Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2008

Skema Gak Enak Amrik

Skema 1: Obama jadi Presiden. Tetapi sayangnya, banyak sekali yang tak suka; bahkan seorang peraih Nobel Prize saja sudah merasakan itu.

(http://www.dailymail.co.uk/news/article-513512/They-kill-Obama-US-president-Outcry-Nobel-Prize-winners-assassination-warning.html)

Yang tidak suka Obama banyak sekali, sayangnya justru dari kalangan militan (yang bertindak tanpa berakal sehat); baik militan kulit putih maupun militan Islam. Golongan pertama tidak suka karena dengki melihat seorang kulit hitam dan masih muda pula, bisa menjadi Presiden di Amrik. Golongan kedua tidak suka melihat seseorang yang murtad dari Islam.

(Silakan coba Googling: “Kill Obama”)

Ketika Obama dibunuh, maka dampaknya bisa kemana-mana; dapat terjadi kerusuhan rasial di Amrik, atau jika yang membunuh adalah dari kalangan muslim, maka dapat ditunggangi oleh kelompok Bush untuk kembali menyerang negeri-negeri Islam.

Skema 2: John McCain jadi Presiden.

Skema ini sudah jangan ditanya, mengingat yang bersangkutan adalah pro-perang dan juga sudah uzur.

Read Full Post »

Ceramah Pak Athian

Ceramah Pak Athian di Tokyo beberapa waktu lalu dapat juga disimak via alamat ini:

http://www.imeem.com/people/8wJfoyF/music/fd68r07J/me_pengantarmp3/
http://www.imeem.com/people/8wJfoyF/music/zDFxiP10/pak_athian_ali_ceramah_1mp3/
http://www.imeem.com/people/8wJfoyF/music/6QrJlaE1/pak_athian_ali_ceramah_2mp3/

Read Full Post »

http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&nid=5373

Menjadi Pengemis seperti Cak To masih jauh lebih bagus daripada
menjadi Pengemis yang menjual-jual aset-aset negara atau menjadi
peminta-minta kepada IMF, World Bank dkk.

Orang seperti Cak To adalah pengemis yang masih dapat dipahami,
mengingat yang bersangkutan harus menghidupi anak dan istri; tapi
pengemis jenis kedua adalah mereka yang bergelar sarjana tapi memilih
menjadi pengemis demi mendapat komisi dari penjualan aset negara, calo
perusahaan asing atau menambah hutang ke negara lain.

Pengemis seperti Cak To terbentuk karena pengemis-pengemis yang
kebanyakan ekonom tersebut; pengemis-pengemis bergelar ekonomi ini
mengikuti pesanan-pesanan IMF, World Bank dkk dengan menghilangkan
subsidi-subsidi barang-barang yang sangat dibutuhkan rakyat seperti
(BBM, Pupuk dsb), sehingga rakyat tercekik. Petani tercekik, Pedagang
tercekik, sehingga mereka diharuskan menjadi pengemis dan TKI.

Jadi, jangan salahkan manusia seperti Cak To; yang salah itu
gerombolan pengemis seperti Mbak Sri.

Gerombolan pengemis ekonom itu dibenahi dulu, sehingga orang seperti
Cak To tak muncul lagi.

Read Full Post »

Jika saya Habib Rizq, saya akan berkoalisi dengan Cak Imin (Muhaimin Iskandar).

Koalisi Cak Imin-Habib Rizq akan strategis sekali; Cak Imin akan menggempur Gus Dur di parlemen, sedangkan Habib Rizq akan menggempur Gus Dur di level grass root. Sehingga, yang akan kita saksikan adalah Gus Dur dan kawan-kawan kelimpungan menghadapi serangan bertubi-tubi.

Read Full Post »

Suatu ketika, saya pernah bersilaturahmi dengan seorang Marbot dan Ustadz Ahli Subuh (yaitu mereka yang tak pernah ketinggalan shalat Subuh berjamaah) dan saya bertanya mengenai aktivis FPI dan AKKBB yang kerjaannya teriak-teriak di jalan.

Kata Marbot tersebut dengan enteng … “… Mereka kebanyakan sama aje, Gung … Subuhnya kesiangan melulu … makanya yang disuarakan hawa nafsu saja … “

Read Full Post »

Oprek Streaming

Saya tadinya mau bikin streaming metro tv, eh tahunya dapat tv siaran langsung dari Euro 2008; gambarnya lumayan bagus lagi.


http://cubacuba03.blogspot.com/2008/06/metro-tv.html

Lumayan, untuk nungguin subuh. 😀

Read Full Post »

Nonton RCTI

Berhubung imediabiz menghilangkan channel RCTI, mungkin link berikut dapat dicoba:

http://cubacuba03.blogspot.com/2008/06/rcti.html

Silakan dilihat via full screen.

Tapi mohon maaf kalau tidak stabil.

Read Full Post »

Rekan saya di suatu milis mengatakan, bahwa Pak Dahlan Iskan pernah mengusulkan lumpur lapindo menjadi salah satu keajaiban dunia.

http://www.jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=2688

Berikut artikelnya:

Menjadikan Semburan Lumpur Daya Tarik Tingkat Dunia

OLEH: Dahlan Iskan

MEMBICARAKAN bagaimana cara menutup semburan lumpur Lapindo tampaknya sudah tidak relevan lagi. Terutama ketika masalah sosial yang ditimbulkannya hampir terselesaikan. Juga, berbagai upaya ternyata sudah dilakukan dan tidak ada gunanya. Memang masih ada banyak saran yang disampaikan. Tapi, semuanya hampir tidak mungkin dilakukan lantaran terlalu mahal.

Kalau masih harus membicarakan lumpur Lapindo, sebaiknya mulai beralih ke agenda ini: akan diapakan lokasi itu. Terutama setelah melihat dalam beberapa bulan terakhir tidak ada tanda-tanda membesarnya semburan itu. Belakangan saya sering lewat memutar di atasnya dan selalu saja saya melihat tidak ada tanda-tanda gejolak baru.

Tapi, untuk membicarakan akan diapakan lokasi itu tentu masih harus dilihat dulu siapa yang berhak atas pengelolaan wilayah tersebut. Pemda Sidoarjo? Pemda Jatim? Pemerintah pusat? Bakrie Group?

Dua minggu lalu saya diajak makan malam oleh seorang menteri luar negeri dari negara tetangga yang lagi berkunjung ke Surabaya. Meski tidak beragama Islam, siang harinya dia berziarah ke makam Sunan Ampel, lalu sorenya menemui pengusaha-pengusaha dari negaranya dan malamnya mengundang kami makan malam. Di samping kiri saya ada Alim Markus, chairman Maspion. Di samping kanan saya ada Pak Sigit dari Kadin. Lalu ada bos Bogasari Herman Juhar, bos Surya Inti Henry Gunawan, bos Bank Ekonomi Group dan bos Sekar Group.

Kami berbicara banyak hal, termasuk lumpur Lapindo. Topik pembicaraan adalah: bagaimana seharusnya orang Jatim menyikapi lumpur itu. Kesimpulannya, kini sudah saatnya membalik berita-berita tragedi, sedih, dan bencana itu menjadi berita baik. Sudah terlalu jelek nama Jatim di dunia luar. Apalagi nama Sidoarjo. Sudah terlalu lama kita bersedih, berduka, dan menangis untuk lumpur Lapindo. Tapi, air mata sebanyak lumpur Lapindo pun tidak akan mampu mengubah bencana itu.

Sudah saatnya kita mengusap air mata, meski tetap harus memperjuangkan mati-matian nasib penduduk yang terkena dampak lumpur itu, baik langsung maupun tidak langsung. Sebagai seorang asing yang tidak terikat oleh emosionalitas peristiwa itu, Menlu tersebut, secara pribadi, punya pandangan yang agak berbeda dengan umumnya kita.

Peristiwa di Sidoarjo itu dinilai sangat langka. Di seluruh dunia hanya terjadi di Sidoarjo ini. Seluruh dunia justru harus tahu ini. Harus tahu bahwa kalau mau melihat fenomena bumi yang ajaib dan hanya terjadi di satu tempat, datanglah ke Sidoarjo. Kini rasa malu bahwa daerah kita terkena musibah itu sudah harus diakhiri. Harus diubah menjadi bangga.

Caranya dengan membuat desain khusus yang bisa memanfaatkan lokasi itu untuk apa saja yang punya daya tarik tingkat dunia. Wisatanya, kajian ilmiahnya, historisnya, dan seterusnya. Film-film awal lumpur itu, penderitaan masyarakatnya, contoh-contoh lumpurnya, apa saja kandungannya, di mana saja peristiwa serupa pernah terjadi dan banyak lagi yang harus dipajang di lokasi.

Tapi, siapa yang harus mulai bicara ini? Inikah cara buat Sidoarjo untuk bangkit lebih hebat dari sebelum lumpur? (*)

Read Full Post »

Ketakutan

Mementingkan makhluk dzhalim daripada Khaliq …

http://edition.cnn.com/2008/POLITICS/06/04/obama.victory/index.html

Read Full Post »

Dua orang Habib saling berdiskusi.

Seorang Habib diantara mereka berkata, “Habib, agaknya kalau kita membuka FPI cabang Jepang, aktivitas kita akan banyak sekali.”

Habib yang satu menjawab, “Kita sudah punya FPI cabang Jepang … ”

Habib yang tadi bertanya spontan tersentak, “Oyaa … ?!”

Habib yang tadi kemudian meneruskan, “Ya, FPI cabang Jepang adalah Fersatuan Pelajar Indonesia cabang Jepang atau FPI-Jepang … ”

http://groups.yahoo.com/group/ppi-jepang/

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »