Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Maret, 2008

Berbeda dengan daerah lainnya, peradaban di Eropa ternyata
berasal dari peradaban Islam yang berkembang pesat di Spanyol.
Jadi, Al-Quran yang diserang oleh Wilders itu tak benar mengajarkan
terorisme; adapun ayat-ayat perang itu hanya sebagian kecil sekali
dari keseluruhan ajaran Al-Quran, dan sama sekali tak mengajarkan
terorisme.

(Al-Quran berisi ratusan ayat mengenai ilmu, namun hanya beberapa ayat
mengenai poligami dan perang … namun sayangnya beberapa ayat
mengenai poligami dan perang ini yang lebih senang dibicarakan orang
… segelintir ayat perang dan juga poligami itu merupakan adab
jikalau perang dan poligami itu harus terjadi)

Jadi, seorang Wilders cukup memalukan sekali memiliki pemahaman yang
begitu miskin mengenai Al-Quran.

Ada baiknya dia belajar dulu ke Bettany Hughes untuk memahami jejak
ajaran Al-Quran di Eropa.

Satu lagi yang merupakan kesalahan fatal dari Wilders; seperti yang
sering saya suarakan sebelum-sebelumnya, kini berkembang opini yang
cukup kuat, bahwa kasus 9/11 adalah bukan dikerjakan oleh sebagian
kalangan dari umat Islam, melainkan adalah insider jobs alias politik
false flag.

(Sekali lagi, silakan pelajari dari koleksi di blog saya-> lihat dibawah)

Jadi, jika ternyata 9/11 (begitu juga bom London dsb) ini adalah
kerjaan Bush, seluruh prasangka Wilders jelas-jelas tak berdasar sama
sekali.

Semoga komentar saya tersebut bermanfaat.

Salam,

Agung

(Karena dipaksa, saya munculin deh ini pilm … males euy sebenarnya:)

Link terkait tulisan di atas:

https://trisetyarso.wordpress.com/2008/03/08/para-arsitek-dan-teknik-sipil-berbic\
ara-mengenai-911/

https://trisetyarso.wordpress.com/2007/12/26/video-video-mereka-yang-skeptis-terh\
adap-911-commission/

https://trisetyarso.wordpress.com/2007/12/07/misteri-penumpang-pesawat-911/
https://trisetyarso.wordpress.com/2007/09/20/dokumentasi-teori-konspirasi-911/
https://trisetyarso.wordpress.com/2007/11/29/bush-hitler/
https://trisetyarso.wordpress.com/2007/09/20/dokumentasi-teori-konspirasi-911/
https://trisetyarso.wordpress.com/2007/12/07/misteri-penumpang-pesawat-911/
https://trisetyarso.wordpress.com/2007/10/13/sejarah-islam-di-eropa/
http://video.google.com/videoplay?docid=-768956312207897325
http://youtube.com/user/NufffRespect

Iklan

Read Full Post »

Rekan-Rekan yth.,

Kalau berita dibawah ini benar, entah berapa pemimpin negara yang
digulingkan oleh pemerintah AS …

(Shah Iran, Saddam Hussein, Soekarno dan Soeharto)

http://www.antara.co.id/arc/2008/3/27/steve-hanke-mengenang-jatuhnya-rupiah-dan-\
\
soeharto/

Salam,

Agung
https://trisetyarso.wordpress.com/

Hanke Mengenang Jatuhnya Rupiah dan Soeharto

Oleh Akhmad Kusaeni

Jakarta (ANTARA News) – Prof Steve H Hanke, penasehat ekonomi Soeharto
pada masa-masa akhir pemerintahannya pada 1998, akhirnya bisa kembali
ke Indonesia, setelah 10 tahun meninggalkan Jakarta.

Kepada berbagai kalangan di Jakarta, Kamis, ahli ekonomi dari John
Hopkins University, Amerika Serikat, itu menjelaskan bagaimana rupiah
ambruk yang diakhiri dengan jatuhnya Soeharto.

