Feeds:
Pos
Komentar

Pendapat berikut kita harapkan hanya crackpot:

“Amerika Serikat mungkin dalam bencana besar; syukur kalau tidak bubar pada tahun 2010.”

Sejak AS menginvasi Irak dan Afghanistan, saya termasuk yang was-was akan nasib negeri adidaya yang satu ini. Dikhawatirkan AS terkena kutukan para penjajah. Adalah kemudian Igor Panarin yang berspekulasi bahwa pada tahun 2010 AS akan bubar.

Seberapa tolol-kah spekulasi itu?

Mari kita coba iseng buat hitung2x-an sederhana.

Kira-kira apa saja yang bisa membuat AS bubar?

Jawab:

1. Ketika Dollar nilainya hancur lebur/”Hyperinflation”.
2. Ketika kepercayaan rakyatnya terhadap pemerintah sudah pada titik nadir, sehingga tidak ada alasan lagi untuk bersatu.

Akankah Dollar nilainya hancur? Kenapa?

Sangat dikhawatirkan oleh begitu banyak orang bahwa nilai Dollar akan jatuh, karena pemerintah AS menempuh mem-bailout bank2x swasta raksasa dengan cara mencetak ber-trillion2x USD; sesuatu yang pernah ditempuh oleh Zimbabwe dalam rangka membayar utang ke IMF.

Mata uang kini adalah komoditas yang tunduk kepada supply and demand; kita tahulah bahwa jika supply-nya berlebihan, maka komoditas itu akan jatuh harganya. Itulah yang terjadi kepada mata uang Zimbabwe, dan agaknya US Dollar akan bernasib sama. Istilah ini disebut dengan HYPERINFLATION.

Kapan?

Wallahu`alam. HYPERINFLATION bisa terjadi, bisa saja tidak. Kita semua berharap TIDAK TERJADI, karena jika terjadi itu akan SANGAT MENGERIKAN.

Seorang rekan baik, Dosen FEUI, mengatakan, kemungkinan itu akan terjadi pada bulan Mei atau pasca-Mei, atau 4-5 bulan setelah bailout itu terjadi, yaitu bulan Januari 2010.

Selanjutnya, akankah kepercayaan rakyat AS terhadap pemerintahnya akan menyentuh titik nadir? Kenapa?

Rakyat wajar marah kepada pemerintahnya, jika merasa dikhianati. Di negeri kita tercinta, kita punya kasus Gayus, kasus Priok, kasus Antasari, kriminalisasi KPK dsb., yang lumayan membuat rakyat marah terhadap pemerintah. Tapi untung saja, pemerintah kita cukup responsif dan kerap minta maaf ketika kasus2x tersebut terungkap dan terbukti ada oknum pemerintah yang terlibat.

Tapi bayangkan, jika ada pemerintah yang terlibat kepada pembunuhan terhadap presiden dan rakyatnya sendiri, kemudian kebohongan tersebut secara cepat tersebar dikalangan rakyat, sementara pihak pemerintah tidak hanya selalu berusaha menutupinya, tapi juga membantai satu persatu pihak yang mencoba mengungkap kebohongan itu?

Ini yang dikhawatirkan sedang terjadi.

Seiring dengan era video di internet, maka informasi2x beta alias yang coba ditutupi oleh penguasa, menyebar bak kanker ganas. Kini dengan mudah ditemui video mengenai versi non pemerintah AS mengenai konspirasi pembunuhan Kennedy, konspirasi 11 September 2001, konspirasi perang Irak dan Afghanistan, dsb.

Sebagai contoh, “Loose Change 9/11” (http://www.youtube.com/watch?v=7E3oIbO0AWE) yang dinobatkan sebagai first internet blocbuster.

(“An August 2006 Vanity Fair article suggested that Loose Change “just might be the first Internet blockbuster.” Millions more have viewed the film via unaffiliated websites. More than one million copies of the DVD have been sold, and many more have been given away.[15]”(http://en.wikipedia.org/wiki/Loose_Change_%28film%29))

Atau, baru-baru ini film “Invisible Empire A New World Order Defined Full ” (http://www.youtube.com/watch?v=NO24XmP1c5E&feature=player_embedded), yang ditonton lebih dari 16 ribu manusia setiap hari. Atau tentang pelanggaran HAM tentara2x AS di Irak yang dalam sebulan sudah dilihat 6 juta manusia lebih (http://www.youtube.com/watch?v=5rXPrfnU3G0).

