Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Eliica: Mobil Masa Depan?

Rekan-Rekan yth.,

Hiroshi Shimizu, seorang Profesor dari Keio, baru-baru ini memimpin grup riset yang membuat terobosan baru dalam bidang teknik otomotif; yaitu mobil berkecepatan tinggi yang sangat bersih lingkungan.

Berikut beberapa beritanya:

http://www.greencarcongress.com/2004/11/8wheeling_with_.html

http://www.keio.ac.jp/news/010628e.html 

 http://www.popsci.com/popsci/automotivetech/8c773bcc2eb84010vgnvcm1000004eecbccdrcrd.html

Read Full Post »

Sebuah renungan Pengembangan IPTEK di Indonesia

Agung:

IPTEK terdiri dari dua kata:

1. Ilmu Pengetahuan; bidang ini lebih dekat dengan budaya. Fakultas
yang terkait dengan bidang ini seperti Fakultas Pendidikan dan MIPA
(Sains)

2. Teknologi; bidang ini lebih dekat dengan industri. Fakultas Teknik,
Desain dst.

Mana yang harus lebih dulu?

1. Mengembangkan Ilmu Pengetahuan, kemudian baru teknologi.

2. Mengembangkan Teknologi kemudian Ilmu Pengetahuan.

Sekarang silakan lihat beberapa kasus:

I. Bangsa Indonesia.

Sejak Pak Harto berkuasa, Pemerintah Indonesia lebih mendahulukan
pembangunan ekonomi barulah membangun bidang-bidang lain seperti
Pendidikan. Dampaknya:

1. Proyek Mercusuar.

Pak Habibie memiliki Jargon :”Membangun dari akhir dan mengakhiri di awal”

Maksudnya, membangun kekuatan teknologi dahulu, kemudian barulah
membangun pendidikan dan riset dibidang sains. Akhirnya, dana
triliunan rupiah disalurkan ke BUMN-BUMN seperti IPTN, PT. PAL dst.
Sementara itu lembaga pendidikan tetap lah menjadi lembaga yang
miskin; dosen-dosen yang jujur tetaplah miskin (sekali), apalagi para
guru.

Disaat yang sama, BUMN-BUMN menjadi sarang korupsi, karena proyek
infrastruktur, pesawat dll.

Berbarengan dengan itu, perusahaan-perusahaan Amerika juga
dipersilakan mengeruk kekayaan alam Indonesia sepuas-puasnya,
sebagaimana yang dilakukan oleh Freeport dan Exxon. Orang Indonesia
juga ada sih yang menguasai teknologi mereka, tapi teknologi kelas
teri, sehingga jadilah mereka sebatas buruhnya Amerika dan Israel.

Perusahaan-perusahaan ini juga merupakan proyek mercusuar; sementara
mereka menghasilkan miliaran dolar perbulannya, begitu banyak warga
disekitar perusahaan tersebut yang sangat miskin. Contohnya Freeport.

2. Banjir barang impor

Karena rezim Soeharto mendahulukan ekonomi, maka para insinyur yang
lulusan dari luar negeri, seperti Amerika Serikat dan Jepang,
berlomba-lomba menjadi agen barang dari negara tempat mereka
bersekolah. Akhirnya maraklah negeri ini dengan mobil buatan Jepang,
TV buatan Belanda dll.

Kebetulan, almarhum Bapak saya (Sutomo Susito) juga lulusan
Universitas Kyoto, dan pernah menjabat sebagai Direktur di Toyota
Astra Motor (1982-1985), jadi sedikit banyak tahu juga mengenai
industri otomotif di Indonesia.

Sebetulnya, industri otomotif, relatif termasuk industri yang lumayan
berkontribusi di Indonesia. Dari tahun 1960-an s/d sekarang, orang
Indonesia tidak sebatas jualan mobil, tapi juga ada manufakturnya.
Tapi, setelah berpuluh-puluh tahun, tetap saja alih teknologi tidak
terjadi.

Setelah 40 tahun bangsa kita menganut paham di atas, yang terjadi adalah:

1. Pengangguran semakin meledak.
2. Sumber Daya Manusia semakin menurun kualitasnya.
3. Sumber Daya Alam rusak serusak-rusaknya.(Banjir, longsor, dst)
4. Rakyat semakin miskin dan semakin tidak makmur.
5. Gaya hidup semakin meningkat.(Gaya hidup selebriti menjadi anutan
mulai dari pelajar s/d ustadz. Ustadz yang dihargai masyarakat adalah
Ustadz yang Selebriti)

II. Malaysia

Setahu saya, Malaysia membangun bangsanya dengan memajukan pendidikan
terlebih dahulu. Gaji guru dan dosen diperbaiki. dst.

BUMN2x mereka, seperti PETRONAS, bukanlah prioritas utama. Ketika itu,
tahun 1970-an, PETRONAS masih nothing dibanding PERTAMINA. Setelah
30-an tahun, kita bisa melihat bagaimana kemajuan yang mereka capai.

III. Amerika Serikat

Orang bilang, Amerika Serikat tertolong oleh Hitler. Karena perang
dunia ke-II, banyak ilmuwan Eropa lari ke Amerika Serikat.

Selain itu juga, Pemerintah AS berlomba membuat senjata yang lebih
canggih dengan Jerman. Riset tidak bisa dilakukan di Eropa, karena
mereka sedang dalam perang. Untuk membuat senjata yang lebih canggih
itu, dibutuhkan ilmuwan yang dapat membuat senjata yang belum pernah
dibuat oleh kompetitornya; disinilah para fisikawan berperan. Munculah
bom atom.

Setelah PD II selesai, fisikawan banyak yang nganggur. Tapi, karena
fisikawan ketika itu cukup terkenal, maka suara mereka cukup didengar.
Ketika itu fisikawan di AS sepakat, untuk ramai-ramai melakukan
penelitian mengenai fisika atom. Jadilah dana riset (yang tadinya
diperuntukkan membuat senjata) dialokasikan ke riset fisika atom.

Ternyata riset fisika atom ini pun dampaknya ke bidang teknologi;
munculah transistor. Dst … Dst.

=============================

KESIMPULAN:

Kita hidup di zaman transisi.

Kita sekarang hidup di era setelah orde baru, yang mengagungkan
ekonomi. Dampak baik-buruknya kita sudah tahu bersama.

Memulai dari perkembangan (bubble) ekonomi, dengan mendahulukan
teknologi mercusuar dan mengesampingkan pendidikan dan sains, hanyalah
membawa bangsa ini ke bencana.

Hendaknya sejarah suram ini bisa dijadikan pelajaran. Mari kita
majukan sains dan pendidikan untuk masa depan anak-anak kita yang
lebih baik.

Selain itu, kita juga hidup diawal abad 21; biasanya setiap awal abad
akan terjadi trend baru. Misal, awal abad 20 terjadi transisi dari
fisika Newtonian ke fisika kuantum yang berdampak pada transisi
teknologi mekanik ke teknologi elektronik.

Sekarang ini kita belum tahu trend apa yang akan terjadi; maka dari
itu kita harus berfikir melakukan riset di bidang sains, agar
kesalahan tertinggal dibanding bangsa lain tidak terulang lagi.

Kalau perlu, umat Islam harus membuat suatu ijtihad baru, yang dapat
menyebabkan revolusi sains, sehingga kita tidak menjadi umat yang
pariah alias pecundang dalam percaturan dunia.

Wass.,

Agung

Read Full Post »

Heran saya,

Kenapa jutaan Amerika masih percaya kepadanya?

Kemana para Professor di Amerika Serikat?

Read Full Post »

Gejala Aneh di Jepang

http://www.nytimes.com/2007/10/20/world/asia/20japan.html?em&ex=1193112000&en=1017507665faa42d&ei=5087%0A

Gejala apakah ini?

Masyarakat Jepang kayaknya butuh banyak dai, untuk menjelaskan arti hidup …

Read Full Post »

Prof. Rodney Van Meter dari Keio masuk kedalam list berikut:

http://www.quantiki.org/wiki/index.php/Who’s_Who_in_Quantum_Information

Read Full Post »

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0710/18/utama/3929169.htm

Pelayanan Publik


Yudhoyono: Rakyat Sering Lupa Berterima Kasih

Jakarta, Kompas – Presiden prihatin karena banyak dari rakyat kerapkali lupa berterima kasih kepada aparat dan petugas di lapangan yang bekerja di hari raya meninggalkan keluarga. Apa yang dibesar-besarkan adalah kesalahan yang jumlahnya makin menurun.

“Terima kasih dan penghargaan kepada semua saudara-saudara kita yang nonstop bekerja di lapangan, baik petugas lalu lintas, pemadam kebakaran, palang merah, dan rumah sakit. Mereka hampir tak ada waktu untuk bertemu keluarga karena habis waktunya di jalan kepanasan dan kehujanan. Mereka adalah pahlawan. Dengan penuh tanggung jawab, agar saudara-saudara kita dapat melaksanakan Lebaran tahun ini,” ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (17/10) di Jakarta.

Kemarin, setelah shalat dzuhur, penumpang dan sopir bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, mendadak dikejutkan dengan kedatangan Presiden Yudhoyono. Sebelum Yudhoyono tiba sekitar pukul 12.45, Menteri Perhubungan Jusman Safeii Djamal dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto sudah lebih dulu tiba.

Presiden bersyukur, fakta lapangan yang dilihat dan penjelasan umum yang diperolehnya memperlihatkan makin baiknya pelayanan.

Untuk memperbaiki pelayanan aparat pemerintah selama Idul Fitri 1428 H, Presiden sudah minta laporan menyeluruh dari menteri terkait, untuk disampaikan dalam rapat evaluasi dua minggu setelah hari raya. Laporan itu juga akan digunakan sebagai bahan menyusun langkah perbaikan pelayanan aparat pemerintah pada hari raya berikutnya.