“Sama yang dilakukan terhadap Shah Iran, Amerika Serikat telah
mengeliminasi Soeharto,” katanya seperti ia tulis dalam majalah Forbes
15 Januari 1998.

Steve Hanke datang ke Jakarta untuk bicara pada Globe Asia Exclusive
Insights yang dihadiri kalangan bisnis dan tokoh penting lainnya.

Penerbit Globe Asia Tanri Abeng memperkenalkan peneliti dari Cato
Institute itu sebagai penasehat ekonomi Soeharto pada masa krisis
ekonomi melanda Indonesia.

Tanri juga memperkenalkan panelis lain, seperti pengusaha Noke
Kiroyan, bankir Anton H Gunawan dan Peter Gontha. Nama terakhir adalah
yang disebut-sebut media kala itu sebagai orang yang mempertemukan
Hanke dengan Soeharto.

Pers waktu itu melaporkan bahwa Hanke sedang berada di Istambul ketika
ia menerima “telepon rahasia” dari Jakarta. Ekonom kondang itu diminta
segera terbang ke Jakarta untuk bertemu Presiden Soeharto.

Menumpang pesawat khusus, Hanke tiba di Jakarta dan segera mengadakan
pertemuan dengan Presiden Soeharto di Jalan Cendana Jakarta.

Pertemuan itu disebut-sebut diatur Siti Hardijanti Rukmana dan Peter
Gontha yang dikenal sebagai mitra bisnis Bambang Trihatmodjo, bos grup
Bimantara yang juga anak Soeharto.

Seminggu kemudian, masih menurut pemberitaan media waktu itu, saat
menerima 100 ulama di Bina Graha dalam acara Halal bi halal, Presiden
mengutarakan maksudnya untuk “mematok rupiah pada tingkat tertentu
dengan valuta asing”.

Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah telah menemukan cara untuk
“mematikan para spekulan”. Tampak jelas, Hanke dan konsep yang
kemudian dikenal dengan currency board system (CBS) mengilhami Kepala
Negara dalam usaha mematok kurs rupiah yang sudah jatuh sampai 75
persen sejak Juli 1997.

Tidak benar

Namun, Peter Gontha membantah telah menjadi pihak yang mengundang
Hanke ke Cendana.

“Saya baru pertama kali ketemu Prof. Hanke hari ini, di forum ini,”
kata Gontha yang duduk di sebelah Hanke.

Hanke telah membantah laporan harian Wall Street Journal edisi 10
Februari 2008 yang melaporkan bahwa Gontha memanggilnya ke Jakarta
untuk menyiapkan kertas kerja ke Soeharto yang merekomendasikan
pemerintah supaya nilai tukar rupiah dipatok pada 5.500 per dolar.

“Ini berita tidak benar. Saya tidak bertemu, atau kenal, dengan orang
yang namanya Peter Gontha,” katanya seperti juga yang ditulis dalam
kolomnya di Globe Asia edisi 27 Januari 2007.

Hanke membenarkan bahwa dirinya memang bertemu Soeharto di Cendana.

“Dengan wafatnya Soeharto, saya mengenang pertemuan rutin kami di
malam hari di kediamannya (jalan Cendana). Saya kagum dengan fakta
bahwa di tengah badai, Soeharto selalu tenang dan kalem. Itulah satu
sisi Soeharto yang saya tahu,” katanya.

Dalam analisisnya mengenai “kejatuhan rupiah dan Soeharto”, Hanke
menguraikan krisis ekonomi yang melanda Asia dimulai dengan goncangnya
mata uang Thailand.

Saat bath ambruk, rupiah terkena dampak gelombang tsunami ekonomi itu.
Bahkan kondisi berkembang lebih parah. Dalam waktu singkat rupiah
merosot dari 2.700 per dolar menjadi 16.000 rupiah per dolar pada 1998.

Akhir Januari 1998, Presiden Soeharto menyadari bahwa ramuan IMF untuk
memulihkan ekonomi nasional tidak mustajab. Soeharto lalu meminta
pendapat kedua (second opinion).

“Bulan Februari, saya diundang untuk menyampaikan `second opinion` itu
dan mulai menjadi penasehat ekonominya,” kata Hanke.

Setelah beberapa kali bertemu di kediaman Soeharto di Cendana, Hanke
mengusulkan sebuah kebijakan untuk mematok rupiah pada harga tertentu
terhadap dolar AS.

Pada saat berita pemerintah akan mematok harga nilai tukar rupiah
didengar publik, mata uang Indonesia itu menguat 28 persen terhadap
dolar AS.

“Perkembangan ini membuat marah pemerintah AS dan IMF,” kata Hanke.

Soeharto ditekan

Menurut Hanke, serangan keji terhadap gagasan Currency Board System
(CBS) dan dirinya sebagai penasehat ekonomi presiden dilancarkan.

Suharto ditekan oleh Presiden AS Bill Clinton dan Direktur Pelaksana
IMF Michel Camdessus supaya tidak melaksanakan CBS dengan ancaman
menunda bantuan 43 miliar dolar.

Seiring dengan berjalannya waktu, Hanke kemudian mendapat jawaban
mengapa idenya tentang CBS dibantai habis-habisan, padahal di negara
lain bisa jalan dengan baik.

Merton Miller, seorang penerima Hadiah Nobel untuk Ilmu Ekonomi,
mengatakan bahwa penolakan pemerintah Clinton terhadap CBS “bukan
karena itu tidak akan jalan tapi justeru kalau itu jalan maka Soeharto
akan terus berkuasa”.

Pendapat sama, lanjut Hanke, juga dikemukakan oleh mantan PM Australia
Paul Keating. Keating mengatakan “AS tampak dengan sengaja menggunakan
ambruknya ekonomi sebagai alat untuk menggusur Soeharto”.

Bahkan Michel Camdessus, seperti dikutip Hanke, tidak menolak pendapat
seperti itu.

Setelah pensiun dari IMF, Camdessus dengan bangga memproklamirkan
bahwa “Kami menciptakan kondisi bahwa Persiden Soeharto harus
meninggalkan jabatannya”.

Tidak heran jika Prof Hanke berkesimpulan bahwa “As it did with the
Shah of Iran, the U.S. has eliminated Soeharto” (sama yang dilakukan
terhadap Shah Iran, Amerika Serikat telah mengeliminasi Soeharto).(*)

COPYRIGHT © 2008

Read Full Post »

Wak Somad

He is my brother … 😀
Sesama marbod mesjid atau mushalla …
http://wadeleh.wordpress.com/tentang/

Wak Somad

Assalamualaikum wr wb…Halaman ini dibuat atas permintaan icon nya wordpress, sebagai konfirmasi, bahwa ini adalah sisi lain saya, wak Somad.Postingan santai, kelakar dalam keseharin saya, sebagai hamba ALLAH, yang bodoh, OOT dan ndak connect….Profil pelaku utama dalam blog ini sebetulnya lebih banyak mengambil suasana kehidupan sehari hari Almarhum kakek kami dimasa lampau yang nama aslinya Abdush Shomad. Dan sehari-hari beliau biasa dipanggil teman dan tetangga nya wakdul Somad.

Read Full Post »

Sekali lagi, saya cuma bisa jadi tukang marah-marah dan cuma bisa memberikan komen … tapi mungkin dengan menyebarkan informasi ini, bisa menjadi awal bagi kita semua untuk mencoba memperbaiki keadaan.
Sebagai seorang Ayah dari seorang putri, saya sangat khawatir dengan lingkungan yang kelak akan membesarkan putri saya itu …
Turut berduka cita atas matinya etika dalam berbisnis yang dilakukan para mobile operator …
1. Kasus Cinta Laura
Awalnya, dialek artis ABG Cinta Laura adalah ejekan di masyarakat.
Ketika awalnya tahu ada kasus seperti ini saya cukup kaget dan ketawa.
Tapi, ketika mengetahui ternyata ada provider yang malah membisniskan dialek artis tersebut, saya jadi mau nangis dan muntah.
Berikut beritanya:

