Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Puncak Kepundungan

Assww.,

Rekanz,

Hari ini adalah puncak kepundungan, tidak mengerjakan apa-apa selama seharian.

Hari ini hanya berkutat dengan HaPe baru, ngoprek-ngoprek dikit, ditemani dengan “TVRI tahun 1980-an” (lha TV Jepang kan TVRI tahun `80-an?! XXXD) dan sesembari ngerumpi dan chatting mengenai sosok misterius nan fenomenal si “Ade”.

Padahal besok harus bertarung dengan Prof. Rod di kampus SFC dan beberapa hari kemudian bertarung dengan pendekar-pendekar di Hitotsubashi (National Institute of Informatics).

Selamat tidur secara kurang nyenyak (karena mikirin pertarungan di depan mata ….)

Wassww.,

Agung

Read Full Post »

Rasulullah SAW bersabda, doa orang yang terdzhalimi sangat diterima oleh Allah SWT.

Siapa saja yang dizhalimi oleh Pemerintah Amerika Serikat?

Rakyat Iraq yang jumlahnya jutaan orang.

Kaum muslimin yang visanya tertolak masuk US, “karena diduga” termasuk jaringan teroris.

Kaum yang langsung maupun tidak langsung mengalami kedzhaliman oleh Pemerintah US.

Dulu, mungkin doa mereka diremehkan oleh Bush dkk; mereka mengira kekuatan yang ada disamping mereka lebih berarti daripada kekuatan doa.

Mereka mengira kekuatan ekonomi dan kekuatan senjata lebih baik daripada kekuatan doa.

Mereka salah.

Kini jawaban tersebut mulai terlihat;

Allah mengirim api, yang meluluhlantakkan California …

Sistem ekonomi mereka kini menuju kehancuran, dan sebagaimana yang dapat dibaca di cnn, ini hanyalah awal dari badai ekonomi …

(Silakan simak di:

http://money.cnn.com/index.htm)

Salah besar Mr. Bush, anda mengira kejahatan anda tidak akan berbalas … salah besar …

Dan ini hanyalah awal dari azab yang akan anda terima …

Anda tinggallah menghitung hari …

Read Full Post »

Assalamu`alaykum ww.,

Menarik sekali jika melihat sepak terjang Prof. Yamamoto dari Stanford.

Siapa sih beliau?

Lain kali saya akan cerita panjang mengenai beliau; namun kali ini singkat saja.

Beliau adalah guru dari Isaac Chuang (MIT).

Pendiri lab quantum information di NTT (Telkomnya Jepang)

Pendiri lab Qulink di NII (National Institute of Informatics, Hitotsubashi, Jepang).

(Mereka merekrut jagoan-jagoan dari US seperti Prof. Rod yang sudah lama melalang buana di Nokia, Caltech, Quantum dsb. Sekarang Prof. Rod diberi tempat di Keio dan posisi yang cukup tinggi di NII. Selain Prof. Rod, ada Thaddeus Ladd, lulusan Stanford yang juga di NII dan posisi di Tokyo University. Dan ada beberapa alumni MIT dan Cambridge. Saya juga 1/2 gak percaya bisa kerja bareng mereka … :D)

Dan juga anggota nanoquine di universitas Tokyo (bersama Prof. Itoh dkk)

Kalau dilihat, memang belum ada Prof sekaliber Prof. Yamamoto dalam hal eksperimen quantum computer. Kalau bicara mengenai komputasi, memang ada jagoan seperti Peter Shor, Andrew Steane, Michael Freedman, John Preskill atau Alexei Kitaev.

Tapi kalo bicara eksperimen, Prof. Yamamoto adalah leadernya.

(sambungannya …)

Prof. Yamamoto bukanlah tipe orang yang cepat lupa daratan; beliau tetap ingin mengajak gerbong Jepang dalam risetnya, maka dari itu beliau tetap menjalin kontak yang erat dengan institusi2x di Jepang, seperti yang dapat dilihat di:

http://www.stanford.edu/group/yamamotogroup/links.html

Dan, yang perlu kita salut dari orang Jepang, mereka sangat kompak; kesempatan yang diberikan oleh Yamamoto langsung disambut oleh NTT dengan sigap:

http://www.brl.ntt.co.jp/event/splaza/

www.qis.ex.nii.ac.jp/qulink/

Dan tidak itu saja, mereka juga mengajak para ilmuwan yang berkompeten untuk migrasi ke Jepang dan melakukan riset mengenai Quantum Information di Jepang.

(Bersambung lagi …)

Aduh … daripada ribet, saya berikan dulu kesimpulannya:

– Kasus Komputer Kuantum menunjukkan orang-orang Asia, dalam hal ini Chuang dan Yamamoto, sangat mampu untuk menjadi leader dalam sains dan teknologi.