Kita bisa bayangkan bagaimana kanker ganas tersebut menjalar dalam 4-5 bulan ke depan, seiring dengan krisis ekonomi yang kemungkinan kian parah.

Ketika rakyat AS sudah kehilangan kepercayaan pada titik nadir, sementara dibenturkan kepada kemustahilan merubah sistem, maka anarki di negeri tersebut benar2x di depan mata.

(Bayangkan, Presiden Kennedy saja dibunuh karena ingin merubah undang2x swastanisasi Bank Sentral AS, bagaimana pula yang cuma rakyat jelata.)

Akumulasi permasalahan ekonomi dan moral ini yang agaknya menjadi ujian AS di tahun ini. Selama ini para pakar AS menilai dan mencap bangsa lain sebagai failed country, tapi mungkin kini AS sendiri yang akan diuji apakah akan menjadi bangsa yang gagal atau tidak.

Sebuah diskusi (1)

Mbak Sholi yth, coba dilihat jawaban saya:

— In alumni-ppij@yahoogroups.com, “kiptiyah_24” wrote:
> Sepakat dengan argumen Pak Surya. Pas saya belajar ekonomi politik
internasional, ada satu hal yang saya ingat soal keseimbangan dunia atau
istilahnya bipolaritas (CMIIW). Dulu ada US-USA. Skrg tinggal USA saja.
Diramalkan bahwa China akan menjadi pengganti US untuk mengimbangi kekuatan didunia ini.

Agung:

Kelihatannya ilmu politik anda harus diperbaharui.

Idealnya memang dunia itu seimbang, damai, tidak ada pemimpin zhalim dsb.

Realitanya tidak begitu.

Apakah ketika dulu ada USA dan Uni Soviet dunia seimbang?

Coba silaturahmi ke korban2x jutaan keluarga tertuduh PKI, yang jadi korbannya Soeharto. Mereka dibantai oleh Soeharto atas pesanan USA.

(Btw, Soeharto, Adam Malik dkk. adalah murid2x-nya USA. Henry Kissinger yang
memberikan nama New Order ke Soeharto)

Zaman ini kian parah; awal abad-21 bukannya dimulai dengan pemimpin yang cinta perdamaian, eh malah Bush yang muncul. Bush dkk-lah yang menyelenggarakan 9/11 2001 demi pembenaran penyerangan ke Irak dan Afghanistan.

> Sampai saat ini, saya belum melihat ada “urgensi” USA bubar.

Agung:

Suatu negara bubar bukan karena opini kita, Mbak; tapi karena hukum alam alias Sunnatullah.

Dulu juga tidak ada yang menyangka Soviet bubar; tapi tiba2x ya bubar.

Ketika syarat2x bubar terpenuhi, ya bubarlah negara itu; tidak terkecuali
Amerika Serikat.

> Yang ada, dunia malah akan menjadi multipolar. ada United States of Europe
EU), yang merupakan salah satu kekuatan ekonomi politik yang layak
diperhitungkan. Dalam peta dunia, USA masih sangat diperlukan untuk menciptakan multipolarisme tersebut.

Agung:

Ya, sekali lagi idealnya begitu.

Tapi, kalau anda jeli dikit, justru yang diidam-idamkan oleh para pemimpin dunia adalah “tata dunia baru” alias “NEW WORLD ORDER” bukan dunia yang seperti yang anda sebut.

Yaitu, dunia yang diimpikan Hitler: dibawah satu pemimpin, dibawah satu kekuatan ekonomi, dibawah satu kekuatan militer dsb .. alias kekuasaan yang nyaris unlimited.

Itu yang diidam2x-kan para bankir2x IMF dkk.

> Argumen Pak Surya soal Dollar menjadi kertas, saya sangat sepakat.