http://uk.youtube.com/watch?v=hYkjQDk15RQ

2. Kasus JUDI SMS …
Saya dapat ini dari milis dewan pakar ICMI:
—-start here ——
Dari millis sebelah …
Inilah hasil industri televisi, mencetak artis instan dengan terbelit utang…
Rasanya sudah tidak memberi nilai tambah bagi masyarakat, yang jelas mobile operator paling diuntungkan selain para pemilik TV program tersebut.
Inilah produk hedonisme.
Dua Hari yang lalu gw ketemu dengan salah seorang AFI (Akademi Fantasi
Indosiar). Selain lepas kangen (he..he) gw juga dapat cerita seru dari
Kehidupan mereka.Di balik image mereka yang gemerlap saat manggung atau ketika nongol di
Teve, kehidupan artis AFI sangat memprihatinkan.
Banyak di antara mereka yang hidup terlilit utang ratusan juta rupiah.
Pasalnya, orang tua mereka ngutang ke sana-sini buat menggenjot sms putera-puteri mereka. Bisa dipastikan tidak Ada satu pun kemenangan AFI. Itu yang berasal dari pilihan publik. Kemenangan mereka ditentukan seberapa besar orang tua mereka sanggup menghabiskan uang untuk sms. Orang Tua Alfin Dan Bojes abis 1 M. Namun mereka orang kaya, biarin aja.
Yang kasian mah, yang kaga punya duit. Fibri (AFI 2005) yang tereliminasi di minggu-minggu awal kini punya utang 250 juta. Dia sekarang hidup di sebuah kos sederhana di depan Indosiar. Kosnya emang sedikit Mahal RP 500.000. Namun itu dipilih karena pertimbangan hemat ongkos transportasi.
Kos itu sederhana (masih bagusan kos gw gitu loh), bahkan kamar mandi pun di luar.
Makannya sekali sehari. Makan dua kali sehari sudah mewah buat Fibri. Kaga Ada dugem and kehidupan glamor, lha makan aja susah.Ada banyak yang seperti Fibri. Sebut saja intan, Nana, Yuke, Eki, DLL.Mereka teikat kontrak ekslusif dengan manajemen Indosiar. Jadi, kaga bisa cari job di luar Indosiar. Bayaran di Indonesiar sangat kecil. Lagian pembagian job manggung sangat tidak adil. Beberapa artis AFI seperti Jovita Dan Pasya kebanjiran job, sementara yang lain kaga dapat/jarang dapat job. Maklum artisnya sudah kebanyakan. Makanya buat makan aja mereka
Susah. Temen gw malah sering dijadiin tempat buat minjem duit. Minjemnya bahkan cuma Rp 100.000. Buat makan gitu loh. Mereka Ga berani minjem banyak karena takut Ga bisa bayar.
Ini benar-benar proyek yang tidak manusiawi. Para orang tua dan anak Indonesia dijanjikan ketenaran Dan kekayaan lewat sebuah ajang adu bakat di televisi. Mereka dikontrak ekslusif selama dua tahun oleh Indosiar.
Namun tidak Ada jaminan hidup sama sekali. Mereka hanya dibayar kalo ada manggung. Itu pun kecil sekali, Dan tidak menentu. Buruh pabrik yang gajinya Rp 900.000 jauh lebih sejahtera daripada mereka.
Nah acara ini Dan acara sejenis masih banyak, Pildacil juga begitu. Kasian orang tua Dan anak yang real antre berjam-jam untuk sebuah penipuan seperti ini. Seorang anak pernah menangis tersedu-sedu saat tidak lolos dalam audisi AFI. Padahal dia beruntung. Kalau dia sampai masuk, bisa dibayangkan betapa dia akan membuat orang tuanya punya utang yang melilit pinggang, yang tidak akan terbayar sampai kontraknya habis.Mungkin Ada yang tertarik buat ngangkat cerita itu ke media anda? Gw punya nomer kontak mereka. Gaya hidup mereka yang kontras dengan image publik kayanya menarik untuk diangkat. Ini juga penting agar anak-anak dan orang tua di Indonesia kaga tertipu lebih banyak lagi.JUDI SMS MENGGILAAAA ……Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan. Tengok saja misalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, Putri Cantrik, dsb. Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit penyanyi terbaik. Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS Premium.Bisnis ini sangat menggiurkan, lagi pula aman dari jeratan hukum —
Setidaknya sampai saat ini. Mari Kita hitung. Satu kali kirim SMS biayanya –anggaplah– Rp 2000. Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk penyelenggara SMS Center (Satelindo, Telkomsel, dsb). Sisanya yang 40% untuk “Bandar” (penyelenggara) SMS. Siapa saja bisa jadi Bandar, asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24 jam
per Hari Dan membuat program aplikasinya. Jika dari satu SMS ini “Bandar” mendapat 40% (artinya sekitar Rp 800), maka jika yang mengirimkan sebanyak 5% saja dari total penduduk Indonesia (Coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa yang punya handphone? Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini bisa meraup uang sebanyak Rp 80.000.000.000 (baca: delapan puluh milyar rupiah). Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah ? Rumah senilai 1 milyar, itu artinya Bandar hanya perlu menyisihkan 1,25% dari keuntungan yang diraupnya sebagai “biaya promosi”! Dan ingat, satu orang biasanya tidak mengirimkan SMS hanya sekali. Masyarakat diminta mengirimkan SMS sebanyak-banyaknya agar jagoannya tidak tersisih, dan
“siapa tahu” mendapat hadiah. Kata “siapa tahu” adalah untung-untungan, yang mempertaruhkan pulsa handphone. Pulsa ini dibeli pakai uang. Artinya: Kuis SMS adalah 100% judi.Begitu menggiurkannya bisnis ini, sampai-sampai Nutrisari membuat iklan yang saya pikir menyesatkan. Pemirsa televisi diminta menebak, “buka” atau “sahur”, lalu jawabannya dikirim via SMS. Ada embel-embel gratis. Ada kata, “dapatkan handphone… ” Saya bilang ini menyesatkan, karena pemirsa televisi bisa menyangka : “Dengan mengirimkan SMS ke nomor sekian yang
gratis (toll free), saya bisa mendapat handphone gratis”.Kondisi ini sudah sangat menyedihkan. Bahkan sangat gawat. Lebih parah daripada zaman Porkas atau SDSB. Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus mendatangi agen, jika dulu zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak panah, sekarang orang bisa berjudi, hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat handphone!Tolong bantu sebarkan kampanye anti judi SMS ini. Tanpa bantuan anda, kampanye ini akan meredup dan sia-sia belaka.
Regards..

