Demi keharuman nama bangsa, agama dan keluarga …

Jagalah Hati
Album : Denting Hati
Munsyid : Denting Hati

http://liriknasyid.com

Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya IllahiBila hati kian bersih, pikiran pun kian jernih
Semangat hidup kan gigih, prestasi mudah diraih
Namun bila hati busuk, pikiran jahat merasuk
Ahlak kian terpuruk, jadi mahluk terkutukBila hati kian suci, tak ada yang tersakiti
Pribadi menawan hati, ciri mukmin sejati
Namun bila hati keruh, batin selalu gemuruh
Seakan dikejar musuh, dengan Allah kian jauhBila hati kian lapang, hidup sempit tetap senang
Walau kesulitan datang, dihadapi dengan tenang
Tapi bila hati sempit, segalanya makin rumit
Seakan hidup terhimpit, lahir batin terasa sakitBila hati kian bening, ingat Allah amat sering
Airmata tak pernah kering, munajat dikala hening
Tapi bila hati nista, berkatapun penuh dusta
Hina diperbudak harta, jadi malapetakaBila hati bertawadhu, hidup indah semanis madu
Ahlak menawan qolbu, berpisahpun selalu dirindu
Namun bila hati takabur, dadanya berdebur debur
Seakan sehebat guntur, akhirnya masuk kuburHati-hati dengan hati
Hati-jangan kau nodai
Hati-hati dengan hati
Hati-jangan kau kotori
Mars Slankers (chord) Lyrics

G
(*) Di sini tempat cari senang

D
Salah tempat kalau kau cari uang

C G
Di sini orang-orang penuh kreatifitas

D G G7
Tempat orang-orang survive

C G
(**) Di sini bukan anak-anak malas

D G G7
Tempatnya para pekerja keras

C G
Di sini bukan anak-anak manja

D G
Sedikit kerja… banyak mintanya

Kembali ke: (*), (**)

G
Kerja… kerja… yo kita kerja, let’s go

G
Kerja… kerja… ayo kita kerja, let’s auw…

Intro : G C G D C G D G G# G

Kembali ke: (**)

Read Full Post »

Kembali ke Laptop

Beginilah keseharianku …

Read Full Post »

Rekan-Rekan yth.,

Berikut solusi saya dari masalah di link berikut:

(terimakasih kepada rekan-rekan PPIJ (Persatuan Pelajar Indonesia Jepang)

——————————————————————————

http://science-community.sciam.com/thread.jspa?threadID=300001077

Setelah utak-atik,

Ogud punya dikit saran:

Kalo kita perhatikan bayangan yang dibentuk oleh perempuan tersebut,
dapat dibagi jadi dua:

1. Kaki yang jadi Poros

2. Kaki yang yang berputar

Bayangan kaki yang berputar inilah yang akan menentukan bgmana kita
melihat arah perputaran wanita tersebut; apakah sesuai arah jarum jam
atau berlawanan.

Jadi yang dilihat *bayangannya dulu* baru kemudian naik ke atas;
jangan lihat wanitanya dulu!

Mungkin ini strategi si pembuat cerita; agar seluruh umat manusia
tertipu dengan ke-bahenol-an tubuh wanita itu.

Okeh; kembali ke masalah.

Kalo mau lihat counter clockwise: bayangan kaki (bagian dua, yang
berputar) wanita tersebut membentuk orbit lintasan di dalam gambar;
perhatikan dengan baik. Itu sebabnya bagi yang menganut pandangan ini
dikatakan bersifat logis dsb, karena kesimpulannya benar-benar apa
yang terlihat dengan nyata.

Counter clockwise: yang diangkat kaki kiri, bayangan terbentuk di dalam gambar. Lampu menyorot ke arah dalam. Kalo representasi vektor dengan silang.

Kalo mau lihat clockwise: bayangan kaki wanita tersebut membentuk
orbit diluar gambar yang ada; itu sebabnya mereka yang menganut paham
ini dikatakan bersifat imajinatif karena menyimpulkan sesuatu dari
sesuatu yang tak terlihat.

Clockwise: yang diangkat adalah kaki kanan, bayangan terbentuk di luar gambar. Berarti lampu menyorot ke arah kita. Kalo vektor biasanya direpresentasikan dengan titik (dot).

Nah, kalo ditanya, ogud melihat yang manah?

Terserah pesenan … mau yang clockwise boleh, mau yang counter
clockwise boleh …

Tapi yang jelas, yang ngebuat masalah ini emang pinter banged.

Salim,

Agung

Read Full Post »

Rekan-Rekan yth.,

Agak sedikit beda dengan yang lain, saya justru agak ragu bahwa pembunuhan Benazir Bhutto dilakukan oleh pihak kaum muslimin.

Kenapa?

1. Setahu saya, ayahnya Benazir, yaitu Ali Bhutto, adalah pelopor nuklir di Pakistan. Jelas saja, Amerika ketar-ketir jika proyek Ayahnya ini diteruskan …

(Silakan lihat di : http://en.wikipedia.org/wiki/Zulfiqar_Ali_Bhutto)

2. Amerika merasa diuntungkan sekali oleh kekuatan Musharraf; melalui Musharraf, Amerika dapat menggempur kaum muslimin dimanapun di daerah Pakistan dan sekitarnya … . Dapatkah Amerika bertindak sedemikian rupa dibawah kekuasaan Benazir Bhutto?

Saya ragu, karena Benazir akan membawa Pakistan menuju negara yang lebih cerdas dan merdeka; tidak seperti sekarang yang cuman jadi bonekanya Amerika saja.

3. Kalau saya adalah seorang militan muslim, dan ingin melakukan bom bunuh diri, maka selayaknya saya harus membunuh musharraf saja, ketimbang Bhutto; karena Musharraf sudah membantai kaum muslimin.

Jadi, layakkah kita percaya bahwa tidak ada rekayasa Amerika disini?

Saya ragu …

Read Full Post »

Beginilah keseharian ITB.

Dalam kesehariannya, para petinggi ITB memimpin lembaga ini tanpa mengenakan baju …

(Terimakasih untuk milis baitnet yang telah membongkar hal ini …)

http://picasaweb.google.co.jp/trisetyarso/CP_3/photo#5148642188578223010

Read Full Post »

Older Posts »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.238 pengikut lainnya.