Video berikut menunjukkan bagaimana Al Qaeda hanyalah boneka
Di dalam fisika Newtonian, ada beberapa asumsi yang digunakan:
1. Sebagai partikel. Serumit apapun bentuknya, dinamika setiap benda dapat
disetarakan dengan dinamika sebuah partikel atau titik. Benda apapun; apakah itu
planet, mobil, pesawat dsb. Ada sebuah bagian dari benda yang berupa titik, yang
selalu merepresentasikan dari dinamika sebuah benda: yaitu TITIK MASSA.
2. Memiliki massa.
Dengan bermodalkan dua asumsi tersebut, maka dinamika sebuah benda dapat
diprediksi. Sebagai contoh, jika diberikan efek relativitas, Planet Merkuri
memiliki presisi perihelion, sebagaimana dijelaskan disini:
http://farside.ph.utexas.edu/teaching/336k/lectures/node129.html
—-
Dari Hukum Newton, sebuah partikel yang jatuh bebas atau hanya dipengaruhi gaya
gravitasi, memiliki jarak tempuh sebagai berikut: s(t)=s(t_{0})+((0.5)*9.8*t^2).
Jika awal benda tersebut diam, maka waktu tempuh dari sebuah benda yang jatuh
bebas adalah t=sqrt(2*s(t)/9.8).
Sekarang mari kita hitung untuk jarak tempuh: 417 m, 415 m, dan 226 m. Ketiganya
berturut-turut adalah tinggi WTC 1, WTC 2, dan WTC 7.
Sekarang mari kita hitung waktu tempuhnya:
Untuk 417 m, t=sqrt(2*417/9.8)= 9.2251 detik
Untuk 415 m, t=sqrt(2*415/9.8)= 9.2029 detik
Untuk 226 m, t=sqrt(2*226/9.8)= 6.7914 detik
Bandingkan dengan waktu runtuh WTC 1, WTC 2 dan WTC 7: 9 detik, 11 detik, dan
5.4 detik.
Berikut beberapa fakta yang harus dipertimbangkan:
1. Pada 9/11 2001, 2 pesawat menubruk 2 gedung, yaitu WTC 1 dan WTC 2.
2. Ketiga gedung tersebut adalah gedung dengan kerangka baja.
Salam,
Agung
— In ppi-jepang@yahoogroups.com, Rifki Muhida wrote:
> > Tentang Hukum Newton, mari kita kembali membuka diskusi
> > yang lalu2x (kalau masih berani): berapa waktu tempuh untuk
> > sebuah partikel yang jatuh bebas dari ketinggian 526.3 meter
> > (Ketinggian WTC 1)?
> >
>
> Buat pertanyaan saja nggak bisa, gimana mau nguji hehehe….dua gedung WTC itu
dianggap partikel, dasar orang gila….
>
> Rifki Muhida
>
Ditulis dalam Uncategorized | 1 Comment »
Video berikut menggambarkan bagaimana kejamnya Pemerintah AS terhadap orang yang tidak bersalah.
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Bom Marriott kemarin semakin menunjukkan siapakah para selebriti teroris yang sesungguhnya; kalau bom meledak pasti tokoh2x ini muncul : Sydney Jones dan AlChaidar. Tokoh2x ini mengetahui JI lebih dalam, bahkan lebih mengetahui JI dari Abu Bakar Baasyir, yang mereka tuduh sebagai ketua JI. Lagipula sekarang ini era media: manusia kebanyakan, seperti Sydney Jones, akan semakin girang kalau semakin sering masuk media, kena sorot kamera, dan diwawancara kemana-mana. Sydney Jones dkk jika dan hanya jika masuk media jika ada bom; selebihnya nyaris tidak mungkin, karena mukanya kalah dengan manohara.
Beberapa tahun yang lalu, Baasyir selalu jadi bulan-bulanan polisi. Setiap ditanya, Baasyir selalu menjawab dengan istiqomah, bahwa pelaku bom2x tersebut adalah musuh2x islam, bukan berasal dari umat Islam, sebagaimana terdapat disini:
http://www.antaranews.com/view/?i=1247823969&c=NAS&s
Bandingkan pula dengan wawancara disini:
http://www.youtube.com/watch?v=KWEhhlaQDHc
Setelah Baasyir ditangkap, nyatanya bom-bom tersebut masih berlangsung.
Memang yang paling gampang bagi kepolisian adalah menangkap lagi Baasyir, mengikuti saran Sydney Jones dkk.
Tapi, pertanyaannya, apakah penangkapan Baasyir benar2x akan menyelesaikan masalah? Jangan2x bom2x tersebut tidak ada hubungannya dengan Baasyir. Kalau begini keadaannya, maka kepolisian sudah dosa double : sudah menangkap kiai, plus pula mengulangi kebodohan yang lalu2x.
Ada baiknya kepolisian mulai merubah strategi: pihak2x yang girang dengan bom2x teroris haruslah menjadi incaran untuk diinterogasi.
Siapakah yang girang dengan bom teroris kemarin?
Baasyir? Jelas tidak, terlihat sekali yang bersangkutan marah2x, sebagaimana diekspresikan dari artikel di atas.
Pesantren Ngruki? Jelas tidak, karena dengan semakin tercapnya teroris pada sekolah mereka, maka peminat akan turun drastis, dan pemasukan juga turun.
Lalu siapa?
Tanpa bermaksud menuduh, mari kita pertimbangkan pihak2x berikut:
1. Musuh PSSI. Ya, jelas sekali, musuh-musuh PSSI merasa terancam jika MU berhasil silaturahmi dan mendidik PSSI. PSSI adalah macan yang tidur, dan sangat mungkin akan bangkit dan menjadi besar ketika Sir Alex Ferguson memberi saran2x jeniusnya kepada para pemain PSSI. Oleh karenanya, ada pihak2x yang tidak senang itu terjadi. Besar kemungkinan musuh2x PSSI ingin agar MU cukup bertanding di Malaysia saja, JANGAN SAMPAI MU menginjakkan kaki di Senayan … . Menurut skema ini, bisa saja intellectual dadder-nya adalah musuh2x PSSI.
2. Pihak2x yang tiba2x masuk televisi setiap bom teroris muncul. Yang jelas, tidak ada hubungan antara Dian Sastro dengan bom teroris; akan tetapi penampakkan Sydney Jones dan bom teroris adalah berbanding lurus. Apalagi yang bersangkutan mukanya pasti bangga dan bahagia, setiap kali muncul di televisi dengan menunjukkan bahwa teori dan prediksinya selalu benar mengenai JI. Oleh karenanya, polisi ada baiknya mem”bina” (baca: interogasi) yang bersangkutan, apakah yang bersangkutan terlibat dengan JI atau tidak.
Demikian dulu analisa sederhananya.
Wassalamu`alaykum ww
Agung
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Video ini menunjukkan bahwa Al-Qaeda adalah organisasi bentukan AS
Ditulis dalam Uncategorized | 5 Comments »
Video berikut mengenai interview Prof. Harrit dengan Russia Today sekitar penggunaan peledak, yang digunakan di keruntuhan WTC di 9 11 2001.
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Uang dan kekuasaan adalah sumber bagi kejahatan.
Itulah yang menggambarkan bagaimana motif dari keluarga Rothschild yang tega membunuh beberapa Presiden AS demi impian mereka menguasai Bank Sentral AS.
Silahkan simak video berikut:
Ditulis dalam Uncategorized | 1 Comment »
Rekan2x yth.,
Berikut wawancara dengan Prof. Niels H. Harrit dari Universitas Copenhagen (http://cmm.nbi.ku.dk/people/):
Dibawah ini adalah abstrak papernya.
Ditunggu kontribusi kawan2x se Tanah Air dalam membantu mengungkap kasus 9 11 ini.
Salam,
Agung
—
Active Thermitic Material Discovered in Dust from the 9/11 World Trade Center Catastrophe
pp.7-31 (25) Authors: Niels H. Harrit, Jeffrey Farrer, Steven E. Jones, Kevin R. Ryan, Frank M. Legge, Daniel Farnsworth, Gregg Roberts, James R. Gourley, Bradley R. Larsen
doi: 10.2174/1874412500902010007
Abstract
We have discovered distinctive red/gray chips in all the samples we have studied of the dust produced by the destruction of the World Trade Center. Examination of four of these samples, collected from separate sites, is reported in this paper. These red/gray chips show marked similarities in all four samples. One sample was collected by a Manhattan resident about ten minutes after the collapse of the second WTC Tower, two the next day, and a fourth about a week later. The properties of these chips were analyzed using optical microscopy, scanning electron microscopy (SEM), X-ray energy dispersive spectroscopy (XEDS), and differential scanning calorimetry (DSC). The red material contains grains approximately 100 nm across which are largely iron oxide, while aluminum is contained in tiny plate-like structures. Separation of components using methyl ethyl ketone demonstrated that elemental aluminum is present. The iron oxide and aluminum are intimately mixed in the red material. When ignited in a DSC device the chips exhibit large but narrow exotherms occurring at approximately 430 °C, far below the normal ignition temperature for conventional thermite. Numerous iron-rich spheres are clearly observed in the residue following the ignition of these peculiar red/gray chips. The red portion of these chips is found to be an unreacted thermitic material and highly energetic.