Read Full Post »

Kereta dan Ide

Alhamduillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, yang Maha Mengetahui.

Detik ini, ketika kereta そてつ melewati ふたまたがわ 駅 (stasiun futamatagawa), saya diilhami lagi ilmu oleh Allah SWT, yaitu ilmunya Debbie W. Leung dan Nielsen. Kata ロード さん (Rod-san), nyaris mustahil memahami papernya Prof. Debbie W. Leung yang merupakan jebolan Stanford itu; tapi alhamdulillah detik ini saya mulai memahami (!)

Beberapa bulan lalu, saya juga memahami seutuhnya paper Robert Raussendorf juga ketika sedang di kereta.

Ada apa rahasia kereta di Jepang, terutama jalur Sotetsu Line?

Analisa saya begini:

1. Saya naik Sotetsu Line ketika dipenuhi anak-anak dan Ibu-Ibu, yaitu mereka yang mukanya jauh dari stress. Baru saja saya memperhatikan seorang anak dan ibunya bercanda-canda; nah, ketika itu pikiran saya jadi cair, sehingga, mungkin, otak saya dapat melihat segala sesuatu dari sisi yang berbeda.

2. Jalur Sotetsu Line melewati beberapa daerah yang indah; salah satunya statiun sebelum Shonnandai yaitu yumegaoka, dimana kita dapat melihat gunung Fuji dan beberapa bukit lainnya dengan jelas. Di saat itu-lah pikiran kita benar-benar jernih dan relaks, sehingga seluruh ide-ide kita dapat keluar dengan sendirinya.

Btw, tentu saya tak mengatakan kereta adalah segalanya; bagi saya ilham di kereta hanya ibarat “gong”-nya. Inti riset tetap dilakukan di meja kerja dan di lab.

Semoga kita semua selalu diturunkan ilham oleh Allah SWT.

Amiiin.

Wassalamu`alaykum,

Agung

Read Full Post »

(Surat wasiat ini dibaca anak-anakku 50-70 tahun kemudian … semoga tak terjadi … )

Anak-anakku yang tercinta …

Ketika engkau baca wasiat ini, mungkin kalian sudah menemui bangsa ini sudah hancur … mohon maaf sekali jika Ayahmu ini tak mampu berbuat apa-apa. Kata orang, Ayahmu ini cuma pandai bicara; betul sekali, karena Ayahmu ini tak pandai dalam berbohong dan mencuri. Sejak mengenyam pendidikan dasar, Ayahmu sudah mulai tersingkir dari pergaulan hanya disebabkan tidak mau mencontek. Dulu nenek kalian pernah dipanggil ke sekolah karena Ayahmu tak mau mencontek ketika masih di SMA. Ketika lulus dari kuliah, Ayahmu terbuang beberapa kali dari pergaulan hanya disebabkan tidak mau berbohong.

Anak-Anakku tercinta …

Mohon maaf sekali, jika kini kalian menemui negeri ini telah hancur. Dulu sekali, ketika negeri ini masih ada, para cendikiawan, ilmuwan dsb tidak bisa bekerja sama; mereka saling menghancurkan.

Mereka tidak senang berkarya, melainkan hanya senang menghancurkan sesama teman. Tidak lupa, mereka senang menjadi penjilat kepada kekuasaan, demi sesuap nasi dan harga diri. Para politisi serakah akan kekuasaan sehingga lupa fungsinya sebagai wakil rakyat. Orang-orang kaya senang menyombongkan dirinya, sehingga lupa berzakat. Pelaku media senang memutar balikkan fakta, menyebar fitnah kesana-sini (salah satunya, yang menyebabkan perceraian dimana-mana), menyajikan berita hanya dengan menimbang apakah berita itu laku di pasar atau tidak; persetan dengan berita itu benar atau hanya fitnah.

Rakyat negeri yang hancur ini adalah kumpulan masyarakat yang tak pernah kunjung belajar dari kesalahan masa lalu. GOLKAR dan Neo GOLKAR (PDIP dkk) selalu saja terpilih, padahal sudah puluhan tahun menipu mereka.

Kami selalu saja tak berani untuk merubah diri menjadi rakyat yang lebih baik; kami tak percaya diri jika kami mampu belajar sains, belajar teknologi untuk setara dengan bangsa-bangsa lain. Daripada kami belajar sains dan teknologi capek-capek, lebih baik menjadi calo dan makelar kompeni-kompeni luar negeri. Persetan pula apakah para kompeni luar negeri itu menipu atau tidak; yang penting kami dapet komisi dari jasa calo itu.

Kami, para Rakyat pendahulu kalian, tak percaya diri pula dengan penampilan sendiri; kalau perlu rambut kami dicat kuning, merah dsb agar kami terkesan bule. Kami menganggap orang bule lebih baik daripada orang pribumi; makanya kalo perlu, kami kawin dengan orang bule.

(Bersambung)

Read Full Post »

Berikut ciri-ciri ketika harta menjadi tujuan, bukan sebagai alat:

1. Nafsu untuk kepemilikan pribadi (-> konsep liberalis, kapitalis) -> yang berkuasa yang punya harta

2. Nafsu kepemilikan berlebihan, melebihi kadar kebutuhannya

3. Waktu habis untuk harta saja, handphone mikirin casing dsb

4. Lupa terhadap kewajiban yang penting

5. Lalai ibadah terhadap Allah

(Sebagaimana disampaikan Ust. Abdullah Muadz, kemarin malam)

Semoga kita semua terlindung dari itu semua … Amiiin

Read Full Post »

Older Posts »