Agung:

Mbak, dollar memang bentar lagi jadi kertas toilet.

Coba search “HYPERINFLATION”.

Seperti kata Bang Safri, adalah pemerintah AS sendiri yang memutuskan perang ke
Afghan dan Irak, sehingga menghabiskan dana ber-trillion2x USD.

Belum lagi bailout ke bank2x besar yang menghabiskan sekitar 8 trillion USD.
(http://money.cnn.com/2009/01/06/news/economy/where_stimulus_fits_in/index.htm)

Nah, coba Mbak Sholi cari negara lain yang mencetak uang segitu banyak. Nanti
ketemu deh Zimbabwe. Udah ancur lebur tuh mata uang Zimbabwe; dah jadi kertas toilet.

Salam,

Agung

> Sholi
>
>
> — In alumni-ppij@yahoogroups.com, “surya s.” wrote:
>
> > Sulit rasanya Amrik bakal dibiarin kolaps oleh misalnya Cina, Jepang, atau
Inggris. Apa mereka mau dolar yg mereka pegang jadi kertas toilet?
> > Kecuali kalo mereka2 ini sudah ndak pegang dolar.
> >
> > surya
>
>
> > — In alumni-ppij@yahoogroups.com, “Agung T” wrote:
> > >
> > > Menurut saya, krisis itu belum sampai pada puncaknya; puncaknya adalah
pada ketidakpercayaan warga Amerika pada Bank Sentral (The Fed, BI-nya Amrik),
mengingat The Fed adalah swasta.
> > >
> > > (Dikuasai oleh keluarga Rockefeller dkk)
> > >
> > > Kalo itu terjadi, mungkin Amrik bener2x collapse.
> > >
> >
>
> > ***
> >
>

Suatu video yang menggambarkan perjalanan politik seorang pemuda Amerika baru2x ini dirilis.

Wajib disimak oleh siapa pun.

Allahu Akbar. Maha Besar Allah.

Demonstrasi besar2x-an Anti perang dan “9/11” terbesar bukan terjadi di negeri2x anti Amerika atau negeri2x Arab: itu terjadi di jantung Amerika Serikat sendiri, salah satunya di Los Angeles, sebagaimana direkam di video berikut:

Saya termasuk yang tidak mengatakan seluruh orang AS itu buruk. Masih banyak orang2x AS yang jujur, berjiwa patriot, yang berani mengatakan kebenaran. Salah satunya adalah Paul Craig Roberts, mantan pejabat di AS jaman Reagen, yang mengungkapkan kemunafikkan media dan pejabat AS sebagaimana terdapat di video berikut:

Shortlink: http://wp.me/p5jQa-pq

Membaca berita berikut, benar2x membuat kita semua kaget, bertanya2x, dan sekaligus prihatin:


http://www.arrahmah.com/index.php/english/read/7264/british-islamist-backs-al-qaida-on-indonesia-visit

Kita semua layak bertanya2x dan kaget, siapakah yang mendanai kunjungan Anjem Choudary ke Indonesia? Tiket pesawat Indonesia-Inggris tentulah bukan sesuatu yang murah; siapakah dia pemodal dibalik ini semua, yang menginginkan Indonesia menjadi pusat kerusakan dan kehancuran, sementara kaum muslimin tengah dihadapkan kepada permasalahan penghancuran Al-Aqsha oleh Israel? Siapakah yang berminat mengalihkan perhatian kita semua?

Tentu saja kita prihatin karena beliau menyerukan propaganda agar meyakini bahwa peristiwa 11 September 2001 adalah dilakukan oleh Osama bin Ladin dan para pejuang Afghan dari gua2x Afghanistan. Selain itu, Anjem Choudary juga menuduh SBY yang tidak2x: musuh Islam. Ini jelas fitnah besar, menuduh seorang muslim yang taat sebagai seorang musuh yang harus diperangi adalah gegabah dan dosa besar.

Untuk menangkal Anjem Choudary dan propagandanya, janganlah ditempuh dengan kekerasan. Ketika kekerasan dibalas dengan kekerasan, maka permasalahan tidak akan selesai, tapi bertambah parah. Menangkal beliau adalah dengan ilmu pengetahuan. Dijamin, yang bersangkutan tidak mengerti fisika dasar dan matematika, sehingga menyimpulkan bahwa 9/11 2001 dilakukan oleh Osama bin Ladin.

