Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Oktober 2nd, 2009

Read Full Post »

Kita mulai dari definisi “conspiracy”:
——

conspiracy |kənˈspirəsē|
noun ( pl. -cies)
a secret plan by a group to do something unlawful or harmful : a conspiracy to destroy the government. See note at plot .
• the action of plotting or conspiring : they were cleared of conspiracy to pervert the course of justice.

—–

Berdasarkan definisi tersebut, kita dapat memberikan label beberapa kegiatan dengan konspirasi.

1. Rencana mencopet di metro mini oleh sekelompok lelaki. Ini adalah konspirasi, karena ada unsur melawan hukum dan membuat kerusakan yang dilakukan sekelompok orang.

2. Rencana membom oleh sekelompok teroris. Ini juga konspirasi.

Ketika Polisi atau Kriminolog membuat hipotesa bahwa bom mariott kemarin termasuk nomor dua, maka keduanya telah masuk “Conspiracy Theorists”.

Teori konspirasi kini macam2x. Ada yang berpendapat bahwa umat manusia kini dijajah oleh makhluk dari planet lain, dsb. Tentu kita tidak berminat dengan teori konspirasi yang aneh2x; tapi, mengatakan bahwa conspiracy theorists adalah orang yang kalah adalah naif, karena adanya sekelompok manusia yang membuat rencana untuk membuat kerusakan adalah keniscayaan.

Kalau yang membuat kerusakan cuma para copet kelas coro, kerusakannya tidak seberapa. Tapi, bayangkan jika yang membuat kerusakan adalah mereka yang memiliki kekuatan politik, kekuatan intelektual, kekuatan militer, dan kekuatan dana. Semakin tingginya kekuatan2x tersebut untuk mendukung konspirasi mereka, maka daya rusaknya juga semakin dahsyat.

Contoh yang paling bagus adalah kasus 11 September 2001 (WTC 9/11). Ini adalah termasuk konspirasi terbesar sepanjang sejarah.

Sebetulnya ini sudah sering diulas, tapi akan saya akan ulas lagi sebagai review.

Propaganda mengenai WTC 9/11:

1. Ada 2 pesawat menubruk 2 gedung.
2. 2 gedung runtuh di New York.
3. Pelakunya adalah Al-Qaidah yang merencanakan dari gua2x di Afghanistan.

Realita:

1. 2 pesawat menubruk 2 gedung.
2. 3 gedung runtuh.
3. Bukti2x ilmiah dan empirik menunjukkan secara tidak langsung, pelakunya merencanakan peristiwa tersebut dari New York dan Washington. Keberadaan nano-thermite yang berton-ton untuk menghancurkan 3 gedung WTC, kecepatan runtuh WTC yang mendekati free-fall, dan rudal di Pentagon, jika dan hanya jika dimungkinkan dapat terwujud oleh manusia2x penguasa di New York dan Washington.

Jika begitu, rasanya tidak relevan mengaitkan percaya dengan teori konspirasi dengan sifat pecundang; justru mereka yang tidak percaya dengan teori konspirasilah yang merupakan manusia2x pecundang sejati, karena mereka bersikap masa bodoh terhadap realita, menutup mulut terhadap kebenaran, atau bahkan menjadi pelacur2x intelektual demi langgengnya para penguasa yang zhalim, dengan membiarkan para penguasa2x tersebut melancarkan konspirasi2x jahatnya.

Read Full Post »