Feeds:
Pos
Komentar

Tanggapan analisa NIST

http://wtc.nist.gov/pubs/factsheets/faqs_8_2006.htm

1. If the World Trade Center (WTC) towers were designed to withstand multiple impacts by Boeing 707 aircraft, why did the impact of individual 767s cause so much damage?

Tanggapan:

Ini berbasis ke ucapannya Frank De Martini

{Beliau tewas dalam insiden 9/11}

Menurut gw, memang tidak ada kerusakan yang berarti, mengingat sesaat setelah kedua pesawat menubruk WTC 1 dan WTC 2, kedua gedung tersebut tidak runtuh.

{Ingat, WTC 1 runtuh 102 menit setelah tumbukan, sedangkan WTC 2 runtuh 56 menit setelah tumbukan}

WTC 1 ditubruk pesawat pada lantai 98; artinya masih ada 90 lantai lebih yang mampu menahan berat 20 lantai dan bangkai pesawat.

Gedung WTC 2 runtuh 2 detik lebih dari free-fall.

WTC 2 ditubruk pada lantai 82; artinya masih ada 80 lantai yang mampu menahan bangkai pesawat dan 30 lantai.

Momentum pesawat terjadi pada sumbu horizontal; dan lewat chatting kita sudah sepakat bahwa tidak akan menimbulkan masalah pada sumbu vertikal, yaitu tidak akan berdampak banyak dalam keruntuhan.

Sehingga, pernyataan NIST berikut:

“The damage from the impact of a Boeing 767 aircraft (which is about 20 percent bigger than a Boeing 707) into each tower is well documented in NCSTAR 1-2. The massive damage was caused by the large mass of the aircraft, their high speed and momentum, which severed the relatively light steel of the exterior columns on the impact floors. The results of the NIST impact analyses matched well with observations (from photos and videos and analysis of recovered WTC steel) of exterior damage and of the amount and location of debris exiting from the buildings. This agreement supports the premise that the structural damage to the towers was due to the aircraft impact and not to any alternative forces.”

Perlu dipertanyakan, karena arah pesawat adalah pada sumbu horizontal; idealnya, tidak akan ada gaya pada sumbu vertikal. Tapi anggap, ada dampak pada sumbu vertikal; apakah dapat meruntuhkan 90 lantai baja dibawahnya (untuk WTC 1) dan 82 lantai untuk WTC 2)?

Kesimpulannya, ucapan Frank De Martini itu cenderung memiliki akurasi kebenaran yang tinggi, yaitu pesawat yang menumbuk pada arah horizontal, tidak akan berarti banyak pada kerusakan WTC.

2. Why did NIST not consider a “controlled demolition” hypothesis with matching computer modeling and explanation as it did for the “pancake theory” hypothesis? A key critique of NIST’s work lies in the complete lack of analysis supporting a “progressive collapse” after the point of collapse initiation and the lack of consideration given to a controlled demolition hypothesis.

Tanggapan:

NIST telah lebih baik dari FEMA, karena NIST menolak “Pancake Theory”. “Pancake Theory” tidak bisa menjelaskan waktu keruntuhan untuk WTC 1,2 dan 7.

Oleh karena itu NIST menggagas dua argumen berikut:

“Based on this comprehensive investigation, NIST concluded that the WTC towers collapsed because: (1) the impact of the planes severed and damaged support columns, dislodged fireproofing insulation coating the steel floor trusses and steel columns, and widely dispersed jet fuel over multiple floors; and (2) the subsequent unusually large jet-fuel ignited multi-floor fires (which reached temperatures as high as 1,000 degrees Celsius) significantly weakened the floors and columns with dislodged fireproofing to the point where floors sagged and pulled inward on the perimeter columns. This led to the inward bowing of the perimeter columns and failure of the south face of WTC 1 and the east face of WTC 2, initiating the collapse of each of the towers. Both photographic and video evidence—as well as accounts from the New York Police Department aviation unit during a half-hour period prior to collapse—support this sequence for each tower.”

Argumen ini juga lemah; berikut kelemahannya:

(1) Seperti dijelaskan di atas, pesawat jet memiliki momentum pada arah horizontal, bukan vertikal, sehingga impact dalam arah vertikal yang menyebabkan keruntuhan dua gedung WTC minim sekali. Kemudian sebutlah jet ini memiliki bahan bakar yang tumpah, tapi mari kita gunakan akal waras, seluas apakah tumpahan bahan bakar ini dapat melumuri bangunan WTC 1 dan 2 ? Apakah 100 persen bangunan dilumuri? Apakah 50 persen? Apakah 30 persen? Atau mungkin <<< 10 persen, sehingga dapat membakar gedung WTC?

{Silahkan googling video, untuk melihat dampak kebakaran WTC 1 dan WTC 2.}

(2) Dengan asumsi bahan bakar jet tumpah, NIST mengatakan bahwa bahan bakar tersebut melelehkan bangunan WTC 1 dan 2 sehingga runtuh, karena temperatur mencapai 1000 derajat Celcius. Pertanyaannya, benarkah bahan bakar pesawat dapat melelehkan fondasi-fondasi dan bahan gedung WTC 1 dan 2? Apakah ada bukti-bukti ilmiah kondisi ini terjadi?

Justru bukti yang lebih kuat adalah yang mampu meruntuhkan gedung sekelas WTC 1, 2 dan 7 adalah bahan-bahan yang biasa digunakan untuk menghancurkan suatu gedung (baca: controlled demolition) seperti thermite yang diracik dengan phosphorous yang terlacak dan di publish disini:

http://www.springerlink.com/content/f67q6272583h86n4/

Iklan yang bagus

Berilmu tapi tidak Berilmu

Tadinya saya ingin menulis hal ini beberapa bulan ke depan, tapi agaknya sudah ndak tahan jika ikutan melihat keadaan politik internasional bla2x akhir2x ini. Terutama tentu yang saya maksud tidak lain dan tidak bukan adalah sepak terjang Obama.

Agaknya, kita harus siap-siap menerima kenyataan yang dikhawatirkan bersama-sama: Obama akan kembali menjadi boneka sebagaimana Bush.

Lagi-lagi Obama menggunakan asumsi yang salah: 9/11 dikerjakan oleh Osama bin Laden dkk; padahal bukti ilmiah menunjukkan bahwa 9/11 adalah inside jobs.

Seharusnya Obama, yang lulusan Universitas Columbia dan Harvard itu, dapat memahami hal2x dasar dalam fisika, yaitu ketiga gedung WTC di 9/11 tidak runtuh disebabkan gaya gravitasi semata-mata, melainkan ada gaya2x lain yang menyebabkan ketiganya runtuh. Ketiganya runtuh disebabkan controlled demolition; dan seharusnya anak SMA dapat mengetahui itu.

Inilah mengapa saya sebut orang seperti Obama, GW Bush, Hillary dsb sebagai orang “Berilmu tapi tidak Berilmu”: mereka berpendidikan sangat tinggi, bahkan sangat ekstrim tinggi sekali, tapi tidak mampu memahami hal2x yang sederhana seperti Hukum Newton.

Dampak dari kebodohan mereka itu, yang rugi bukan cuma rakyat Amerika saja, tapi orang2x Irak, Afghanistan, Palestina dsb yang tidak ada urusannya dengan 9/11 harus pula menanggung kebodohan tersebut.

Kristalisasi Kringad

shortintroduction

Assalamu`alaykum ww

Silakan disimak dari 1-9

Ini yang pertama:

http://www.youtube.com/watch?v=CjGCcUT3-OY

Silakan dilanjutkan sendiri 2-9 nya.

Beberapa kesimpulan, menurut beliau:

1. Pulau tempat Dajjal adalah Inggris
2. Era Dajjal berkuasa di muka bumi, sebagaimana hadist Rasulullah SAW, adalah selama 40 “hari” dan tiga fasa, yaitu sepuluh hari “yang satu harinya seperti setahun”, 10 hari “yang satu harinya seperti sebulan”, dan 10 hari “yang sepuluh harinya seperti “seminggu”;
menurut beliau, era pertama adalah era kekuasaan Inggris, yang membuka Palestina bagi kaum Yahudi secara besar-besaran dan awalbagi Zionis Israel. Era kedua adalah era kekuasaan Amerika Serikat yang mendukung Israel. Era ketiga kelak adalah era
kekuasaan Israel, dimana kelak Dajjal akan berkuasa di Jerussalem.
3. Dan seperti diketahui, kelak Dajjal akan dibunuh oleh Nabi Isa dan Imam Mahdi, dan meneruskan kekuasaan dari Jerussalem.
4. Dsb …

Pola Pikir “Raksasa”

Newton pernah mengatakan ini:

“Standing on the shoulders of giants”

Gunanya adalah agar kita dapat melihat segala sesuatu dengan cakrawala yang lebih luas. 

Ada istilah lain “Think Globally, Act Locally”

“Think Globally” sangat penting, karena menjadi penuntun bagi “Act Locally”. Dengan memahami permasalahan raksasa yang menghadapi kita, maka kita termotivasi untuk bergerak dalam skala lokal.

“Think Globally” dapat diperoleh dengan berdiri di atas “raksasa”; “raksasa” tersebut dapat berupa raksasa ide.

Setiap raksasa ide memiliki tokohnya. Maka dari itu, cara paling gampang untuk pemula seperti kita adalah dengan mengikuti pendapat seorang tokoh dari sebuah raksasa ide. Semisal si tokoh ini punya pendapat A1, sebutlah 1 menandakan penafsiran, dari sebuah masalah A. Maka, dalam kasus ini, kita tengah naik dipundak sang tokoh untuk dapat melihat masalah A.

Alangkah bagus lagi, jika kita tidak hanya taklid terhadap seorang tokoh, sehingga kita dapat melihat sebuah masalah dengan penafsiran yang lain. Sebutlah kita naik ke pundak tokoh lain, yang memberikan penafsiran A2. Dan seterusnya … maka, secara natural kelak kita akan dapat membuat sintesa dari permasalahan A, sebutlah kita memiliki opini A{1,2} yang merupakan sintesa A1 dan A2.

Maka dari itu, berdiri di dua pundak raksasa dapat juga membuat kita berkontribusi terhadap sebuah masalah, selain kita dapat melihat sebuah masalah dengan lebih luas, atau ber-“Think Globally”

70000

Assalamualaykum ww

Perkembangan yang perlu kita cermati bersama:

http://eramuslim.com/konsultasi/konspirasi/misteri-jumlah-pasukan-nato-di-afganistan-berjumlah-70-ribu.htm

Beritanya:

http://news.yahoo.com/s/ap/20090202/ap_on_re_as/as_afghan_nato

http://www.foxnews.com/story/0,2933,487445,00.html

Wassalamu`alaykum ww

Agung

Main2x dengan LaTeX

Ini cuma bercanda ya …latihan_gambar_qc

Mac bisa bicara

Tadi anak saya punya mainan baru: menyuruh mac bicara.

http://www.mactricksandtips.com/2008/02/top-50-terminal-commands.html

Tinggal perintahkan “say” di terminal maka dia akan bicara, sebagaimana Hawking yang menggunakan komputer untuk bicara.

Emang ruar biasah!!

Pakai gnuplot

rescomparison

versus pakai mathematica

circuitresources1