Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei, 2008

Inilah jawaban kenapa Irak kaco balo …

Read Full Post »

BOM dari Saya

Saya tengah menyiapkan bom besar dengan orang yang berinisial RR.

Tunggu aja kejutannya. 😀

Read Full Post »

Read Full Post »

Beberapa tahun yang lalu saya pernah mengikuti presentasi dari Pak
Kurtubi di rumah Pak Hatta Rajasa. Menurut beliau, alasan mengapa
bangsa kita beralih dari pengekspor menjadi pengimpor disebabkan
lambatnya perkembangan industri migas di dalam negeri.

Riset dan pengembangan (R&D) yang dilakukan oleh Pertamina kalah cepat
oleh pertumbuhan konsumsi dalam negeri. Alih-alih berkembang, R&D
Pertamina justru semakin menurun, eksplorasi minyak semakin lambat
disebabkan konflik diantara birokrasi migas. Lebih parah lagi,
sebagian industri hulu migas Indonesia bukannya dikelola sendiri
justru di outsource ke Singapura.(Silakan baca:
https://trisetyarso.wordpress.com/2008/05/28/penggemar-bung-rizal-ramli/)

Dalam hal ini, saya yang awam di bidang migas ini, setuju dengan
pendapat Bung Rizal Ramli; yaitu daripada menaikan BBM dalam rangka
mengejar standar dunia, lebih baik dibenahi dulu KKN dan Mafia yang
membuat industri migas kita tak efektif.

Menurut saya, mengejar standar internasional untuk harga BBM hanyalah
slogan; kita mungkin tak harus mengikuti pendapat ini, mengingat daya
beli masyarakat sudah lemah sekali. Lebih baik dipikirkan
solusi-solusi yang lebih cerdas dan bersifat kerakyatan.

Read Full Post »

Saya bukan pemain di sektor migas, tapi membaca analisa berikut, sangat prihatin:

http://eramuslim.com/berita/bc2/8527161342-revrisond-baswir-kenaikan-bbm-cuma-alasan-ciptakan-liberalisasi-sektor-migas.htm

Setahu saya, dibanyak sektor, Jepang masih menganut sistem proteksi, tidak seluruhnya diliberalisasikan …

Read Full Post »

Terlepas dari ejekan sekelompok orang terhadap David Icke, terus terang saya setuju sekali dengan argumen2xnya sebagaimana terdapat di video ini:

Sumber:

http://www.youtube.com/watch?v=8_b-JrzgdAU&feature=PlayList&p=E27535B326C3D901&index=0&playnext=1

Read Full Post »

Selalu saja pendapat pakar yang satu ini dekat dengan hati rakyat:

http://perspektif.net/indonesian/article.php?article_id=876

Menurut Rizal, persoalan kita sebenarnya sangat sederhana, karena produksi minyak pada pemerintahan Presiden SBY anjlok sampai 300rb barrel. Sementara kita import sampai 300rb barrel melalui mafia di Singapura, dimana para mafia tersebut mengambil untung sampai 2 dollar/barel atau Rp. 6 Milyar sehari. “kenapa Presiden nggak berani sama mafia tapi berani sama rakyat?”, ujar pendiri Econit ini.

Bukan cuma melontarkan kritik tanpa solusi, Rizal juga memberikan berbagai alternatif cara untuk mengatasi persoalan pelik ini tanpa menaikan harga BBM. Antara lain:

  1. Pemerintah harus mengurangi subsidi untuk bank rekapitalisasi sebesar Rp.30 Trilyun. Karena bunga bank rekap hanya dinikmati oleh orang-orang yang super kaya.
  2. Benahi inefisiensi di PLN dan Pertamina, karena biaya produksi Pertamina sangat mahal dan banyak mafianya.
  3. Kita menaikan produksi minyak dengan cara membubarkan BP Migas.
  4. Harus ada visi ke depan, dan tidak bisa hanya memakai visi ala mahasiswa kos-kosan. Karena bagi Rizal, pemerintah sekarang persis mahasiswa kos-kosan yaitu selalu utang, privatisasi BUMN dan menaikan BBM.
  5. Negosiasi utang luar negeri seperti pemerintahan Argentina.

Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tahun ini sebesar Rp.14-17 Trilyun dan Rp.52 Trilyun pada tahun 2009, dinilai Ketua Komite Bangkit Indonesia ini sebagai ‘suap politik’ supaya Presiden Yudhoyono bisa terpilih kembali. Jika dana BLT itu dibuat irigasi atau membangun jalan, maka akan memiliki nilai tambah sampai 3-4 kali lipat. “jadi ini lebih kental nilai politiknya”, tutur Rizal.

Read Full Post »

Older Posts »