Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘sosial masyarakat dakwah’ Category

Rekan-Rekan yth.,

Berikut opini saya yang diambil dari sebuah milis:

——————————–

….

http://www.eramuslim.com/berita/tha/7c28201142-benazir-bhutto-tewasnya-sang-ratu\
-dugem.htm

Dari situ setidaknya ada tiga poin penting:

1. Bhutto Ratu Dugem?

Anda ingin membenturkan saya toh dengan kenyataan masa lalu Bhutto?

Bagi saya itu tak terlalu bermasalah; kalo kita mau main
militan-militan-an, dulu ada orang namanya Sayyid Quthb, yang agak
mirip dengan kisahnya Bhutto. Masa mudanya “dugem”, tapi kemudian masa
tuanya diisi dengan perjuangan dalam bidang politik membela bangsanya.

Jadi tak masalah masa lalunya Dugem atau tak Dugem; seperti sabda
Rasulullah SAW, betapa banyak manusia sepanjang umurnya diisi dengan
amalan surga, namun di akhir hayatnya justru ia melakukan amalan
neraka dan masuk neraka. Begitu juga sebaliknya …

Bisa jadi akhir hidup Bhutto itu pembayar atas kekhilafan semasa
mudanya … who knows?

2. Bhutto vs. Islam Fundamentalis

Kemudian dikatakan bahwa Bhutto ingin memberangus kekuatan “Islam
Fundamentalis” di negerinya sendiri.

Lho, saya kalo jadi pemimpin di Indonesia juga saya berangus kok
“Islam Fundamentalis”; tapi gak perlu bantuan Amerika dengan
menjatuhkan berton-ton bom. Saya berangus dengan pendidikan, supaya
jadi teroris yang lebih cerdas. Misalnya, berjuang lewat parlemen;
jadi tidak dengan lewat bom bunuh diri jika tak setuju dengan lawan
politiknya …

Saya yakin 100 %, Bhutto itu dicintai rakyat Pakistan, karena beliau
sangat cinta rakyat Pakistan … maka dari itu tangisan jutaan rakyat
Pakistan menyertai kepergiannya …

Maka dari itu saya juga yakin 100 %, Bhutto sangat cinta kepada warga
Pakistan yang dicap “militan”; saya yakin Bhutto tidak benci kepada
orangnya, melainkan kepada pandangan hidup militan tersebut. Sehingga
yang dibunuh bukanlah orangnya, melainkan pandangan hidup militan yang
tidak islami itu …

Inilah maksud almarhumah Bhutto …

3. Keterlibatan CIA

Sebagaimana tercantum di artikel itu, saya juga sepakat CIA terlibat,
sebagaimana pembunuhan Ayahnya … jadi dimana letak pertentangannya?

———————

Read Full Post »

Beginilah keseharian ITB.

Dalam kesehariannya, para petinggi ITB memimpin lembaga ini tanpa mengenakan baju …

(Terimakasih untuk milis baitnet yang telah membongkar hal ini …)

http://picasaweb.google.co.jp/trisetyarso/CP_3/photo#5148642188578223010

Read Full Post »

Rekan-Rekan yth.,

Video yang sangat ilmiah dari alumni Universitas Yale sendiri dan juga para ahli sejarah berikut ini, mungkin dapat memberikan legitimasi yang sangat kuat bagi kita, yang selama ini telah cukup banyak mendengar mengenai gerakan bawah tanah Freemason dan juga segala konspirasi yang dibuatnya (kasus JFK, WTC, dsb).

Agar video-video tersebut tetap awet sekalipun youtube user-nya kelak sudah di suspend, saya telah mengkonversi vide0-video tersebut dalam format avi (dapat dibuka via winamp dkk) dan dapat di download dari http://www.megaupload.com/?d=EXPSKSSP

(Besarnya sekitar 455 MB)

Kesimpulan dari video2x tersebut dapat didownload di:

http://www.megaupload.com/?d=G4Z16266

Berikut video dari youtube:

http://www.youtube.com/profile?user=Spartan307

Read Full Post »

Berita dari “detik” … ngeri juga, yah …

Demi Game, Ayah Terlantarkan Anak

Fino Yurio Kristo – detikinet
<!––>


ilustrasi (diolah/ist.)
Hong Kong – Tingkah laku ayah yang satu ini sungguh tak patut ditiru. Dia menelantarkan anak kecilnya, gadis usia 7 tahun, sendirian di jalanan Hong Kong yang ramai. Hal ini dilakukan hanya untuk memenuhi hasratnya bermain game di sebuah pusat permainan.

Ayah bernama Chan Shing (31 tahun) itu meninggalkan anaknya begitu saja selama satu jam di jalanan. Pasalnya seperti dikutip detikINET dari Bit-Tech, Rabu (19/12/2007), anak kecil ternyata tak diperbolehkan masuk ke pusat permainan game tersebut.

Setelah satu jam bermain game, ia kembali dan untungnya sang anak baik-baik saja. Namun gilanya, ia kemudian mendudukkan anaknya di sebuah restoran dengan minuman selama tiga jam berikutnya. Ternyata, sang ayah belum puas bermain game sehingga tega meninggalkan lagi anak kecilnya itu.

Pekerja restoran yang mengetahui kejadian ini menghubungi polisi yang segera mencari tahu keberadaan sang ayah. Tak lama kemudian, sang ayah pun berhasil ditangkap. Ia mengaku pada polisi begitu ingin bermain game sehingga meninggalkan anak kecilnya tanpa pengawasan. Karena perbuatannya ini, dia terkena hukuman 120 jam melakukan kerja sosial.

Read Full Post »