Mengenai pelayanan aparat pemerintah, secara umum, Presiden mendapat penjelasan di Markas Besar Kepolisian Negara RI yang bertindak sebagai Pos Komando Operasi Ketupat 2007.

Keamanan dan keselamatan rakyat yang melakukan perjalanan membaik. Namun, ada peningkatan kecelakaan sepeda motor. Peningkatan ini seiring dengan makin banyaknya pemudik yang menggunakan moda angkutan ini.

Soal arus mudik dan balik, meskipun libur, Presiden mengaku akan memantau terus, baik melalui media massa maupun melalui layanan pesan singkat yang diterimanya langsung dari rakyat.

Soal meningkatnya kecelakaan pengendara kendaraan roda dua, Presiden akan mencari solusinya. Dari sisi lain, banyaknya pengendara roda dua dimaknai Presiden sebagai ekonomi Indonesia yang terus tumbuh.

Kecelakaan

Menurut data Mabes Polri, kecelakaan kendaraan roda dua meningkat dari 64 persen tahun 2006 menjadi 74,29 persen tahun 2007 atau berjumlah 27.928 kasus. Tingginya kasus kecelakaan motor dianalisa Mabes Polri karena terlalu mudahnya cara memiliki motor dan rendahnya penguasaan sepeda motor.

Kepala Operasi Ketupat sekaligus Kepala Badan Pembinaan dan Keamanan Mabes Polri Komisaris Jenderal Iman Haryatna mengatakan, wacana jalur khusus motor perlu dipikirkan kembali. Sebab, realita pertumbuhan motor di pasaran yang demikian tinggi sulit dibendung. Oleh karena itu, perlu ada solusi untuk mengurangi dampak buruknya.

Direktur Lalu Lintas Polri Brigjen (Pol) Yudi Sushariyanto mengatakan, Lebaran ini pergerakan kendaraan bermotor dari Jakarta dikuasai sepeda motor. Sebanyak 1,97 juta sepeda motor melaju ke luar Jakarta dan sekitarnya. (INU/SF/FUL/A09/A18)

Read Full Post »

Rekan2x yth.,

Pada saat-saat ini, ada satu pertanyaan yang menggelayut di pikiran saya: “Bisakah terjadi saling penghargaan diantara sesama bangsa ini?”

Bisakah yang muda menghargai yang tua, begitu juga sebaliknya?

Bisakah yang yunior menghargai yang senior, begitu juga sebaliknya?

Bisakah murid menghargai guru?

Dsb.

Pertanyaan ini muncul di era ketika pelecehan dan fitnah merebak dimana-mana.

Semoga kita terlindung dari kedua hal tersebut … Amiin.

Wass,

Agung

Read Full Post »

Sejarah Islam di Eropa

http://video.google.com/videoplay?docid=-768956312207897325

Read Full Post »

 

   

Rekan-Rekan yth.,

Mungkin tulisan ini cuma sedikit curhat lagi dari saya.

Beberapa tahun lalu, saya ingat, ada beberapa orang (bahkan orang
Jerman!), yang meremehkan kualitas Research Center Juelich.

Tapi kini, agaknya anggapan tersebut tidak benar.

Kini, Research Center Juelich memberikan kontribusi sangat besar,
tidak saja bagi dunia riset di Jerman, tapi juga dunia. Seorang
perisetnya yaitu Peter Gruenberg, menjadi peraih hadiah Nobel tahun 2007.

(Prof. Artur Baumgaertner meng-email saya tadi malam. Kebetulan
Baumgaertner satu departemen dengan Prof. Gruenberg.)

Seperti dapat kita lihat di situsnya Prof. Peter Gruenberg, risetnya
adalah mengenai GMR, yang berbasis kepada konsep Spin-Current
(http://www.fz-juelich.de/iff/e_iee_research_3).

Saya tidak ingin bercerita mengenai spin-current disini; hanya saja
ingin menunjukkan, bahwa dunia terus berputar; kelompok yang tadinya
diunderestimate, seringkali atas izin Allah SWT, dapat menjadi
pemenangnya.

Research Center Juelich yang tadinya dianggap sebelah mata oleh banyak
orang, bahkan termasuk oleh orang Jerman, kini telah menjadi pusat
riset yang sangat terkemuka.

Wass.,

Agung

– Mantan kandidat PhD di Solid State Institute di Research Center Juelich

– Mahasiswa PhD di Department of Applied Physics &
Physico-Informatics, Keio University

http://www.agungtrisetyarso.com

Read Full Post »

Professor Eugene Haller dari UC Berkeley (http://www.mse.berkeley.edu/faculty/Haller/Haller.html) berada di Keio untuk beberapa bulan (kalo gak salah 6 bulan). Kami akan banyak bekerja bareng dengan Prof yang beken ini.

Tentang Prof. Rodney Van Meter; kemarin ketika saya ketemu, beliau sedang mempersiapkan proyek riset dengan menggunakan Lego Robot.

Saya akan menulis banyak mengenai hal ini dalam beberapa hari kedepan.

(Bersambung)

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »