Feeds:
Artikel
Komentar

Archive for Mei, 2010

Renaissance, yang dimulai di abad pada abad 14, seringkali ditandai sebagai awal dari peradaban manusia yang cerah, setelah sebelumnya berada dalam “Dark Ages“.

Sekali lagi, sebagai orang awam, saya bertanya, secerah apakah peradaban manusia modern setelah abad ke-14?

Memang betul, jika dikatakan setelah abad 14 manusia ramai2x belajar seni, sains, teknologi, ekonomi dkk., tapi seiring dengan kemajuan tersebut, semakin kejam dan sadis pula peradaban yang dibentuk: korban kemanusiaan semakin parah seiring dengan semakin majunya pengetahuan manusia.

Renaissance mengawali pembantaian umat manusia pada era Vlad Dracula, yang membantai orang2x turki dengan cara sangat sadis, Imperialisme bangsa2x Eropa ke seluruh dunia, Perang Napoleon, s/d Perang Dunia kedua , dan yang terakhir adalah perang Iraq. Ironis, karena jumlah korban yang berjatuhan pada era setelah Renaissance jumlahnya sungguh sangat jauh dibandingkan dengan era sebelum era Renaisssance.

Selain pada jumlah korban, perbedaan perang era sebelum dan sesudah Renaissance adalah pada sisi bisnisnya: pada era sebelum Renaissance, lazimnya perang bersifat non-profit, tetapi pada era setelah Renaissance, lazimnya perang bersifat profit; yaitu, ada pihak-pihak yang mengeruk untung dari kedua pihak yang berseteru. Perang diawali oleh propaganda, penipuan, untuk mengompori, mengadu domba massa pihak2x terkait; pada fase ini media sangat diuntungkan. Ketika perang terjadi, mobilisasi senjata di udara, darat, dan laut, membutuhkan dana operasional dan bahan bakar; pada fase ini, institusi keuangan, perusahaan minyak, dan perusahaan pada teknologi2x terkait mengeruk uang banyak dari perang tersebut.

Contoh paling nyata, sebagaimana dapat disaksikan dalam video berikut, adalah pada perang dunia kedua, yaitu perusahaan2x di Amerika Serikat, seperti TIME, IBM dan perusahaan2x keuangan ikut mensponsori NAZI dalam melancarkan invasinya. TIME mengawali propaganda dengan menempatkan Hitler sebagai “MAN OF THE YEAR” pada tahun 1938, kemudian IBM turut membantu NAZI dalam membuat data base manusia2x yang akan dibantai oleh NAZI. Tidak turut pula ketinggalan lembaga keuangan yang dipimpin oleh Prescott Bush, kakek dari G. W. Bush, yang berinvestasi dalam pembantaian tersebut.

time

ibm

Inilah peradaban Renaissance, yang penuh dengan pembantaian dan tipu muslihat; inilah yang disebut dengan abad pencerahan.

Read Full Post »

bung karno-kennedy

Pada tahun 1961, dua pemimpin besar pernah bertemu: Bung Karno dan Kennedy. Mereka berdua disatukan oleh idealisme dan memiliki kesamaan karena dicintai oleh rakyatnya masing-masing. Mereka berdua memiliki kesamaan anti kolonialisme dan kezhaliman; itu sebabnya mereka terlihat mesra, tiada kemunafikan.

Sayang sekali, kemesraan itu tidak lama. Tahun 1963, Kennedy ditembak mati di Dallas, Texas. Tidak lama setelah itu, Soekarno pun turut digulingkan oleh Soeharto.

Sepintas, kedua peristiwa itu, yaitu tewasnya Kennedy dan jatuhnya Bung Karno tidak terdapat kesamaan; tapi mari kita pertimbangkan dalam-dalam penjelasan berikut, yang membuat kita akan berpikir ulang, apakah sejarah yang selama ini menjadi dogma harus kita pertahankan.

Kita awali dari tewasnya Kennedy; siapakah yang membunuh Kennedy? Mayoritas rakyat Amerika Serikat sendiri tidak yakin bahwa Kennedy dibunuh oleh Lee Harvey Oswald. Sebagaimana video dokumenter dibawah berikut terlihat bahwa memahami Kennedy dibunuh oleh tembakan Oswald dari belakang adalah absurd, mengingat secara jelas video rekaman Abraham Zapruder memperlihatkan dengan jelas bahwa Kennedy ditembak beberapa kali dari beberapa arah, dan tembakan paling mematikan yang memecahkan kepalanya adalah dari jarak dekat sekali dari arah depan.

Siapakah yang paling bermotivasi dalam membunuh Kennedy? Wallahu`alam. Tapi, kuat dugaan, bahwa pembunuhan Kennedy berkenaan dengan usahanya untuk membatalkan privatisasi Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed); pertarungan yang menyebabkan Abraham Lincoln juga terbunuh.

Tidak lama setelah tewasnya Kennedy, Soekarno terguling jatuh. Kejatuhan Soekarno diduga karena kegigihannya mengusir World Bank dan IMF, yang menyebabkan Pemerintahan pasca-Kennedy berkonspirasi dengan agen2x CIA seperti Adam Malik dkk untuk menggulingkan Soekarno. Kolaborasi ini digambarkan oleh John Pilger di video berikut:

Versi ini tentu menunjukkan bahwa baik Bung Karno dan Kennedy memiliki benang merah: mereka berdua adalah pemimpin ideal bagi rakyatnya, tapi bukan pegawai ideal bagi mafia2x neoliberalis-kapitalis, seperti The Fed, World Bank, dan IMF, yaitu kekuatan2x finansial swasta yang mampu mengendalikan kekuatan politik Amerika Serikat dan Indonesia.

Jika memang benar versi ini yang terjadi, maka hendaknya harus diperjuangkan pelurusan sejarah. Baik Bung Karno dan Kennedy telah berkorban sebisanya untuk rakyatnya masing-masing dan selayaknyalah mereka memiliki hak untuk dituliskan secara benar dalam sejarah.

soekarno-kennedy2

Sumber:

http://ekonomi.kompasiana.com/2010/03/14/indonesia-dan-as-harus-wujudkan-impian-bung-karno-dan-john-f-kennedy/

http://rosodaras.wordpress.com/2009/05/21/kemesraan-bung-karno-kennedy/

http://soekarnojakarta.blogspot.com/2007/08/kennedy-and-sukarno.html

Read Full Post »

Pendapat berikut kita harapkan hanya crackpot:

“Amerika Serikat mungkin dalam bencana besar; syukur kalau tidak bubar pada tahun 2010.”

Sejak AS menginvasi Irak dan Afghanistan, saya termasuk yang was-was akan nasib negeri adidaya yang satu ini. Dikhawatirkan AS terkena kutukan para penjajah. Adalah kemudian Igor Panarin yang berspekulasi bahwa pada tahun 2010 AS akan bubar.

Seberapa tolol-kah spekulasi itu?

Mari kita coba iseng buat hitung2x-an sederhana.

Kira-kira apa saja yang bisa membuat AS bubar?

Jawab:

1. Ketika Dollar nilainya hancur lebur/”Hyperinflation”.
2. Ketika kepercayaan rakyatnya terhadap pemerintah sudah pada titik nadir, sehingga tidak ada alasan lagi untuk bersatu.

Akankah Dollar nilainya hancur? Kenapa?

Sangat dikhawatirkan oleh begitu banyak orang bahwa nilai Dollar akan jatuh, karena pemerintah AS menempuh mem-bailout bank2x swasta raksasa dengan cara mencetak ber-trillion2x USD; sesuatu yang pernah ditempuh oleh Zimbabwe dalam rangka membayar utang ke IMF.

Mata uang kini adalah komoditas yang tunduk kepada supply and demand; kita tahulah bahwa jika supply-nya berlebihan, maka komoditas itu akan jatuh harganya. Itulah yang terjadi kepada mata uang Zimbabwe, dan agaknya US Dollar akan bernasib sama. Istilah ini disebut dengan HYPERINFLATION.

Kapan?

Wallahu`alam. HYPERINFLATION bisa terjadi, bisa saja tidak. Kita semua berharap TIDAK TERJADI, karena jika terjadi itu akan SANGAT MENGERIKAN.

Seorang rekan baik, Dosen FEUI, mengatakan, kemungkinan itu akan terjadi pada bulan Mei atau pasca-Mei, atau 4-5 bulan setelah bailout itu terjadi, yaitu bulan Januari 2010.

Selanjutnya, akankah kepercayaan rakyat AS terhadap pemerintahnya akan menyentuh titik nadir? Kenapa?

Rakyat wajar marah kepada pemerintahnya, jika merasa dikhianati. Di negeri kita tercinta, kita punya kasus Gayus, kasus Priok, kasus Antasari, kriminalisasi KPK dsb., yang lumayan membuat rakyat marah terhadap pemerintah. Tapi untung saja, pemerintah kita cukup responsif dan kerap minta maaf ketika kasus2x tersebut terungkap dan terbukti ada oknum pemerintah yang terlibat.

Tapi bayangkan, jika ada pemerintah yang terlibat kepada pembunuhan terhadap presiden dan rakyatnya sendiri, kemudian kebohongan tersebut secara cepat tersebar dikalangan rakyat, sementara pihak pemerintah tidak hanya selalu berusaha menutupinya, tapi juga membantai satu persatu pihak yang mencoba mengungkap kebohongan itu?

Ini yang dikhawatirkan sedang terjadi.

Seiring dengan era video di internet, maka informasi2x beta alias yang coba ditutupi oleh penguasa, menyebar bak kanker ganas. Kini dengan mudah ditemui video mengenai versi non pemerintah AS mengenai konspirasi pembunuhan Kennedy, konspirasi 11 September 2001, konspirasi perang Irak dan Afghanistan, dsb.

Sebagai contoh, “Loose Change 9/11” (http://www.youtube.com/watch?v=7E3oIbO0AWE) yang dinobatkan sebagai first internet blocbuster.

(“An August 2006 Vanity Fair article suggested that Loose Change “just might be the first Internet blockbuster.” Millions more have viewed the film via unaffiliated websites. More than one million copies of the DVD have been sold, and many more have been given away.[15]”(http://en.wikipedia.org/wiki/Loose_Change_%28film%29))

Atau, baru-baru ini film “Invisible Empire A New World Order Defined Full ” (http://www.youtube.com/watch?v=NO24XmP1c5E&feature=player_embedded), yang ditonton lebih dari 16 ribu manusia setiap hari. Atau tentang pelanggaran HAM tentara2x AS di Irak yang dalam sebulan sudah dilihat 6 juta manusia lebih (http://www.youtube.com/watch?v=5rXPrfnU3G0).

Kita bisa bayangkan bagaimana kanker ganas tersebut menjalar dalam 4-5 bulan ke depan, seiring dengan krisis ekonomi yang kemungkinan kian parah.

Ketika rakyat AS sudah kehilangan kepercayaan pada titik nadir, sementara dibenturkan kepada kemustahilan merubah sistem, maka anarki di negeri tersebut benar2x di depan mata.

(Bayangkan, Presiden Kennedy saja dibunuh karena ingin merubah undang2x swastanisasi Bank Sentral AS, bagaimana pula yang cuma rakyat jelata.)

Akumulasi permasalahan ekonomi dan moral ini yang agaknya menjadi ujian AS di tahun ini. Selama ini para pakar AS menilai dan mencap bangsa lain sebagai failed country, tapi mungkin kini AS sendiri yang akan diuji apakah akan menjadi bangsa yang gagal atau tidak.

Read Full Post »

Sebuah diskusi (1)

Mbak Sholi yth, coba dilihat jawaban saya:

— In alumni-ppij@yahoogroups.com, “kiptiyah_24” wrote:
> Sepakat dengan argumen Pak Surya. Pas saya belajar ekonomi politik
internasional, ada satu hal yang saya ingat soal keseimbangan dunia atau
istilahnya bipolaritas (CMIIW). Dulu ada US-USA. Skrg tinggal USA saja.
Diramalkan bahwa China akan menjadi pengganti US untuk mengimbangi kekuatan didunia ini.

