Insya Allah ini baru permulaan, bukan akhir !
Archive for Oktober, 2009
Kontribusi saya
Posted in Uncategorized on Oktober 7, 2009| Leave a Comment »
Berdiri dihadapan Rabb
Posted in Uncategorized on Oktober 6, 2009| Leave a Comment »
” … Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya …” (Al-Baqarah : 45-46)
Saudara-saudara dan rekan-rekanku,
Di dalam keyakinan kita, setiap dari kita kelak akan mempertanggungjawabkan apa yang kita perbuat dihadapan Tuhan. Setiap ruh akan datang bershaf-shaf kepada Tuhan dan satu persatu mempresentasikan apa yang telah kita perbuat selama hidup.
“Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.” (An-Naba : 38)
“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing). Dan terang benderanglah bumi (padang mahsyar) dengan cahaya (keadilan) Tuhannya; dan diberikanlah buku (perhitungan perbuatan masing-masing) dan didatangkanlah para nabi dan saksi-saksi dan diberi keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dirugikan.” (Az-Zumar : 68-69)
Pada hari tersebut, tangan dan kaki bahkan akan bersaksi akan amal-amal yang telah kita perbuat,
” … Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan …” (Yasin : 65)
Dapat dibayangkan, betapa lamanya kita berdiri dihadapan Allah SWT; kalau kita diberi umur 60-an tahun, maka bisa jadi selama itu pula kita berdiri dihadapan Allah SWT. Karena jika setiap amal butuh alasan, bisa jadi kita akan berdiri dihadapan Allah SWT lebih lama dari 60 tahun (jika umur di dunianya 60 tahun).
Sebagaimana presentasi di dunia yang akan gagal karena tidak dipersiapkan, begitu juga kelak akan ada presentasi di akhirat yang gagal, disebabkan yang bersangkutan tidak mempersiapkan presentasinya dengan baik.
” … Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini), dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku, Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberi manfa’at kepadaku. Telah hilang kekuasaanku dariku … ” (Al : Haaqah : 25-29)
Ini berbeda dengan mereka yang telah mempersiapkan presentasi dihadapan Rabb-nya jauh-jauh hari; mereka akan mengalami hisab yang mudah.
” … Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah, dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. ” (Al-Insyiqaq : 7-9)
” … Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata: “Ambillah, bacalah kitabku (ini)”. Sesungguhnya aku yakin, bahwa sesungguhnya aku akan menemui hisab terhadap diriku. Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai, dalam surga yang tinggi. Buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari- hari yang telah lalu”. (Al-Haaqah : 19-24)
Latihan ini dilakukan dengan cara shalat.
Shalat pada hakikatnya adalah latihan untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita perbuat dihadapan Allah SWT; maka dari itu ciri kekhusyukan dalam shalat adalah kita dapat merasakan sedang berada di depan Tuhan, atau setidaknya sedang berada dalam pengawasan-Nya, dan meyakini bahwa pasti akan bertemu dan kembali kepada-Nya.
” … Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya …” (Al-Baqarah : 45-46)
Rasulullah SAW bersabda, “Ihsan adalah hendaknya engkau menyembah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, jika tidak melihat-Nya engkau senantiasa dilihat oleh-Nya.”
Semakin sadarnya kita akan saat-saat yang mengerikan, mendebarkan, dan menentukan ketika hari hisab, hari perhitungan, maka semakin pula kita akan sadar untuk meningkatkan kekhusyukan dalam shalat.
Oleh karenanya, mari kita bayangkan Hari Perhitungan tersebut dalam setiap shalat kita; bahwa setiap bacaan adalah presentasi, pertanggungjawaban dihadapan Rabb, Tuhan semesta alam. Kalau pun kini kita hanya butuh 5-10 menit ketika berdiri dalam shalat, itu masih tidak ada apa-apanya dibandingkan kelak kita harus berdiri selama puluhan, bahkan ratusan, ribuan tahun, tanpa istirahat di padang mahsyar nanti.
Bersikap Adil Memang Sulit
Posted in Uncategorized on Oktober 3, 2009| Leave a Comment »
“Bersikap adil-lah, karena ia mendekatkan kepada ketakwaan”(Al-Maidah:8)
Seringkali perkataan tersebut digunakan dalam konteks poligami, yaitu bahwa bersikap adil kepada beberapa istri itu sangat sulit.
Hari ini, saya baru paham bahwa bersikap adil itu memang sangat sulit; bukan dalam konteks poligami, tapi dalam konteks bersikap adil terhadap diri sendiri.
Dalam suatu kesempatan, KH. Zainuddin MZ pernah mengingatkan, bahwa waktu yang diberikan oleh Allah SWT, hendaknya dibagi kepada tiga:
1. Waktu untuk beribadah kepada Allah SWT.
2. Waktu untuk keluarga.
3. Waktu untuk diri sendiri.
Adil dalam konteks ini yaitu dapat adil dalam membagi waktu yang ada dalam tiga bagian tersebut; Allah SWT, keluarga, dan kita sendiri punya hak atas waktu kita.
Ketika ada seorang anak adam gagal bersikap adil terhadap waktu2x-nya, maka besar kemungkinan ia akan tergelincir kepada kerugian. Semisal, ia sangat egois sehingga mendahulukan diri sendiri di atas keluarga bahkan Tuhannya, sangat mungkin keluarganya hancur dan bahkan terjerembab di jurang kesesatan.
Manusia di zaman seperti ini, sangat dituntut oleh pekerjaan. Pekerjaan menguras otak dan fikiran, hingga seringkali sangat sulit untuk bersikap adil terhadap Tuhan dan keluarga. Kalau tidak salah, di Jepang ini tingkat kelahiran sangat rendah, yang merupakan indikasi bahwa kepentingan keluarga sudah sangat dikesampingkan.
Begitu juga, tidak ada alokasi waktu yang memadai untuk berhubungan dengan Sang Khaliq, hingga banyak manusia yang frustasi dan tidak sedikit yang berujung bunuh diri. Di hari ini banyak manusia yang gagal menemukan kenikmatan beribadah; hidupnya kering ruhani. Pencapaian materi memang tinggi, tapi kosong dari makna.
Mari kita memohon kepada Allah SWT, agar kita diberikan kemampuan untuk bersikap adil terhadap diri kita.
Belajar semiconductor tanpa persamaan
Posted in Uncategorized on Oktober 2, 2009| Leave a Comment »
“Conspiracy Theorists” bukan Losers (Pecundang)
Posted in Uncategorized on Oktober 2, 2009| 3 Comments »
Kita mulai dari definisi “conspiracy”:
——
conspiracy |kənˈspirəsē|
noun ( pl. -cies)
a secret plan by a group to do something unlawful or harmful : a conspiracy to destroy the government. See note at plot .
• the action of plotting or conspiring : they were cleared of conspiracy to pervert the course of justice.
—–
Berdasarkan definisi tersebut, kita dapat memberikan label beberapa kegiatan dengan konspirasi.
1. Rencana mencopet di metro mini oleh sekelompok lelaki. Ini adalah konspirasi, karena ada unsur melawan hukum dan membuat kerusakan yang dilakukan sekelompok orang.
2. Rencana membom oleh sekelompok teroris. Ini juga konspirasi.
Ketika Polisi atau Kriminolog membuat hipotesa bahwa bom mariott kemarin termasuk nomor dua, maka keduanya telah masuk “Conspiracy Theorists”.
Teori konspirasi kini macam2x. Ada yang berpendapat bahwa umat manusia kini dijajah oleh makhluk dari planet lain, dsb. Tentu kita tidak berminat dengan teori konspirasi yang aneh2x; tapi, mengatakan bahwa conspiracy theorists adalah orang yang kalah adalah naif, karena adanya sekelompok manusia yang membuat rencana untuk membuat kerusakan adalah keniscayaan.
Kalau yang membuat kerusakan cuma para copet kelas coro, kerusakannya tidak seberapa. Tapi, bayangkan jika yang membuat kerusakan adalah mereka yang memiliki kekuatan politik, kekuatan intelektual, kekuatan militer, dan kekuatan dana. Semakin tingginya kekuatan2x tersebut untuk mendukung konspirasi mereka, maka daya rusaknya juga semakin dahsyat.
Contoh yang paling bagus adalah kasus 11 September 2001 (WTC 9/11). Ini adalah termasuk konspirasi terbesar sepanjang sejarah.
Sebetulnya ini sudah sering diulas, tapi akan saya akan ulas lagi sebagai review.
Propaganda mengenai WTC 9/11:
1. Ada 2 pesawat menubruk 2 gedung.
2. 2 gedung runtuh di New York.
3. Pelakunya adalah Al-Qaidah yang merencanakan dari gua2x di Afghanistan.
Realita:
1. 2 pesawat menubruk 2 gedung.
2. 3 gedung runtuh.
3. Bukti2x ilmiah dan empirik menunjukkan secara tidak langsung, pelakunya merencanakan peristiwa tersebut dari New York dan Washington. Keberadaan nano-thermite yang berton-ton untuk menghancurkan 3 gedung WTC, kecepatan runtuh WTC yang mendekati free-fall, dan rudal di Pentagon, jika dan hanya jika dimungkinkan dapat terwujud oleh manusia2x penguasa di New York dan Washington.
Jika begitu, rasanya tidak relevan mengaitkan percaya dengan teori konspirasi dengan sifat pecundang; justru mereka yang tidak percaya dengan teori konspirasilah yang merupakan manusia2x pecundang sejati, karena mereka bersikap masa bodoh terhadap realita, menutup mulut terhadap kebenaran, atau bahkan menjadi pelacur2x intelektual demi langgengnya para penguasa yang zhalim, dengan membiarkan para penguasa2x tersebut melancarkan konspirasi2x jahatnya.



