Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September, 2007

Seorang Profesor yang sudah dinyatakan akan meninggal dalam beberapa bulan, memberikan kuliah terakhirnya …

Speechless …

(Thanks to Roby Muhammad)

http://video.google.com/videoplay?docid=362421849901825950&hl=en

Iklan

Read Full Post »

Kebangkitan sains Iran?

http://www.sciencemag.org/cgi/content/full/309/5731/36a

http://www.boston.com/news/world/middleeast/articles/2006/08/22/iran_looks_to_science_as_source_of_pride/

Thanks to Roby Muhammad

Read Full Post »

Sistem Politik Berbasis Duit

(Tulisan ini adalah salah satu rangkaian diskusi dalam sebuah milis. Silakan lihat di kolom “komentar” (comment))

Coba pikirkan, berapa banyakkah guru dan dosen yang dapat bersuara di DPR?

Setahu saya sih gak ada karena memang gak mungkin.

Untuk menjadi wakil rakyat di dari PKS, yang dikenal partai yang relatif bersih, itu mesti menyediakan dana sekitar 10 jutaan. Uang itu dimaksudkan sebagai uang kampanye, membantu kampanye yang dilakukan partai.

(Bagi guru yang jujur, 10 juta mending untuk beli motor!)

Kalo di GOLKAR, harus sedia di atas 50 juta; untuk setori ke DPD, DPP dsb, plus uang kampanye.

(Maka dari itu Bupati Majalengka yang sekarang pernah pinjam 3,5 miliar untuk hal-hal ini)

Partai lain yang GOLKAR-like, seperti PDIP, Demokrat, dsb, ya … bermodus seperti GOLKAR bahkan lebih parah.

Jadi, ya, … tidak mungkinlah Guru atau Dosen jadi anggota DPRD, DPR dsb.

Selain kagak punya duit, saya yakin masih banyak Guru dan Dosen yang masih punya hati nurani, sehingga gak bersedia bersedia ikut-ikutan sistem begituan.

Itulah sebabnya gak ada Guru dan Dosen (yang jujur) yang bisa menembus DPR dan MPR.

Nah … hadirin silakan memilih deh, apakah sistem politik kita akan kita biarkan berjalan seperti sekarang ini, yaitu sistem politik tanpa melibatkan hati nurani yaitu cuma berbasis duit semata, atau kita memperjuangkan sistem politik baru yang lebih menyuarakan hati nurani.

Wass.,

Agung

Read Full Post »

Syair untuk Revolusi

Kata-kata berikut dari  seorang  bijak yang  bermukim  di  daerah  Jawa Barat.

 

Bagus direnungi bagi yang merindukan perubahan di Indonesia …

 
Idealisme Kami :
 

Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui bahwa

Mereka lebih kami cintai dari pada diri kami sendiri.

 

Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur

Sebagai penebus bagi kehormatan mereka,

Jika memang tebusan itu yang diperlukan.

 

Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan,

Kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita mereka,

Jika memang itu harga yang harus dibayar.

 

Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini

Selaian rasa cinta yang telah mengharu-biru hati kami,

Menguasai perasaaan kami,

Memeras habis air mata kami, dan

Mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami.

 

Betapa berat rasa di hati kami menyaksikan bencana

Yang mencabik-cabik bangsa ini,

Sementara kita hanya menyerah pada kehinaan

Dan pasrah oleh keputusasaan.

 

Kami ingin agar bangsa ini mengetahui bahwa

Kami membawa misi yang bersih dan suci;

Bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia,

Dan bersih dari hawa nafsu.

 

Kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia;

Tidak mengharapkan harta benda atau imbalan lainnya,

Tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih.

 

Yang kami harap adalah…..

Terbentuknya Bangsa, beserta pemimpin dan masyarakatnya,
yang lebih baik dan bermartabat,

Terbangun Integritas atas Taufik-Nya dan

Terwujud  Solidaritas berkat Ridlo-Nya,

Sebagai wujud kebaikan dari Allah-Pencipta Alam Semesta…Amien.

 

Read Full Post »

Sebetulnya ini bulan puasa, ya …

Tapi ada seorang kawan memberikan artikel ini.

Pembelajaran bagi yang mau poligami.

http://in.reuters.com/article/oddlyEnoughNews/idINKLR20257220070925 

KUALA LUMPUR (Reuters) – Malaysian doctors have reattached a man’s nearly severed penis after his first wife, enraged by his comparison of her sex skills with those of his younger second wife, decided to chop it off with a kitchen knife.

The man, a 43-year-old Indonesian worker in southern Johor state, was lying in bed with his 48-year-old wife talking about his newly wed second wife, who is in her 30s, when the incident happened, the New Straits Times newspaper reported.

Despite his shock and pain, the man managed to pull on his trousers and ride his motorcycle to a nearby hospital, where doctors had to put in 11 stitches to reattach the organ.

The man later complained to police, who arrested the woman and plan to charge her with voluntarily causing grievous hurt with a dangerous weapon, which carries the penalty of a three-year jail term and a fine, the newspaper reported.

Read Full Post »

Yang dibutuhkan Indonesia dalam waktu dekat adalah Revolusi etika.

Dibutuhkan pemahaman baru mengenai etika dalam bermasyarakat; yaitu etika kerja, etika berkeluarga, etika berbelanja, etika naik kendaraan umum, etika tertib lalu lintas, etika mengemukakan pendapat, etika terhadap generasi yang lebih tua atau lebih muda, dsb.

Saya melihat, kekuatan Jepang bukanlah pada kepintaran mereka; bukan pula pada kekuatan fisik.

Tapi pada etika.

Seperti dapat kita lihat dalam etika berpolitik Shinzo Abe akhir-akhir ini; begitupun pendahulu-pendahulunya.

Shinzo Abe adalah politisi yang negarawan, yang mundur dengan ikhlash ketika masyarakat memang memintanya untuk mundur. Ini berbeda dengan politisi kita, yang selalu saja tidak ikhlash untuk untuk turun. Misal kasus ZA yang menyebarkan berita fitnah demi memiliki bargain politik dengan Presiden, agar tidak kehilangan penghasilan dari DPR/MPR.

Atau TKiemas yang menyebarkan fitnah kemana-mana bagi partai tertentu dan paham tertentu, demi majunya kembali istrinya ke kursi presidenan.

Itu contoh tidak adanya etika dalam level elit.

Dalam level yang lebih rendah, dapat kita lihat dimana-mana, betapa tidak beretikanya bangsa kita; mulai dari di jalanan, pasar, s/d sekolah.

Sepanjang pengetahuan saya, bangsa Jepang adalah bangsa yang sangat beretika; dan itu dapat dilihat di segenap pelosok negeri ini.

Semoga, bangsa kita yang besar, dapat mengalami revolusi etika dalam segala level, untuk kehidupan bangsa kita yang lebih baik.

Wass.,

Agung

Hiyoshi, 25 September 2007

Read Full Post »

Assw.,

Minggu lalu saya dikasih beberapa buku (Orisinal) mengenai Quantum Computer oleh Prof. Itoh; totalnya bisa melebihi satu juta rupiah kalo dikurskan dengan rupiah.

Wah, di Indonesia mungkin gak ya itu terjadi?

Wass.,

Agung

Read Full Post »

Older Posts »