Agung:

Kelihatannya ilmu politik anda harus diperbaharui.

Idealnya memang dunia itu seimbang, damai, tidak ada pemimpin zhalim dsb.

Realitanya tidak begitu.

Apakah ketika dulu ada USA dan Uni Soviet dunia seimbang?

Coba silaturahmi ke korban2x jutaan keluarga tertuduh PKI, yang jadi korbannya Soeharto. Mereka dibantai oleh Soeharto atas pesanan USA.

(Btw, Soeharto, Adam Malik dkk. adalah murid2x-nya USA. Henry Kissinger yang
memberikan nama New Order ke Soeharto)

Zaman ini kian parah; awal abad-21 bukannya dimulai dengan pemimpin yang cinta perdamaian, eh malah Bush yang muncul. Bush dkk-lah yang menyelenggarakan 9/11 2001 demi pembenaran penyerangan ke Irak dan Afghanistan.

> Sampai saat ini, saya belum melihat ada “urgensi” USA bubar.

Agung:

Suatu negara bubar bukan karena opini kita, Mbak; tapi karena hukum alam alias Sunnatullah.

Dulu juga tidak ada yang menyangka Soviet bubar; tapi tiba2x ya bubar.

Ketika syarat2x bubar terpenuhi, ya bubarlah negara itu; tidak terkecuali
Amerika Serikat.

> Yang ada, dunia malah akan menjadi multipolar. ada United States of Europe
EU), yang merupakan salah satu kekuatan ekonomi politik yang layak
diperhitungkan. Dalam peta dunia, USA masih sangat diperlukan untuk menciptakan multipolarisme tersebut.

Agung:

Ya, sekali lagi idealnya begitu.

Tapi, kalau anda jeli dikit, justru yang diidam-idamkan oleh para pemimpin dunia adalah “tata dunia baru” alias “NEW WORLD ORDER” bukan dunia yang seperti yang anda sebut.

Yaitu, dunia yang diimpikan Hitler: dibawah satu pemimpin, dibawah satu kekuatan ekonomi, dibawah satu kekuatan militer dsb .. alias kekuasaan yang nyaris unlimited.

Itu yang diidam2x-kan para bankir2x IMF dkk.

> Argumen Pak Surya soal Dollar menjadi kertas, saya sangat sepakat.

Agung:

Mbak, dollar memang bentar lagi jadi kertas toilet.

Coba search “HYPERINFLATION”.

Seperti kata Bang Safri, adalah pemerintah AS sendiri yang memutuskan perang ke
Afghan dan Irak, sehingga menghabiskan dana ber-trillion2x USD.

Belum lagi bailout ke bank2x besar yang menghabiskan sekitar 8 trillion USD.
(http://money.cnn.com/2009/01/06/news/economy/where_stimulus_fits_in/index.htm)

Nah, coba Mbak Sholi cari negara lain yang mencetak uang segitu banyak. Nanti
ketemu deh Zimbabwe. Udah ancur lebur tuh mata uang Zimbabwe; dah jadi kertas toilet.

Salam,

Agung

> Sholi
>
>
> — In alumni-ppij@yahoogroups.com, “surya s.” wrote:
>
> > Sulit rasanya Amrik bakal dibiarin kolaps oleh misalnya Cina, Jepang, atau
Inggris. Apa mereka mau dolar yg mereka pegang jadi kertas toilet?
> > Kecuali kalo mereka2 ini sudah ndak pegang dolar.
> >
> > surya
>
>
> > — In alumni-ppij@yahoogroups.com, “Agung T” wrote:
> > >
> > > Menurut saya, krisis itu belum sampai pada puncaknya; puncaknya adalah
pada ketidakpercayaan warga Amerika pada Bank Sentral (The Fed, BI-nya Amrik),
mengingat The Fed adalah swasta.
> > >
> > > (Dikuasai oleh keluarga Rockefeller dkk)
> > >
> > > Kalo itu terjadi, mungkin Amrik bener2x collapse.
> > >
> >
>
> > ***
> >
>

Read Full Post »