– Alih sains dan teknologi yang dilakukan oleh Yamamoto harus ditiru oleh bangsa kita; bangsa kita harus kompak. Orang seperti Yamamoto sangat well accepted baik oleh pihak akademis dan industri.

– Agaknya, keahlian yang ditunjukkan oleh Yamamoto dan Chuang, ditambah dengan alih pengetahuan dalam QC ditambah dengan ekonomi Asia yang semakin kuat, dapat menjadi alasan kuat mengapa QC akan menjadi milik bangsa Asia.

Wallahu `alam …

Read Full Post »

Serangan Dini Hari

Rekan2x yth.,

Tadi pagi dini hari sempat ada sedikit serangan ke blog saya; tapi alhamdulillah sudah dapat di recovery dengan sistem yang kita buat.

Mohon maaf jika sempat ada sedikit gangguan.

Read Full Post »

Saya akhir-akhir ini agak kecanduan nulis di Blog WordPress. Sebelumnya kecanduan debat di dunia milis yahoogroup.

Kalau di dunia milis yahoogroup, seringkali kita terjebak pada debat kusir; biasanya kita menang-menangan atas suatu topik.

Ini bedanya dengan dunia Blog WordPress.

Di sini, kita dituntut untuk dapat menyajikan tulisan semenarik mungkin untuk mendongkrak statistik blog kita.

Yang menarik adalah melihat chart top post, top blog dan growing blog.

Kita biasanya mengejar untuk tetap berada dalam 100 besar, kalau bisa 10 besar atau 5 besar.

Untuk itu dibutuhkan kreatifitas yang sangat tinggi untuk tetap berada di ranking tersebut.

Selain itu chart “top posts” juga merupakan spektrum “warna” keindahan ekspresi anak-anak negeri ini; ada seorang dosen yang agak nge-rock (ngelirik ke Pak Budirahardjo) atau seorang dara cantik yang menjadi incaran pemuda-pemuda ganjen (melirik ke Mbak Ade, Mas CY dan Mas Zaki) atau seorang profesional muda yang membagi pengalaman suksesnya (melirik ke mas Anjar), atau komunitas Batak dsb.

Memang seru sekali dunia WordPress; mungkin ini adalah dunia terseru bagi saya setelah dunia yahoogroup.

Ini adalah maenan baru saya. 😀

Read Full Post »

STOP SUTIYOSO!!

Assww.,

Saya cuma bisa mengelus-elus dada dan beristighfar berkali-kali
melihat keanehan tingkah laku elit politik sekarang ini.

Agaknya, kita harus bersiap-siap memiliki Soeharto baru, yaitu Soetiyoso.

Para elit politik terlihat beramai-ramai mendukung Soetiyoso; bahkan
tidak sedikit kaum akademisi ikut propaganda
mendukung Soetiyoso.

Kelihatannya, para pendukung Soetiyoso “agak cerdas” dengan
menggunakan “past political syndrome” yang dianut bangsa ini
pasca-reformasi. Kita pernah kenal istilah “ABM” (Asal Bukan Mega),
atau “ABG” (Asal Bukan Gus Dur), “ABH” (Asal Bukan Habibie) dan mereka
memprediksi tahun 2009 yang terjadi adalah “ABS” (Asal Bukan SBY). Nah
… siapa yang akan menjadi ratu adil melawan SBY? Jawabnya, menurut
mereka, adalah Soetiyoso, karena Soetiyoso setidaknya memenuhi
beberapa kriteria, yaitu dia Jenderal, Jawa dan agak dipandang ganteng
oleh masyarakat karena sering nongol di tipi (seperti SBY yang menang
karena keberhasilan pembangunan imej). Dan, tahun 2009 diperkirakan
seluruh jalur Buswai akan kelar, yang membantu klaim Soetiyoso, bahwa
kerjanya sangat bagus (maka dari itu kerja busway sekarang dikebut,
yang menghasilkan kemacetan di seantero Jakarta)

Saya gak tahu, gejala apakah ini; apakah pada ndak mudeng, apa yang
terjadi ketika Soetiyoso akan menjadi Presiden negeri ini?

Apa sudah pada lupa dengan kasus 27 Juli, yang berpotensi dapat dibawa
ke Mahkamah Internasional?

Atau apalagi, dengan kasus Tim-Tim yang terus menjadi bara dendam
Australia setiap saat?

Bayangkan jika Sutiyoso menjadi presiden, dan para lawan politiknya
akan menggiring yang bersangkutan ke mahkamah internasional? Alangkah
malunya kita, ketika itu …

Pokoknya, harus ada gerakan menghentikan Sutiyoso, sebelum keadaan
semakin parah. Gerakan penghentian ini tentu jangan black campaign,
harus sesuatu yang lebih cerdas.

Dan saya melihat kaum reformis harus bersatu padu; PAN, PKS, PRD dan
kelompok-kelompok reformis lainnya harus ingat agenda reformasi; kita
harus memunculkan ratu adil yang dapat melawan Soetiyoso … dan saya
melihat itu ada di pasangan IWAN FALS – HNW.

Wassww.,

Agung

Read Full Post »

Alhamdulillah, hari ini saya menjalankan salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW, yaitu bersilaturahmi dengan kerabat orang tua.

Kerabat tersebut adalah Pak Anwar Pulokadang ketika beliau berbicara di Todai.

(Saya sampai tidak begitu sadar bahwa 99 % pemirsa di acara tersebut adalah orang todai …)

Ternyata almarhum ayah saya, Sutomo Susito, meninggalkan kesan yang mendalam bagi yang bersangkutan; ketika mereka masih sekolah dulu, mereka pernah satu asrama, dan sering berkunjung satu sama lain.

Ketika datang ke Indonesia pun, adalah almarhum ayah dan almarhum kakek yang menjemput beliau di bandara (saya langsung teringat senyum ayah dan kakek ketika itu juga).

Memang begitulah seharusnya dua orang sahabat berteman; umur dan waktu tak pernah memisahkan mereka. Mereka dapat saja berpisah secara fisik, namun tak pernah pisah di hati.

Semoga Allah SWT merahmati mereka semua … Amiin.

Note:

Dilain waktu sebetulnya saya ingin Pak Anwar berbicara lebih spesifik mengenai kontribusi yang sangat besar para alumni PERSADA di Indonesia.

Secara spesifik, saya ingin agar bangsa ini tahu betapa sangat besarnya kontribusi ayah saya (Sutomo Susito) dalam industri otomotif di Indonesia!!

Read Full Post »

http://money.cnn.com/2007/11/02/news/companies/bank_writedowns/index.htm?cnn=yes

Read Full Post »

Rekan-Rekan yth.,

Menurut saya, pasangan Bang Iwan Fals – Ust. Hidayat Nur Wahid adalah pasangan yang memiliki kans sangat bagus, jika disandingkan menuju istana negara.

Pada tahun 2009, memang kita rasakan akan terjadi krisis kepemimpinan. Berikut peta singkat beberapa kandidat presiden 2009:

1. SBY. Jenderal kita yang satu ini sebetulnya cukup bagus ketika menjadi presiden 2004-2009; tapi popularitas beliau selalu menurun dari bulan ke bulan. Tidak ada yang salah dengan Presiden SBY; hanya saja karena masalah yang sangat berat menghadang beliau, maka ekspetasi masyarakat ke beliau juga sangat tinggi. Karena selalu tidak sesuai dengan ekspektasi, SBY akan menjadi kandidat yang tidak populer lagi.

1a>. Yusuf Kalla. Modal Yusuf Kalla hanyalah Golkar dan uang. Kelihatannya dua faktor tersebut tidak banyak membantu beliau dalam menuju istana.

2. Sutiyoso. Mantan Gubernur DKI kita yang satu ini sebetulnya punya modal bagus untuk jadi Presiden 2009; beliau Jenderal dari ABRI dan Jawa pula. Tapi kelihatannya terlalu banyak faktor penghambatnya; misalnya di dalam negeri beliau terlibat kasus 27 Juli dan di luar negeri belum pula selesai masalah dengan Australia. Kelihatannya, faktor di dalam negeri dan di luar negeri menjadi penghambat besar bagi kesuksesan beliau.

3. Tokoh-tokoh lawas seperti Amien Rais, Gus Dur, Mega, Wiranto dsb akan sangat mustahil untuk kembali ke panggung politik; mereka tokoh-tokoh yang bagus, tapi kelihatannya masa mereka sudah selesai.

4. Diantara tokoh-tokoh muda yang mungkin jadi kandidat adalah:

4a> Yusril Ihza Mahendra : terjerat kasus poligami dan dugaan korupsi

4b> Akbar Tanjung: terjerat kasus korupsi

dsb.

Tokoh-tokoh di atas tidak akan menandingi popularitas Bang Iwan dan Pak Hidayat di mata masyarakat.

Bang Iwan memiliki massa fanatik yang menyukai lirik-lirik kritik sosialnya; kalau dilihat dari puluhan ribu massa yang selalu hadir di setiap konsernya dan juga rating di televisi yang selalu tinggi untuk setiap acaranya, maka massa bang Iwan bisa diperkirakan sangat-sangat tinggi.

Silakan bayangkan, jika Bang Iwan diadu dengan SBY; kira-kira siapa yang lebih populer di mata rakyat? Saya sangat ragu SBY bisa menandingi popularitas Bang Iwan.

Kemudian, massa Pak Hidayat juga sangat besar. PKS adalah partai anak muda yang sangat cepat pertumbuhannya; prediksi 20 % suara pada 2009 bukanlah hal yang mustahil, jika melihat perkembangan yang sangat luar biasa dari partai ini.

Sehingga, kolaborasi Bang Iwan dan Pak Hidayat akan menjadi pasangan yang sangat serasi dilihat dari sudut manapun; dari segi politik, Bang Iwan – Pak Hidayat mendapat legitimasi suara yang luarbiasa. Pendukung Bang Iwan adalah lintas partai, plus dukungan dari PKS akan menjadi legitimasi pasangan ini di Senayan.

Selain itu, Bang Iwan – Pak Hidayat ibarat pasangan Bung Karno – Bung Hatta ketika tahun 1945.

Bang Iwan ibarat Bung Karno merepresentasikan suara Nasionalis, sedangkan Pak Hidayat layaknya Bung Hatta yang merupakan wakil kaum agamis.

Bang Iwan ibarat Bung Karno yang dapat menyihir masyarakat lewat pidato-pidatonya. Bedanya, Bung Iwan lewat lirik-lirik lagunya. Sedangkan Pak Hidayat ibarat Bung Hatta, yang cenderung kepada ketenangan, intelektualitas dan kedalaman pemikiran.

Persamaan diantar keduanya adalah mereka berdua merepresentasikan gerakan kaum muda di Indonesia; mereka berdua tidak dilahirkan dari politik masa lalu. Mereka berdua adalah KAUM REFORMIS.

Perbedaan antara Bung Iwan dan Bung Hidayat akan menjadi harmoni yang luarbiasa indahnya jika benar-benar terjadi di 2009. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, kita akan memiliki Presiden dari kalangan artis, yang merupakan legenda musik Indonesia. Di sisi lain, Pak Hidayat akan membuktikan kepada dunia, bahwa kalangan pesantren pun dapat menjadi politisi yang bersih dan profesional ketika diberikan amanat memimpin.

Naiknya pasangan Bung Iwan dan Bung Hidayat, otomatis akan membawa arah baru dalam perpolitikan Indonesia; dominasi GOLKAR dan NEO-GOLKAR (PDIP dsb) akan semakin melemah, dan akan digantikan dengan dominasi kekuatan-kekuatan reformis.

Mereka akan menjadi kekuatan moral yang luar biasa di Indonesia.

Semoga pasangan ini akan benar-benar akan menduduki Istana.

Wass.,

Agung

“Saatnya daun jatuh ke bumi, tunas muda bersemi …”

Satu Satu

Satu-satu daun berguguran
Jatuh ke bumi dimakan usia
Tak terdengar tangis tak terdengar tawa
Redalah reda …

Satu-satu tunas muda bersemi
Mengisi hidup gantikan yang tua
Tak terdengar tangis tak terdengar tawa
Redalah reda …

Waktu terus bergulir
Semuanya mesti terjadi
Daun-daun berguguran
Tunas-tunas muda bersemi

Satu-satu daun jatuh ke bumi
Satu-satu tunas muda bersemi
Tak guna tertawa
Redalah reda …

Waktu terus bergulir
Kita kan pergi dan tinggal pergi
Ke dalam tangis ke dalam tawa
Tunas-tunas muda bersemi

https://trisetyarso.wordpress.com/2007/11/02/pahlawan-di-sekitar-kita-si-budi/
https://trisetyarso.wordpress.com/2007/11/01/ujung-jalan-balubur/
https://trisetyarso.wordpress.com/2007/10/11/kesaksian/

Read Full Post »

Pahlawan disekitar kita adalah si “Budi”,

baik yang masih muda ataupun sudah tua.

Mereka mengais rezeki halal, rela menempuh kesulitan seberat apapun

Demi masa depan diri, masyarakat dan keluarga …

Inilah gambaran kehidupan si “Budi” … hargailah mereka dimana pun engkau jumpai

Sore Tugu Pancoran
Karya : Iwan Fals ( Album Sore Tugu Pancoran 1985 )

Si Budi kecil kuyup menggigil
Menahan dingin tanpa jas hujan
Di simpang jalan tugu pancoran
Tunggu pembeli jajakan koran

Menjelang maghrib hujan tak reda
Si Budi murung menghitung laba
Surat kabar sore dijual malam
Selepas isya melangkah pulang

Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepang

Cepat langkah waktu pagi menunggu
Si Budi sibuk siapkan buku
Tugas dari sekolah selesai setengah
Sanggupkah si Budi diam di dua sisi

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »