Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Januari 27th, 2011

Tulisan ini diawali dari keprihatinan atas begitu terburu-burunya LAPAN dan para cendikiawan yang menyimpulkan bahwa crop circles di Sleman adalah perbuatan manusia. Kesimpulan ini sangat menyesatkan dan berbahaya, mengingat polisi kelak akan menangkap korban tidak bersalah jika ternyata crop circles ini adalah fenomena alam alias bukan karya tangan manusia.

Memahami bahwa crop circles dibuat manusia, adalah sesuatu yang absurd. Dalam keadaan ekonomi yang begitu sulit seperti sekarang, apakah ada manusia superjenius mau menghabiskan waktu membuat crop circles yang memiliki simbol yang tidak populer seperti itu?

Begitu juga dengan memahami bahwa crop circles adalah jejak pesawat asing atau alien. Sulit dipercaya alien datang dari jauh, tapi begitu pemalu, mengunjungi Bumi dalam sekejap, tanpa bersilaturahmi kepada kita terlebih dahulu.

Tulisan berikut adalah hanya sebuah spekulasi dan mungkin tidak populer di masyarakat; dikalahkan oleh keyakinan bahwa mahasiswa UGM atau UFO yang membuat crop circles Sleman.

Bumi sebagai entitas yang hidup

Bumi selama ini dianggap oleh lazimnya manusia sebagai entitas yang mati, bodoh, dan diasumsikan tak akan pernah mencurahkan isi hatinya sekalipun umat manusia menebangi pohonnya, menghancurkan gunung-gunungnya, dan menjatuhkan berton-ton bom di atas tanahnya.

Asumsi ini sesungguhnya salah, karena kitab suci Al-Qur`an mengisyaratkan gunung, Bumi, dst. adalah juga makhluk hidup selayaknya kita; mereka bisa takut, berkomunikasi, dan seterusnya; hanyalah kita yang tak mampu memahami bagaimana ketakutan, kerisauan, dan komunikasi mereka.

“Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir .”

(QS. Al Hasyr: 21)

Sebagaimana makhluk hidup lainnya, Bumi memiliki rasa cinta, rasa benci, subyektif, dan ingin berbagi. Ingat, kita semua terdiri atas unsur Bumi, berasal dari Bumi, dan kelak kita semua akan kembali ke Bumi … bagaimana mungkin Bumi tidak ingin berkomunikasi dengan kita?

Sehingga, bagaimana jika crop circles tersebut adalah berasal dari panas yang dilepaskan Bumi yang tidak lain adalah sebuah bahasa isyarat dari Bumi kepada kita semua? Agaknya memang begitu, jika kita perhatikan crop circles yang natural, bukan buatan manusia, seolah mengisyarakatkan bagaimana hubungannya dengan Matahari dan tata surya sebagaimana dibahas di video berikut:

Menurut penulis, sangat mungkin bahwa crop circles adalah isyarat dari Bumi; ingat dalam “Landauer principle” bahwa pada setiap
satu bit informasi yang dilepas, terkait dengan pelepasan energi kT~ln~2. Padi-padi yang tertunduk rapih itu adalah akibat pelepasan panas Bumi dan memberikan semacam isyarat ke kita semua.

Isyarat macam apakah yang hendak disampaikan oleh Bumi? Roy Suryo berpendapat bahwa itu terkait dengan Muladhara Cakra. Setelah saya amati, memang agak mirip, tapi cukup jauh berbeda.

Mari kita pertimbangkan skenario berikut. Apa yang dipaparkan bukanlah sebuah kesimpulan, melainkan rangkaian pertanyaan-pertanyaan yang semoga membantu kita memahami isyarat yang dicoba disampaikan oleh Bumi.

Simbol tersebut terdiri atas:

1. Lingkaran besar. Apakah ini merepresentasikan Bumi?
2. 4 lingkaran di dalam lingkaran besar yang saling beririsan. Apakah ini merepresentasikan 4 Benua: Amerika, Eurasia, Australia, dan Afrika?
3. 8 panah; terbagi atas dua jenis:
a. 4 panah seperti ikan
b. 4 panah berekor
Apakah ini merepresentasikan arah angin?
4. Bundaran hitam di tengah.
Apakah ini merepresentasikan Indonesia?
5. Dua lingkaran kecil di luar lingkaran besar. (Tidak ada komentar untuk saat ini)

Kira-kira simbol tersebut mengisyaratkan bagaimana letak Indonesia yang berada pada titik yang sangat strategis, berada di titik temu 4 Benua, yaitu Australia, Amerika, Euro-asia, dan Afrika. Kemudian, panah-panah yang mengarah ke luar dari Indonesia mengisyaratkan bagaimana pentingnya posisi Indonesia bagi keberlangsungan hidup Bumi ini.

Bukan rahasia lagi bagaimana pentingnya lempengan, selat, yang terdapat di Indonesia seperti Wallace line dst. agar roda kehidupan Bumi ini tetap berputar. Seolah ingin meminta maaf kepada Bangsa Indonesia atas bencana-bencana alam, seperti tsunami, gempa, gunung meletus dst. yang terjadi akhir-akhir ini. Bumi ingin menyampaikan bahwa ia tidak benci kepada Bangsa ini.

Apakah crop circles itu adalah karya mahasiswa UGM, jejak pesawat UFO, ataukah adalah isyarat dari Bumi, wallahu`alam.

Hanya Allah SWT yang tahu.

Iklan

Read Full Post »