Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei 2nd, 2010

Pendapat berikut kita harapkan hanya crackpot:

“Amerika Serikat mungkin dalam bencana besar; syukur kalau tidak bubar pada tahun 2010.”

Sejak AS menginvasi Irak dan Afghanistan, saya termasuk yang was-was akan nasib negeri adidaya yang satu ini. Dikhawatirkan AS terkena kutukan para penjajah. Adalah kemudian Igor Panarin yang berspekulasi bahwa pada tahun 2010 AS akan bubar.

Seberapa tolol-kah spekulasi itu?

Mari kita coba iseng buat hitung2x-an sederhana.

Kira-kira apa saja yang bisa membuat AS bubar?

Jawab:

1. Ketika Dollar nilainya hancur lebur/”Hyperinflation”.
2. Ketika kepercayaan rakyatnya terhadap pemerintah sudah pada titik nadir, sehingga tidak ada alasan lagi untuk bersatu.

Akankah Dollar nilainya hancur? Kenapa?

Sangat dikhawatirkan oleh begitu banyak orang bahwa nilai Dollar akan jatuh, karena pemerintah AS menempuh mem-bailout bank2x swasta raksasa dengan cara mencetak ber-trillion2x USD; sesuatu yang pernah ditempuh oleh Zimbabwe dalam rangka membayar utang ke IMF.

Mata uang kini adalah komoditas yang tunduk kepada supply and demand; kita tahulah bahwa jika supply-nya berlebihan, maka komoditas itu akan jatuh harganya. Itulah yang terjadi kepada mata uang Zimbabwe, dan agaknya US Dollar akan bernasib sama. Istilah ini disebut dengan HYPERINFLATION.

Kapan?

Wallahu`alam. HYPERINFLATION bisa terjadi, bisa saja tidak. Kita semua berharap TIDAK TERJADI, karena jika terjadi itu akan SANGAT MENGERIKAN.

Seorang rekan baik, Dosen FEUI, mengatakan, kemungkinan itu akan terjadi pada bulan Mei atau pasca-Mei, atau 4-5 bulan setelah bailout itu terjadi, yaitu bulan Januari 2010.

Selanjutnya, akankah kepercayaan rakyat AS terhadap pemerintahnya akan menyentuh titik nadir? Kenapa?

Rakyat wajar marah kepada pemerintahnya, jika merasa dikhianati. Di negeri kita tercinta, kita punya kasus Gayus, kasus Priok, kasus Antasari, kriminalisasi KPK dsb., yang lumayan membuat rakyat marah terhadap pemerintah. Tapi untung saja, pemerintah kita cukup responsif dan kerap minta maaf ketika kasus2x tersebut terungkap dan terbukti ada oknum pemerintah yang terlibat.

Tapi bayangkan, jika ada pemerintah yang terlibat kepada pembunuhan terhadap presiden dan rakyatnya sendiri, kemudian kebohongan tersebut secara cepat tersebar dikalangan rakyat, sementara pihak pemerintah tidak hanya selalu berusaha menutupinya, tapi juga membantai satu persatu pihak yang mencoba mengungkap kebohongan itu?

Ini yang dikhawatirkan sedang terjadi.

Seiring dengan era video di internet, maka informasi2x beta alias yang coba ditutupi oleh penguasa, menyebar bak kanker ganas. Kini dengan mudah ditemui video mengenai versi non pemerintah AS mengenai konspirasi pembunuhan Kennedy, konspirasi 11 September 2001, konspirasi perang Irak dan Afghanistan, dsb.

Sebagai contoh, “Loose Change 9/11” (http://www.youtube.com/watch?v=7E3oIbO0AWE) yang dinobatkan sebagai first internet blocbuster.

(“An August 2006 Vanity Fair article suggested that Loose Change “just might be the first Internet blockbuster.” Millions more have viewed the film via unaffiliated websites. More than one million copies of the DVD have been sold, and many more have been given away.[15]”(http://en.wikipedia.org/wiki/Loose_Change_%28film%29))

Atau, baru-baru ini film “Invisible Empire A New World Order Defined Full ” (http://www.youtube.com/watch?v=NO24XmP1c5E&feature=player_embedded), yang ditonton lebih dari 16 ribu manusia setiap hari. Atau tentang pelanggaran HAM tentara2x AS di Irak yang dalam sebulan sudah dilihat 6 juta manusia lebih (http://www.youtube.com/watch?v=5rXPrfnU3G0).

Kita bisa bayangkan bagaimana kanker ganas tersebut menjalar dalam 4-5 bulan ke depan, seiring dengan krisis ekonomi yang kemungkinan kian parah.

Ketika rakyat AS sudah kehilangan kepercayaan pada titik nadir, sementara dibenturkan kepada kemustahilan merubah sistem, maka anarki di negeri tersebut benar2x di depan mata.

(Bayangkan, Presiden Kennedy saja dibunuh karena ingin merubah undang2x swastanisasi Bank Sentral AS, bagaimana pula yang cuma rakyat jelata.)

Akumulasi permasalahan ekonomi dan moral ini yang agaknya menjadi ujian AS di tahun ini. Selama ini para pakar AS menilai dan mencap bangsa lain sebagai failed country, tapi mungkin kini AS sendiri yang akan diuji apakah akan menjadi bangsa yang gagal atau tidak.

Read Full Post »