Feeds:
Pos
Komentar

Archive for September 12th, 2007

KESAN PERTAMA DENGAN PROF. KOHEI M. ITOH

 Alhamdulillah dengan izin Allah SWT., akhirnya kemarin saya resmi bergabung dengan grup Prof. Kohei M. Itoh di Universitas Keio. 

Bagi yang mengikuti dunia semikonduktor akhir-akhir ini, terutama dunia semikonduktor di Jepang, nama Prof. Itoh cukup terkenal alias menjadi selebriti. The Nikkei Weekly pada tahun 2001 menulis, bahwa Prof. Itoh mendapatkan paten dari perusahaan semikonduktor Silex di Australia (http//www.silex.com.au/), dengan nilai jutaan dolar. Untuk skala Jepang (bahkan mungkin dunia), hal tersebut merupakan prestasi yang cukup luar biasa.

Karena prestasi yang cukup mengagumkan tersebut sekarang ini Prof. Itoh menerima beberapa penghargaan dan posisi yang cukup prestisius. (Silakan search Professor Kohei M. Itoh di google atau yahoo) 

Alasan ini yang menyebabkan saya menyiapkan segala dengan baik untuk pertemuan pertama dengan Prof. Itoh; termasuk menggunakan jas terbaik (yang saya pakai untuk menikah :D) dan bahasa jepang dengan baik. 

Ketika akhirnya bertemu di shin-kawasaki, saya cukup terkejut, bahwa Prof. Itoh menggunakan baju yang sangat santai dengan penerimaan informal (just say “You’re welcomed). Kemudian, saya diajak jalan-jalan dengan menggunakan Toyota Harrier miliknya; dan sepanjang perjalanan Prof. Itoh memperlakukan saya dengan teramat sangat baik (bahkan untuk urusan shalat pun beliau sangat pengertian. Saya sampai ditungguin ketika shalat Dzhuhur. Mungkin ada yang tak percaya; tapi itulah yang terjadi!!) 

Ketika makan di restoran pun, beliau sangat mengerti, bahwa saya muslim dan tidak minum alcohol dan makan babi. Beliau memberi tahu saya dengan spesifik, mana saja makanan yang mengandung babi dan tidak, termasuk makanan yang terdapat babi pada saus dsb. 

Singkat cerita, saya melihat inilah yang menyebabkan Jepang menjadi Negara yang sangat kuat ekonominya; mereka menerapkan prinsip low profile and high profit. Ini sangat berbeda dengan Eropa yang masyarakatnya high profile (dan pada akhirnya low profit; lihat aja pertumbuhan ekonomi mereka yang cuma 2 % !!)    

Wass.,

 

Agung

Read Full Post »