Keywords: JScanning electron microscopy, X-ray energy dispersive spectroscopy, Differential scanning calorimetry, DSC analysis, World Trade Center, WTC dust, 9/11, Iron-rich microspheres, Thermite, Super-thermite, Energetic nanocomposites, Nano-thermite
Affiliation: Department of Chemistry, University of Copenhagen, Copenhagen, DK-2100, Denmark.
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Ya, saya yakin itulah yang diucapkan oleh dua kelompok manusia di akhirat kelak, ketika mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan Allah SWT.
Kedua kelompok tersebut melakukan perbuatan berdasarkan pemahaman terorisme di 9 11 dilakukan oleh Muhammad Atta dkk.
Kelompok pertama adalah GW Bush, Obama dkk yang menyerang secara membabi buta di Afghanistan dan Irak dengan dasar terorisme di 9 11 adalah kerjaan Osama bin Laden.
Kelompok kedua adalah “mujahid frustasi” yang melakukan bom bunuh diri di kafe2x di Indonesia dan negeri2x muslim lainnya, dengan merasa mendapat pembenaran dari Osama bin Laden. Jelas sekali, ini tidak ada pembenarannya dalam islam, karena Rasulullah SAW bersabda:
“Haram pada seorang muslim terhadap muslim lainnya : Darahnya, kehormatannya, dan hartanya”
Bagi orang awam, kedua kelompok ini seolah sangat berbeda, tapi dalam sekelompok manusia, setidaknya seperti saya, kedua kelompok manusia ini pada hakikatnya sama, yaitu sama2x bodoh terhadap Hukum Newton, karena menganggap runtuhnya gedung WTC di 9 11 tahun 2001 adalah disebabkan ditubruk pesawat.
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Pak Pantur Silaban dulu pernah berkata:
” … yang utama adalah kejujuran, soal-soal mekanika kuantum adalah mudah, yang
sulit adalah jujur … publikasi akhir-akhir ini kalau dikumpulkan bisa
menyentuh bulan, tapi mungkin kemajuannya 0 …”
Ketika membaca artikel ini:
http://www.nature.com/news/2009/090615/full/news.2009.571.html
http://www.the-scientist.com/blog/display/55759/
(Dan, dengan mudah saya dapat membuat ratusan paper dengan cara begini:
http://apps.pdos.lcs.mit.edu/scicache/621/scimakelatex.96505.Agung+Trisetyarso.Seth+Lloyd.pdf)
Rasanya perkataan Pak Silaban menjadi relevan lagi.
Bahkan sebuah publikasi sampah saja, dengan bahasa yang indah2x dapat tembus
sebuah jurnal.
Sebaliknya, tidak sedikit karya brilian yang rejected, padahal di kemudian hari,
dampaknya luar biasa. Contoh yang paling jelas adalah karya Alexei Kitaev,
“Fault-tolerant quantum computation by anyons”
(http://arxiv.org/abs/quant-ph/9707021)
Saya tidak bermaksud untuk menafikkan pentingnya jurnal, tapi hendaknya
kontribusi kita jangan dibatasi oleh jurnal.
Mari kita berkarya sebanyak2xnya dengan jujur, tapi jangan kecewa jika karya
kita tersebut dicibir orang.
Orang2x terdahulu sudah banyak berkarya yang besar dan tidak sedikit dari mereka
yang masuk penjara bahkan nyawanya menjadi taruhan.
Tapi, tidak sedikit pula manusia yang berkarya kacangan tapi mendapatkan
pujian2x …
Jadi … sekali lagi … apa makna sebuah publikasi?
Salam,
Agung
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
