Video berikut mengenai interview Prof. Harrit dengan Russia Today sekitar penggunaan peledak, yang digunakan di keruntuhan WTC di 9 11 2001.
Archive for the ‘Uncategorized’ Category
Interview Prof. Harrit (U.Copenhagen) dengan Russia Today
Posted in Uncategorized on Juli 10, 2009| Leave a Comment »
Kejahatan Rothschilds
Posted in Uncategorized on Juli 9, 2009| 1 Comment »
Uang dan kekuasaan adalah sumber bagi kejahatan.
Itulah yang menggambarkan bagaimana motif dari keluarga Rothschild yang tega membunuh beberapa Presiden AS demi impian mereka menguasai Bank Sentral AS.
Silahkan simak video berikut:
Bukti Baru Controlled Demolition di 9 11
Posted in Uncategorized on Juli 7, 2009| Leave a Comment »
Rekan2x yth.,
Berikut wawancara dengan Prof. Niels H. Harrit dari Universitas Copenhagen (http://cmm.nbi.ku.dk/people/):
Dibawah ini adalah abstrak papernya.
Ditunggu kontribusi kawan2x se Tanah Air dalam membantu mengungkap kasus 9 11 ini.
Salam,
Agung
—
Active Thermitic Material Discovered in Dust from the 9/11 World Trade Center Catastrophe
pp.7-31 (25) Authors: Niels H. Harrit, Jeffrey Farrer, Steven E. Jones, Kevin R. Ryan, Frank M. Legge, Daniel Farnsworth, Gregg Roberts, James R. Gourley, Bradley R. Larsen
doi: 10.2174/1874412500902010007
Abstract
We have discovered distinctive red/gray chips in all the samples we have studied of the dust produced by the destruction of the World Trade Center. Examination of four of these samples, collected from separate sites, is reported in this paper. These red/gray chips show marked similarities in all four samples. One sample was collected by a Manhattan resident about ten minutes after the collapse of the second WTC Tower, two the next day, and a fourth about a week later. The properties of these chips were analyzed using optical microscopy, scanning electron microscopy (SEM), X-ray energy dispersive spectroscopy (XEDS), and differential scanning calorimetry (DSC). The red material contains grains approximately 100 nm across which are largely iron oxide, while aluminum is contained in tiny plate-like structures. Separation of components using methyl ethyl ketone demonstrated that elemental aluminum is present. The iron oxide and aluminum are intimately mixed in the red material. When ignited in a DSC device the chips exhibit large but narrow exotherms occurring at approximately 430 °C, far below the normal ignition temperature for conventional thermite. Numerous iron-rich spheres are clearly observed in the residue following the ignition of these peculiar red/gray chips. The red portion of these chips is found to be an unreacted thermitic material and highly energetic.
Keywords: JScanning electron microscopy, X-ray energy dispersive spectroscopy, Differential scanning calorimetry, DSC analysis, World Trade Center, WTC dust, 9/11, Iron-rich microspheres, Thermite, Super-thermite, Energetic nanocomposites, Nano-thermite
Affiliation: Department of Chemistry, University of Copenhagen, Copenhagen, DK-2100, Denmark.
” … Seandainya dari dulu saya tahu … “
Posted in Uncategorized on Juni 22, 2009| Leave a Comment »
Ya, saya yakin itulah yang diucapkan oleh dua kelompok manusia di akhirat kelak, ketika mempertanggung jawabkan perbuatannya di hadapan Allah SWT.
Kedua kelompok tersebut melakukan perbuatan berdasarkan pemahaman terorisme di 9 11 dilakukan oleh Muhammad Atta dkk.
Kelompok pertama adalah GW Bush, Obama dkk yang menyerang secara membabi buta di Afghanistan dan Irak dengan dasar terorisme di 9 11 adalah kerjaan Osama bin Laden.
Kelompok kedua adalah “mujahid frustasi” yang melakukan bom bunuh diri di kafe2x di Indonesia dan negeri2x muslim lainnya, dengan merasa mendapat pembenaran dari Osama bin Laden. Jelas sekali, ini tidak ada pembenarannya dalam islam, karena Rasulullah SAW bersabda:
“Haram pada seorang muslim terhadap muslim lainnya : Darahnya, kehormatannya, dan hartanya”
Bagi orang awam, kedua kelompok ini seolah sangat berbeda, tapi dalam sekelompok manusia, setidaknya seperti saya, kedua kelompok manusia ini pada hakikatnya sama, yaitu sama2x bodoh terhadap Hukum Newton, karena menganggap runtuhnya gedung WTC di 9 11 tahun 2001 adalah disebabkan ditubruk pesawat.
Apa makna publikasi?
Posted in Uncategorized on Juni 17, 2009| Leave a Comment »
Pak Pantur Silaban dulu pernah berkata:
” … yang utama adalah kejujuran, soal-soal mekanika kuantum adalah mudah, yang
sulit adalah jujur … publikasi akhir-akhir ini kalau dikumpulkan bisa
menyentuh bulan, tapi mungkin kemajuannya 0 …”
Ketika membaca artikel ini:
http://www.nature.com/news/2009/090615/full/news.2009.571.html
http://www.the-scientist.com/blog/display/55759/
(Dan, dengan mudah saya dapat membuat ratusan paper dengan cara begini:
http://apps.pdos.lcs.mit.edu/scicache/621/scimakelatex.96505.Agung+Trisetyarso.Seth+Lloyd.pdf)
Rasanya perkataan Pak Silaban menjadi relevan lagi.
Bahkan sebuah publikasi sampah saja, dengan bahasa yang indah2x dapat tembus
sebuah jurnal.
Sebaliknya, tidak sedikit karya brilian yang rejected, padahal di kemudian hari,
dampaknya luar biasa. Contoh yang paling jelas adalah karya Alexei Kitaev,
“Fault-tolerant quantum computation by anyons”
(http://arxiv.org/abs/quant-ph/9707021)
Saya tidak bermaksud untuk menafikkan pentingnya jurnal, tapi hendaknya
kontribusi kita jangan dibatasi oleh jurnal.
Mari kita berkarya sebanyak2xnya dengan jujur, tapi jangan kecewa jika karya
kita tersebut dicibir orang.
Orang2x terdahulu sudah banyak berkarya yang besar dan tidak sedikit dari mereka
yang masuk penjara bahkan nyawanya menjadi taruhan.
Tapi, tidak sedikit pula manusia yang berkarya kacangan tapi mendapatkan
pujian2x …
Jadi … sekali lagi … apa makna sebuah publikasi?
Salam,
Agung
Perang Melawan Terrorisme?
Posted in Uncategorized on Juni 16, 2009| Leave a Comment »
Apakah harus ada War on Terror? Sebelum 2001, tidak ada korban sama sekali akibat kerjaan Osama bin Laden. Setelahnya, juga tidak ada. Apalagi WTC 9 /11 sama sekali bukan kerjaan Osama bin Laden … lantas, apakah harus ada War on Terror? Bandingkan kematian akibat Terrorisme, dengan kematian akibat Narkoba, Obat-obatan terlarang, penggunaan senjata api, AIDS dsb … silahkan bandingkan!!!
Pembuktian Free fall di 9 11
Posted in Uncategorized on Juni 15, 2009| 1 Comment »
Video berikut membuktikan runtuhnya gedung WTC adalah disebabkan controlled demolition. Yang berpendapat bahwa ketiga gedung WTC (1,2, dan 7) runtuh karena pesawat, saya pastikan dia tidak mengerti Hukum Newton.
Seperti yang saya katakan, orang2x Harvard dkk mungkin mengetahui Hukum Newton
pada taraf ekstrim, tapi mereka semua bungkam kalau bicara kasus WTC di 9/11.
Sebaliknya lulusan IPB dkk bungkam terhadap kasus WTC karena kurang mengerti-an,
tapi setidaknya beliau2x ini memiliki kejujuran. Insya Allah kalau
intelektualnya dipoles dikit saja, kita bisa mengalahkan lulusan Harprat dkk.
Bisa jadi sekarang adalah era beralihnya supremitas pendidikan dari AS ke
Indonesia : AS memang memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi, tapi mereka
tidak punya kejujuran. Sedangkan bangsa kita masih memiliki kepolosan dan
kejujuran.
Berkah Koalisi PD-PKS-PKB-PAN
Posted in Uncategorized on Mei 30, 2009| Leave a Comment »
Banyak orang yang menyerang kebijakan politik PKS.
Tapi, mari kita mencoba melihat dari kaca mata yang lain.
Salah satu berkah koalisi PD-PKS-PAN-PKB adalah anggapan PKS merupakan ancaman bagi NU dan muhammadiyah, sebagaimana disebutkan di buku “Ilusi Negara Islam”[1] menjadi basi. Tidak benar PKS-PAN-PKB saling menjatuhkan : buktinya mereka saling bergotong royong untuk mendukung SBY-Boediyono menjadi capres.
Berkah lain adalah isyu liberal/neoliberal menjadi naik ke permukaan.
Sebelumnya, liberal/neoliberal bukanlah istilah yang berupa aib. Kini, menjadi liberal/neoliberal adalah aib: coba kita perhatikan, ramai2x mulai dari Sri Mulyani, Miranda Goeltom s/d Boediyono ramai2x menyatakan anti neolib dan
liberal[2]. Ekonom2x yang biasanya menggadang2x-kan isu liberalisme, bahkan tidak hanya ekonom, agamawan juga ada yang merasa terhormat dengan title liberal, lihat saja (Jaringan Islam Liberal), kini seolah ramai2x menanggalkan kata liberal.
Yang populer sekarang ini adalah istilah RAKYAT: semua berlomba2x mengklaim paling me-RAKYAT, paling ber-ekonomi ke-RAKYAT-an dsb.
Selain itu, isu yang naik ke permukaan adalah RELIGIUS. Semua capres ramai2x menonjolkan religiusitasnya. JK-Win menjual jilbab, SBY-Boediyono menjual kefasihan bahasa arab, dan Prabowo menjual peci.
Kembali mengenai kebijakan PKS yang kontroversial, ternyata dibalik ini semua ada berkahnya.
Insya Allah musyarokah tersebut tetap berkah, karena didasarkan syuro, bukan
nafsu pribadi.
Referensi:
[1]. http://www.bhinnekatunggalika.org/downloads/ilusi-negara-islam.pdf
[2]. http://www.tempointeractive.com/hg/nasional/2009/05/29/brk,20090529-178817,uk.html
Jilbab Politik?!
Posted in Uncategorized on Mei 28, 2009| 3 Comments »
Urusan jilbab masuk ke politik adalah keniscayaan akhir2x ini, tidak dapat disalahkan PKS semata wayang. Sejak JK-Wiranto bergabung, entah kebetulan atau memang ada konsfirasi, keduanya memiliki jualan yang sangat jitu : menjual simbol agama, yaitu jilbab, kepada masyarakat Indonesia.
Kalau di satu sisi PKS diejek-ejek oleh masyarakat nasional-sekuler sebagai partai yang inkonsisten dan hanya mencari jabatan, maka di sisi lain, PKS diejek-ejek oleh masyarakat nasionalis-religius sudah tidak menjadi partai islam ketika mendukung SBY-Boediyono yang masing2x memiliki istri tanpa jilbab. Golongan ini juga tidak terlalu peduli dengan track record JK-Win: yang penting berjilbab! Oleh karenanya, PKS seperti dikutuk oleh mereka agar ikutan PBB, agar kelak keluar dari gelanggang politik pada 2014, karena sudah tidak lagi menjadi representasi umat.
Sehingga, apa yang dikatakan jubir PKS akhir2x ini, bukanlah tanpa alasan: jika istri Pak SBY dan Boediyono menggunakan jilbab, memang akan menarik simpati masyarakat nasionalis-religius, yang kini terkesima oleh JK-Win.
Kalau saya melihat hikmahnya saja: bisa jadi ini saatnya keluarga SBY-Boediyono menjadi keluarga yang lebih relijius. SBY-Boediyono dihari-hari ini akan dituntut bicara banyak tentang ekonomi kerakyatan dan banyak2x menyitir ayat2x Al-Qur`an untuk membuktikan bahwa mereka bukanlah Neoliberalis dan bagian dari umat. Mungkin Ibu SBY dan Ibu Boediyono akan terbawa-bawa, ketika dibanding2xkan dengan Ibu JK dan Ibu Winarto.
Hendaknya berpaham ekonomi kerakyatan dan menjadi religius tidak hanya ketika kampanye saja … tetapi sekalian diteruskan dalam kehidupan selanjutnya. Belum telat rasanya untuk menjadi full ekonomi kerakyatan dan full agamis, dan tidak ada salahnya mengawali ketika kampanye pilpres kali ini.
Kalau orang seperti Mas Tsani mengatakan itu adalah harom mengingat itu adalah riya bahkan syirik, menurut saya itu lebih baik daripada tidak sama sekali. Terlambat lebih baik daripada tidak sama sekali.
Salah satu hikmah dari peristiwa pilpres kali ini adalah masyarakat kita harus sering-sering berkomunikasi dan memahami satu sama lain. Baik kalangan ekonomi kerakyatan dan ekonomi neoliberal harus banyak2x diskusi, saling memahami dan saling menerima. Begitu juga antara masyarakat nasionalis-religius dan nasionalis-sekuler.
Untung saja kita sekarang ini punya PKS yang menjadi perekat (baca: penengah dan wasit. Edy Marwanta, 2009) kedua kalangan tersebut, yaitu antara supporter ekonomi kerakyatan dan liberal, begitu juga antara religius dan nasionalis.
Dan memang untuk menjadi wasit atau penengah itu tidak mudah … lihat aja wasit di sepakbola … selalu menjadi bulan2xan penonton dan pemain … kalau di Indonesia malah wasit bisa2x jadi korban bogem dan lemparan botol …
Salam,
Agung
Tanggapan untuk Pak Chappy Hakim
Posted in Uncategorized on Mei 17, 2009| Leave a Comment »
{Tanggapan untuk http://chappyhakim.kompasiana.com/2009/05/16/pupus-sudah-harapan/}
Ya bedalah antara Obama dan orang PKS. Kalau Obama, dia itu sudah meneruskan
program perang Bush untuk membantai orang2x Afghanistan dan Irak. Dan kalau
dibilang Obama tidak menipu rakyat AS, perlu dievaluasi juga … coba lihat
video ini deh :
“http://video.google.com/googleplayer.swf?docid=6223232123104914517&hl=en&fs=true”
(Cari Obama Deception di google …)
Sedangkan orang2x PKS tidak separah itu …
Keberpihakan PKS ke SBY juga tidak dapat dikatakan melupakan rakyat kecil. Pak
SBY dan Boediyono perlu diakui hidup cukup sederhana … mungkin harus dibuat
pertandingan siapa yang paling sederhana diantara capres2x tersebut …
Dan juga perlu diakui SBY cukup berprestasi sehingga TIME memasukkan yang
bersangkutan dalam TIME 100.
Bicara politik, ya pastilah akan ada kompromi. Kalau tidak memilih jalan
kompromi, itu justru berbahayua … bayangkan kalau para politisi lebih memilih
peluru, bedil dan bom daripada berkompromi … itu lebih bahaya lagi.
Jadi berkompromi itu hal yang wajar, malah adalah keniscayaan.
Justru rakyat harus belajar kepada para politisi tersebut; karena mampu
melakukan kompromi-kompromi politik.
Jika kita mampu meneledani mereka, maka kita tak perlu lagi saling berkelahi
secara fisik dalam memecahkan suatu masalah.
