Feeds:
Pos
Komentar

kSalah satu masalah matematika dan logika yang masih sulit terpecahkan adalah Goedel`s Incompleteness Theorem. Teorema ini menarik, karena memiliki implikasi serius tidak hanya di matematika, tapi juga ilmu komputer dan juga teologis. Tentu saja, saya termasuk yang sangat ignorant terkait teorema ini, jauh dari kemampuan memecahkan Tapi, mari kita coba diskusikan: Benarkah teorema ini mengajarkan atheisme? Alih-alih mengajarkan atheisme, saya pribadi mendapatkan teorema ini mungkin mampu memecahkan perdebatan teologis sejak era Aristoteles.

Terdapat dua macam paradoks yang dapat diturunkan dari teorema ini, yaitu Epimenides paradox dan Omnipotence paradox. Dapat ditunjukkan dengan mudah, bahwa solusi Epimenides paradox adalah Schroedinger cat, |\psi\rangle = \frac{1}{\sqrt{2}}\left(|0\rangle+|1\rangle\right). Tapi, bagaimanakah dengan solusi Omnipotence paradox? Ada sedikit masalah di sini, yaitu jika kita menjadikan Schroedinger cat sebagai solusi, maka prinsip Omnipotence akan terlanggar, mengingat constraint dari bobot di Hilbert space adalah \sum_{i}a_{i}=1. Sehingga, keadaan dalam Hilbert space yang paling konsisten adalah |\psi\rangle = \{0,\infty\}. Mungkin ada yang bertanya apakah makna teologis-nya? Yang paling dekat adalah, cmiiw,  |\psi\rangle = 0 ketiadaan Tuhan, sedangkan |\psi\rangle = \infty dekat dengan konsep Aristotelian tentang Tuhan. Mungkin kemudian kaum anti-Aristotelian (sebutlah dengan Ghazalian) bertanya, apakah ada solusi Hilbert space bagi Omnipotence paradox? Sebutlah solusinya menjadi |\psi \rangle = \{x|(0,\forall x \in X\exists x'\sim \zeta,\infty)\} di mana \zeta adalah solusi Omnipotence paradox di Hilbert space. Ini tantangan menarik, karena sejauh ini definisi yang kita punya tidak memungkinkan keadaan di Hilbert space memenuhi kaidah Omnipotence. Mungkin suatu saat akan ada representasi matematika yang memenuhi kaidah tersebut. Jika ada, gambaran solusi untuk Omnipotence paradox akan menarik: Jika solusi untuk Epimenides paradox adalah suatu keadaan pada Bloch sphere, kemudian representasi geometri apakah yang tepat bagi Omnipotence paradox?

Updated 9 Juni 2016: Solusi untuk Omnipotence paradox | \psi \rangle = \sqrt{x^{2}+y^{2}}|x\rangle |y\rangle dimana 0 \leq \sqrt{x^{2}+y^{2}} \leq 1.

Les Paul

https://en.wikipedia.org/wiki/Les_Paul

ttp://tensymp2016.org/speakers/tutorials/

20160510_113827

Screenshot 2016-04-29 18.21.43

20160510_132446

 

 

13129448_1604485463212155_504971271_n

@DAMTP Cambridge

Bersama Prof. Richard Jozsa

20160414_125255

 

20160416_190404

 

Interesting!

Gödel's Lost Letter and P=NP

laci

Lszl Babai is one of the world experts on complexity theory, especially related to groups and graphs. He also recently won the 2015 ACM Knuth Prize, for which we congratulate him.

Today we wish to discuss a new result that he has announced that will place graph isomorphism almost in polynomial time.

Lihat pos aslinya 653 kata lagi

Speaker at Binus

http://dcs.binus.ac.id/2016/01/15/networking-dinner-and-info-session/

czkmjdvuuaiqqkf

Committee at TENSYMP2016

http://tensymp2016.org/program/organising-committee/