Menangkalnya adalah dengan banyak-banyak menyebarkan pengetahuan fisika dasar dan matematika; dalam konteks 9/11 2001, buku berikut dapat dijadikan acuan:

http://digest.eramuslim.com/ads-emd2/

Petugas hukum, seperti polisi, pesantren, Ustadz, para sarjana yang mengerti Hukum Newton, selayaknyalah sesegera mungkin menyebarkan fakta yang benar mengenai 9/11 2001; karena kalau tidak Amrozi2x baru, yaitu mereka yang melakukan bom bunuh diri di atas kebodohan, akan kembali lagi meramaikan Bumi Pertiwi tercinta.

Sekarang ini ada dua pihak yang tengah bertempur secara membabi buta: yaitu teroris-khawarij dan tentara Amerika Serikat dan sekutunya.

Keduanya saling membunuh, menyebar kebencian … tidak sedikit manusia tidak berdosa yang menjadi korban. Teroris-khawarij membabi buta menebar bom bunuh diri di segenap penjuru bumi; contohnya, kaum muslimin di Indonesia banyak yang menjadi korban dari teror2x yang mereka lakukan. Cita-cita kaum teroris-khawarij adalah menginginkan kehancuran kaum kuffar sebagaimana “Osama bin Ladin meruntuhkan 2 gedung WTC”.

Disisi lain, tentara AS dan sekutunya juga membabi buta, membantai rakyat Irak dan Afghanistan. Motivasi utama dari kegiatan mereka adalah mencari “Osama bin Ladin yang meruntuhkan 2 gedung WTC”. Mereka adalah tentara2x tanpa pengetahuan yang cukup yang dihela oleh para pemimpinnya, terlepas apakah tentara tersebut akan pulang dengan selamat atau tidak.

Dua pihak tersebut, terlihat berbeda; tapi, kalau diperhatikan dengan seksama, keduanya memiliki kesamaan. Berikut diantaranya:

1. Keduanya sama2x memahami “Osama bin Ladin meruntuhkan 2 gedung WTC” pada 11 September 2001.

Pertanyaannya, apakah benar “Osama bin Ladin yang meruntuhkan 2 gedung WTC”? Kalimat “Osama bin Ladin yang meruntuhkan 2 gedung WTC” pada 11 September 2001 sendiri banyak kesalahan.

Pertama, pada 11 September 2001, bukan 2 gedung yang runtuh tapi 3, yaitu WTC 1, 2, dan 7.

Kedua, benarkah Osama yang meruntuhkan kedua, eh, ketiga gedung tersebut? Kalau iya, bagaimana caranya?

Perlu dicatat, kedua, eh, ketiga gedung tersebut diruntuhkan oleh begitu banyak bom, berton2x yang ditanam di dalam ketiga gedung tersebut. Lantas, kalau benar Osama yang menanam bom tersebut, kapan? Dengan siapa?

Seharusnya kedua kelompok tersebut mendiskusikan terlebih dahulu dengan teliti, apa jawaban dari permasalahan di atas, sebelum bersama2x memutuskan saling bunuh.

2. Kesamaan keduanya adalah mereka semua menggunakan cara kekerasan demi tujuan2x mereka.

Dua kesamaan inilah yang ada pada kedua kelompok tersebut. Karena banyak persamaan, hendaklah kedua kelompok tersebut seharusnya kompak.

Seorang Da`i “sejuta umat” dari India, yaitu Dr. Zakir Naik (http://en.wikipedia.org/wiki/Zakir_Naik), memberikan ceramah khusus mengenai peristiwa 11 September 2001. Sebagaimana yang dapat disimak di video berikut, beliau menjelaskan bukti2x bagaimana peristiwa 9/11 2001 diselenggarakan oleh pemerintah Amerika Serikat sendiri, dengan mencatut-catut nama Osama bin Ladin.

Membaca berita ini:

http://www.muslimdaily.net/berita/internasional/5213/anjem-choudryislam-bukan-agama-damai

Saya cuma gheleng2x kepala …

Banyak yang bisa dikritisi dari pendapat2x beliau. Tapi saya tertarik dengan satu sikap beliau:

“Dia telah memuji operasi pembajakan 9/11 dan menyerukan eksekusi Paus Benediktus. Beliau juga memunculkan kontroversi pada baru-baru ini setelah terlihat muncul dalam video dirinya sedang “memandu” seorang bocah 10 tahun Inggris ke dalam agama Islam (menjadi Mualaf).

“Choudary menolak untuk mengutuk aksi teror termasuk 9/11 dan 7 Juli 2005 atau pemboman London yang menewaskan 52 orang.”

Saran saya, sebelum koar2x membawa-bawa nama Islam, diamlah sejenak, belajar fisika dasar yang benar, pelajarilah kasus 9/11 secara mendalam. Pelajari hukum2x fisika yang berkenaan dengan 9/11, baca paper2x ilmiahnya, dengarkan para saksinya, dan gunakan akal sehatnya … baru kemudian bicara.

Jangan lupa juga untuk banyak2x istighfar, agar ucapan2x-nya tidak mencerminkan hawa nafsu.

Short link: http://wp.me/p5jQa-pg

Konspirasi Dulmatin (?)

Kalau dulu Gorbachev vs. Reagen; sekarang Dulmatin vs. Obama. Partai puncaknya adalah Osama vs. Obama. Dunia emang makin aneh dan makin culun ….

Video Reagen yang sangat dekat dengan para mujahidin Afghanistan (a.k.a Al-Qaeda)

reagen

Rekan2x yth.,

Adalah takdir bagi kita semua, kini nama Dulmatin, Joko Pitono, menjadi populer. Kalau dulu, ketika saya masih SD, nama “Joko Pitono” jarang masuk media Internasional. Paling tinggi, nama “Joko Pitono” adalah atlit Olimpiade atau atlit Bulutangkis, yang ditulis di koran bersama nama2x lain.

Sementara prestasi orang Indonesia semakin meredup di kancah internasional, kini nama “Joko Pitono” menggantikan posisi “Lenin, Stalin, Gorbachev dkk” dalam berhadapan dengan pemimpin2x Amerika Serikat: “Clinton, Bush, Obama dkk”.

(Apesnya, di pihak Amerika Serikat sendiri, nama2x Presiden mereka juga kunjung memburuk; mungkin cuma “Clinton” yang masih lumayan.)

Sebagaimana diajarkan dalam film2x Hollywood, seorang penjahat dalam sisi lain bisa jadi adalah seorang pahlawan dalam perspektif tertentu. Contohnya adalah Robin Hood, yang menjadi maling para raja2x zhalim, tapi bagi masyarakat miskin adalah pahlawan, karena membagi-bagi makanan. Begitu juga dalam kasus Dulmatin: mainstream media memandang yang bersangkutan adalah teroris, tapi ada juga pembenarannya bahwa yang bersangkutan adalah pahlawan. Oleh karenanya ada juga yang menyambut penguburan jenazahnya.

Posting saya ini sama sekali tidak bermaksud membenarkan apa yang diperbuat oleh Dulmatin dkk. untuk melakukan bom bunuh diri di bumi Indonesia; bahkan Ustadz Abu Bakar Baasyir saja menolak pembenaran atas perbuatan seperti itu. Tapi, kini berkembang sebuah teori, bahwa Dulmatin dibunuh tidak seperti yang diberitakan di media, sebagaimana diungkapkan disini:

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3574960

Kalau benar ada konspirasi terhadap pembunuhan Dulmatin, maka seperti konspirasi 9/11 yang menunjukkan bahwa peristiwa 11 September 2001 diselenggarakan oleh sebuah elit di kalangan masyarakat Amerika Serikat sendiri alias inside jobs, kelak cepat atau lambat kebenaran akan terkuak. Jika Pemerintah tidak waspada, masyarakat justru akan jatuh hati ke Dulmatin.

Short link: http://wp.me/p5jQa-p9