Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Video berikut adalah pengantar yang menarik mengenai Quantum Computer oleh Charles Marcus dari Universitas Harvard. Pada sekitar menit ke 10, Prof. Charles Marcus menampilkan paper ArXiv dari Prof. Rod Van Meter dari Universitas Keio, untuk menunjukkan kekuatan komputer kuantum dibandingkan komputer konvensional.

Read Full Post »

K ehebatan “detik.com” adalah mereka membuat “self-correction” seenaknya.

Kalau dalam dunia publikasi ilmiah, jika ada error dalam sebuah jurnal, maka ada “errata” yg berfungsi memberikan informasi yang menunjukkan error dalam jurnal yang telah dipublish. Namun, error itu sendiri tetap tidak dihapus, agar audiens tetap dapat melihatnya.

Yang dilakukan oleh “detik.com” adalah, mereka tidak membuat “errata”, tapi mengedit situs itu sendiri, sehingga yang terjadi adalah isu tetap berkembang liar di masyarakat, sedangkan mereka yang jeli merasa tertipu, karena kita
menyaksikan versi beritanya berubah SECARA DIAM-DIAM, tanpa ada notifikasi!

Jadi, yang mereka lakukan adalah dosa double:

1. Memberikan berita yang tidak akurat.
2. Melakukan penipuan jurnalistik.

Berikut contohnya:

1. Pemberitaan sekitar Reaktor di Fukushima. Berita ala detik.com adalah seperti berikut:

http://us.detiknews.com/read/2011/03/16/181028/1593547/10/kebocoran-radiasi-nuklir-jepang-luar-biasa-besar?9911022

Berdasarkan data yang direlease oleh MEXT sebagaimana berikut:


http://eq.wide.ad.jp/files_en/110315fukushima_2030rev2_en.pdf

Rasanya terlalu gegabah “detik.com” menuliskan kalimat:

1. “Kebocoran Radiasi Nuklir Jepang Luar Biasa Besar”

2. “Rusaknya reaktor nuklir di Fukushima Jepang pasca gempa dan tsunami, sudah sangat mengkhawatirkan. Ancaman radiasi sudah dalam tingkat yang sangat berbahaya, apalagi jika reaktor meledak.”

3. “Dia mengatakan equivalen panas yang dihasilkan sangat tergantung dengan sisa bahan bakar yang masih ada di reaktor. Kondisi paparan radiasi di Tokyo telah mencapai 0,46 mili sieverts. Sementara dalam keadaan normal hanya sekitar 0,16 mili sieverts.”

Tidak sulit membaca data MEXT tersebut untuk memahami bahwa radiasi nuklir tidak se-ekstrim yang mereka gambarkan. Memang pernah terjadi lonjakan sedikit radiasi, yang tidak berbahaya bagi kehidupan, tapi sekarang ini radiasi di Tokyo sudah kembali ke kisaran normal.

Yang perlu kita sedihkan adalah kelas detik.com, metrotv , tvone dst yg. agaknya belum naik kelas sejak jaman reformasi 1998, yaitu media2x yg mengedepankan sensasi, mengumbar agitasi dan provokasi, untuk mengejar oplah; seolah mereka telah berajojing ria di atas kegelisahan dan keresahan para pekerja dan pelajar di Jepang.

Coba bandingkan dengan New York Times atau Nature, sebagaimana terdapat di link berikut:

http://www.nytimes.com/interactive/2011/03/12/world/asia/the-explosion-at-the-japanese-reactor.html?ref=asia


http://blogs.nature.com/cgi-bin/mt/mt-search.cgi?Template=nautilus&IncludeBlogs=32&search=fukushima

2. Pemberitaan sekitar “mati listrik” di Jepang. Saya hanya meng-copy-paste paragraf awal disini:


http://us.detiknews.com/read/2011/03/17/083122/1593828/10/jepang-berusaha-hidupkan-kembali-listrik-pltn-fukushima?9911012

“Pasca gempa dan tsunami, listrik di Jepang mati akibat sejumlah pembangkit nuklir rusak. Saat ini sejumlah pekerja diturunkan untuk mengembalikan pasokan listrik.”

Silahkan rekan2x nilai sendiri kualitas jurnalistik “detik.com” secara khusus dan media di Indonesia secara umum. Yang jelas saya menyaksikan sendiri, orang di Tokyo masih sempat ngopi dengan santai di kafe2x; sekalipun memang dibatasi. Foto ini diambil di Starbucks, Jiyugaoka sesaat berita itu muncul:

Kebetulan saya termasuk yang beruntung karena memiliki akses internet yg mudah dan karib kerabat yang cukup banyak di Jepang; yang tersiksa adalah rekan2x dan saudara2x kita yg kesulitan memiliki akses komunikasi kepada karib-kerabat di Indonesia.

Kalau modus ini dilakukan kepada berita sekelas video porno “pria berkumis tidak
mirip anis matta
“, atau gosip “pria menawan bernama Raul Lemos di mata KD“, itu tidak masalah … tapi ini menyangkut nyawa orang di Jepang dan keresahan para karib-kerabat mereka di Indonesia!

Read Full Post »

Sebuah presentasi menarik dari Scott Aaronson

Read Full Post »

Tidak ada alasan untuk tidak maju.

Bahkan kita sekarang bisa membuat simulasi ini ketika sambil tiduran!

Wolfram|Alpha-plot1cos2pi0047t2t0to100

Read Full Post »

Tulisan ini diawali dari keprihatinan atas begitu terburu-burunya LAPAN dan para cendikiawan yang menyimpulkan bahwa crop circles di Sleman adalah perbuatan manusia. Kesimpulan ini sangat menyesatkan dan berbahaya, mengingat polisi kelak akan menangkap korban tidak bersalah jika ternyata crop circles ini adalah fenomena alam alias bukan karya tangan manusia.

Memahami bahwa crop circles dibuat manusia, adalah sesuatu yang absurd. Dalam keadaan ekonomi yang begitu sulit seperti sekarang, apakah ada manusia superjenius mau menghabiskan waktu membuat crop circles yang memiliki simbol yang tidak populer seperti itu?

Begitu juga dengan memahami bahwa crop circles adalah jejak pesawat asing atau alien. Sulit dipercaya alien datang dari jauh, tapi begitu pemalu, mengunjungi Bumi dalam sekejap, tanpa bersilaturahmi kepada kita terlebih dahulu.

Tulisan berikut adalah hanya sebuah spekulasi dan mungkin tidak populer di masyarakat; dikalahkan oleh keyakinan bahwa mahasiswa UGM atau UFO yang membuat crop circles Sleman.

Bumi sebagai entitas yang hidup

Bumi selama ini dianggap oleh lazimnya manusia sebagai entitas yang mati, bodoh, dan diasumsikan tak akan pernah mencurahkan isi hatinya sekalipun umat manusia menebangi pohonnya, menghancurkan gunung-gunungnya, dan menjatuhkan berton-ton bom di atas tanahnya.

Asumsi ini sesungguhnya salah, karena kitab suci Al-Qur`an mengisyaratkan gunung, Bumi, dst. adalah juga makhluk hidup selayaknya kita; mereka bisa takut, berkomunikasi, dan seterusnya; hanyalah kita yang tak mampu memahami bagaimana ketakutan, kerisauan, dan komunikasi mereka.

“Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir .”

(QS. Al Hasyr: 21)

Sebagaimana makhluk hidup lainnya, Bumi memiliki rasa cinta, rasa benci, subyektif, dan ingin berbagi. Ingat, kita semua terdiri atas unsur Bumi, berasal dari Bumi, dan kelak kita semua akan kembali ke Bumi … bagaimana mungkin Bumi tidak ingin berkomunikasi dengan kita?

Sehingga, bagaimana jika crop circles tersebut adalah berasal dari panas yang dilepaskan Bumi yang tidak lain adalah sebuah bahasa isyarat dari Bumi kepada kita semua? Agaknya memang begitu, jika kita perhatikan crop circles yang natural, bukan buatan manusia, seolah mengisyarakatkan bagaimana hubungannya dengan Matahari dan tata surya sebagaimana dibahas di video berikut:

Menurut penulis, sangat mungkin bahwa crop circles adalah isyarat dari Bumi; ingat dalam “Landauer principle” bahwa pada setiap
satu bit informasi yang dilepas, terkait dengan pelepasan energi kT~ln~2. Padi-padi yang tertunduk rapih itu adalah akibat pelepasan panas Bumi dan memberikan semacam isyarat ke kita semua.

Isyarat macam apakah yang hendak disampaikan oleh Bumi? Roy Suryo berpendapat bahwa itu terkait dengan Muladhara Cakra. Setelah saya amati, memang agak mirip, tapi cukup jauh berbeda.

Mari kita pertimbangkan skenario berikut. Apa yang dipaparkan bukanlah sebuah kesimpulan, melainkan rangkaian pertanyaan-pertanyaan yang semoga membantu kita memahami isyarat yang dicoba disampaikan oleh Bumi.

Simbol tersebut terdiri atas:

1. Lingkaran besar. Apakah ini merepresentasikan Bumi?
2. 4 lingkaran di dalam lingkaran besar yang saling beririsan. Apakah ini merepresentasikan 4 Benua: Amerika, Eurasia, Australia, dan Afrika?
3. 8 panah; terbagi atas dua jenis:
a. 4 panah seperti ikan
b. 4 panah berekor
Apakah ini merepresentasikan arah angin?
4. Bundaran hitam di tengah.
Apakah ini merepresentasikan Indonesia?
5. Dua lingkaran kecil di luar lingkaran besar. (Tidak ada komentar untuk saat ini)

Kira-kira simbol tersebut mengisyaratkan bagaimana letak Indonesia yang berada pada titik yang sangat strategis, berada di titik temu 4 Benua, yaitu Australia, Amerika, Euro-asia, dan Afrika. Kemudian, panah-panah yang mengarah ke luar dari Indonesia mengisyaratkan bagaimana pentingnya posisi Indonesia bagi keberlangsungan hidup Bumi ini.

Bukan rahasia lagi bagaimana pentingnya lempengan, selat, yang terdapat di Indonesia seperti Wallace line dst. agar roda kehidupan Bumi ini tetap berputar. Seolah ingin meminta maaf kepada Bangsa Indonesia atas bencana-bencana alam, seperti tsunami, gempa, gunung meletus dst. yang terjadi akhir-akhir ini. Bumi ingin menyampaikan bahwa ia tidak benci kepada Bangsa ini.

Apakah crop circles itu adalah karya mahasiswa UGM, jejak pesawat UFO, ataukah adalah isyarat dari Bumi, wallahu`alam.

Hanya Allah SWT yang tahu.

Read Full Post »

Bagaimana dengan kemungkinan berikut:

Bumi ingin berkomunikasi melalui pelepasan panas (Landauer principle: setiap
satu bit informasi yang dilepas, terkait dengan pelepasan energi k*ln*T)

Seorang rekan mengatakan 80 persen crop circles adalah buatan manusia, tapi 20
persen adalah murni dari alam.

Di dalam Islam, tersirat Bumi adalah juga makhluk hidup seperti manusia; dapat
bicara dan berkomunikasi.

Video berikut menarik: http://youtu.be/N6QMxgWCtls

Seolah Bumi ingin curhat dan menunjukkan bagaimana ia bekerja lewat crop
circles.

Read Full Post »

Entanglement di silicon berhasil diimplementasikan oleh gabungan peneliti Universitas Oxford dan Universitas Keio.

Hasil ini dipublikasikan di nature:

http://www.nature.com/nature/journal/vaop/ncurrent/full/nature09696.html

dan juga New York Times:


http://www.nytimes.com/2011/01/25/science/25spin.html?_r=1

Read Full Post »

Read Full Post »

Video kartun yang tidak hanya sangat menghibur, tapi juga menyampaikan pesan yang dalam.

Silakan menikmati …

Read Full Post »

Tesis Ph.D

Tesis ini masih perlu banyak perbaikan, tapi insya Allah sudah layak untuk dibaca

http://agungtrisetyarso.com/thesis.pdf

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »