Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Selalu saja pendapat pakar yang satu ini dekat dengan hati rakyat:

http://perspektif.net/indonesian/article.php?article_id=876

Menurut Rizal, persoalan kita sebenarnya sangat sederhana, karena produksi minyak pada pemerintahan Presiden SBY anjlok sampai 300rb barrel. Sementara kita import sampai 300rb barrel melalui mafia di Singapura, dimana para mafia tersebut mengambil untung sampai 2 dollar/barel atau Rp. 6 Milyar sehari. “kenapa Presiden nggak berani sama mafia tapi berani sama rakyat?”, ujar pendiri Econit ini.

Bukan cuma melontarkan kritik tanpa solusi, Rizal juga memberikan berbagai alternatif cara untuk mengatasi persoalan pelik ini tanpa menaikan harga BBM. Antara lain:

  1. Pemerintah harus mengurangi subsidi untuk bank rekapitalisasi sebesar Rp.30 Trilyun. Karena bunga bank rekap hanya dinikmati oleh orang-orang yang super kaya.
  2. Benahi inefisiensi di PLN dan Pertamina, karena biaya produksi Pertamina sangat mahal dan banyak mafianya.
  3. Kita menaikan produksi minyak dengan cara membubarkan BP Migas.
  4. Harus ada visi ke depan, dan tidak bisa hanya memakai visi ala mahasiswa kos-kosan. Karena bagi Rizal, pemerintah sekarang persis mahasiswa kos-kosan yaitu selalu utang, privatisasi BUMN dan menaikan BBM.
  5. Negosiasi utang luar negeri seperti pemerintahan Argentina.

Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tahun ini sebesar Rp.14-17 Trilyun dan Rp.52 Trilyun pada tahun 2009, dinilai Ketua Komite Bangkit Indonesia ini sebagai ‘suap politik’ supaya Presiden Yudhoyono bisa terpilih kembali. Jika dana BLT itu dibuat irigasi atau membangun jalan, maka akan memiliki nilai tambah sampai 3-4 kali lipat. “jadi ini lebih kental nilai politiknya”, tutur Rizal.

Read Full Post »

Minumlah Kopi

Minumlah kopi, karena itu adalah kebiasaan dan anjuran dari orang-orang shaleh.

Silakan lihat kajiannya di:

http://www.alshindagah.com/mayjun2005/coffee.html

Read Full Post »

Abad ini seolah mengulangi kesalahan-kesalahan fatal yang pernah terjadi di abad-abad sebelumnya.

Tahun 2002, atas alasan yang tak jelas, negara adikuasa bernama Amerika Serikat menghancurkan dan menjajah dua negeri kecil, yaitu Afghanistan dan Irak. Seolah mereka tak sadar, bahwa dengan dalih menyelematkan demokrasi dan kebebasan, mereka telah menghancurkan nilai-nilai demokrasi, kebebasan dsb itu sendiri. Entah setan apa yang merasuki mereka, sehingga mereka tak bisa belajar dari sejarah.

Kini, tahun 2008, terjadi lagi pengulangan pemasungan kebebasan berpendapat; seolah bencana yang menimpa Galileo tak bisa dijadikan pelajaran.

Seseorang yang bersuara agak berbeda mengenai teori evolusi, yang bernama Adnan Oktar, dipenjara hanya disebabkan bersuara agak lain dari konsensus mengenai biologi.

Sebutlah, kalaupun beliau berpendapat ngawur mengenai biologi, apakah layak dijebloskan ke penjara?

Saya ndak pernah dengar misal seorang yang bicara ngawur tentang fisika, elektro dsb dijebloskan ke penjara; kenapa biologi agak berbeda sendiri?

Manusia agaknya tak pernah bisa mengambil pelajaran dari sejarah …

Sumber:

http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=6905&Itemid=1

http://en.wikipedia.org/wiki/Harun_Yahya

http://www.reuters.com/article/artsNews/idUSL0992091620080509?sp=true

Read Full Post »

Kemarin saya menjenguk salah seorang rekan kita yang mengalami kecelakaan kerja di Jepang. Kecelakaannya cukup fatal, mengakibatkan satu-dua ruas jari kanannya terpotong. Namun demikian, tangan beliau masih berfungsi dengan baik, terutama untuk menulis.

Yang membuat saya kagum, selain bahwa beliau tetap memiliki semangat hidup yang sangat tinggi, adalah pemerintah Jepang yang tidak merampas hak-hak yang seharusnya diberikan kepada yang bersangkutan; selain asuransi yang jumlahnya cukup besar, gaji dsb juga tetap ditunaikan.

Mungkin kisah ini harus diekspos, bahwasannya nasib rekan-rekan Pahlawan devisa ini tidak selalu mengenaskan; banyak juga yang membawa berita yang sangat gembira.

Read Full Post »

Jika ingin menilai diri sendiri, terutama ingin menjelek-jelekan binti mengutuk, ada baiknya perlu diperjelas, dengan parameter apa kita ingin mengutuk diri sendiri.

Kini, bangsa kita seringkali doyan mengutuk diri sendiri; sekarang mari kita ambil kaca, dan mencoba melihat seburuk apa bangsa kita.

Pertama, mari kita coba lihat dari parameter ekonomi.

Konon kabarnya, salah satu parameter baik-buruknya suatu bangsa dilihat dari GDP-nya. Sekarang mari kita coba-coba main2x dengan google, “GDP #nama negara#”

Kira-kira berikut hasilnya:

1. United States — GDP: $13.13 trillion (2006 est.) (purchasing power parity)

2. China — GDP: $10.17 trillion (2006 est.) (purchasing power parity)

3. Japan — GDP: $4.218 trillion (2006 est.) (purchasing power parity)

4. India — GDP: $4.156 trillion (2006 est.) (purchasing power parity)

5. United Kingdom — GDP: $1.93 trillion (2006 est.) (purchasing power parity)

6. Germany — GDP: $2.63 trillion (2006 est.) (purchasing power parity)



??. Indonesia — GDP: $948.3 billion (2006 est.) (purchasing power parity)

??. Netherlands — GDP: $529.1 billion (2006 est.) (purchasing power parity)

??. Singapore — GDP: $141.2 billion (2006 est.) (purchasing power parity)

Kesimpulannya, agaknya negeri kita dari segi ekonomi gak buruk-buruk amat; karena dari GDP bahkan masih lebih baik dari Singapura dan Belanda. (Sekalipun tentu distribusi kemakmurannya bangsa kita masih agak kalah …)

(Rujukan lain: http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_GDP_(nominal) )

Kedua, mari kita lihat se-tidak aman apakah negeri kita?

Saya merujuk ke http://www.visionofhumanity.org/gpi/results/rankings.php

Ternyata, Indonesia menempati ranking-69, jauh di atas Amerika Serikat dan India.

Jadi, ternyata negeri kita gak buruk-buruk amat …

Read Full Post »

Angka “133” adalah bukti kemenangan konspirasi para spekulan raksasa atas umat manusia di segenap pelosok muka bumi sekarang ini; mereka dengan seenaknya dapat mempermainkan perut 6 miliar umat manusia.

Kenaikan minyak s/d 133 USD jelas bukan karena supply and demand; sehingga tepat OPEC untuk menolak meningkatkan produksi minyak. Ini adalah ulah keterlaluan para spekulan, yang mempermainkan komoditas minyak, serupa juga dengan beras dsb.

Dan, yang terhantam bukan saja negara kecil; bahkan Amrik juga terhantam. Ibarat harmoni, ini menambah luka Amrik, setelah kasus kredit rumah.

Seperti kata orang bijak, yang menghancurkan Amrik adalah bagian dari Amrik itu sendiri; dalam kasus ini, ya para spekulan tersebut …

Read Full Post »

Bom Waktu di Jepang

Akhirnya, bom waktu itu semakin disadari juga oleh banyak orang.

Berita dari New York Times

Jepang mengalami pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tapi angka kelahiran yang menurun tajam. Ini membuat pamor Jepang diprediksi akan menurun, dan dikalahkan Cina.

Paradoks dengan Indonesia, yang mengalami pertumbuhan ekonomi yang rendah, tapi angka kelahiran yang sangat tinggi.

Jodohkah Indonesia dengan Jepang? 🙂

Read Full Post »

Mungkin ada yang berminat:

http://rdvlivefromtokyo.blogspot.com/2008/05/recruiting-students.html

Read Full Post »

Pendidikan modern menyebabkan biaya pendidikan makin mahal, gelar makin panjang, jurnal semakin banyak, tapi semakin jauh dari kedalaman hakikat, semakin jauh dari kebajikan, dan yang terutama, semakin jauh dari Allah SWT.

Read Full Post »

http://dotindo.wordpress.com/2008/05/02/munchen-bmw-supremasi-dari-kekuatan-teori/#comment-143

Kehancuran dan bangkitnya suatu bangsa bukan saja disebabkan faktor ekonomi dan faktor pendidikan; melainkan banyak faktor, termasuk, jika kita menggunakan kaca mata iman, salah satunya adalah faktor kutukan orang-orang yang tertindas.

Amerika sejak tahun 2002 telah memposisikan sebagai negara penjajah. Bahkan, lebih dari itu, mereka adalah pembantai kaum muslimin di Afghanistan dan Irak.

Saya ragu, jika doa mereka yang sanak saudaranya terbunuh, jasmaninya rusak, masa depannya terampas oleh Amerika, doanya tidak diterima oleh Allah SWT …

Itu dari kaca mata keimanan …

Mau dipakai kacamata lain?

Ok, sekarang kita pakai kaca mata politik.

Amerika sekarang ini berada dalam krisis politik; rakyatnya harus memilih apakah harus memilih pemimpin kulit hitam yang identik dengan Islam (walaupun bukan Islam), yaitu Barrack Husein Obama ataukah pelanjut aliran politik perang Bush, yaitu John Mc Cain?

Ibarat main catur, kedua calon ini bakalan membawa Amerika ke jurang yang lebih parah dari sebelumnya.

Kajian yang bagian ini lain kali (atau Kang Tara sudah bisa menganalisanya … ;)

Dari kacamata pendidikan:

Masyarakat Amerika yang berasal dari Eropa kin i malas-malas, sehingga posisi-posisi yang strategis direbut oleh orang non-Eropa, seperti Yahudi, India, Cina dan Jepang. Jelas sekali, ini sedikit banyak akan berdampak baik bagi negara2x tersebut dan akan merugikan Amerika sendiri.

Untuk yang terakhir ini, silakan search di youtube: “Stupid American”

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »