Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Kereta dan Ide

Alhamduillah, puji syukur kehadirat Allah SWT, yang Maha Mengetahui.

Detik ini, ketika kereta そてつ melewati ふたまたがわ 駅 (stasiun futamatagawa), saya diilhami lagi ilmu oleh Allah SWT, yaitu ilmunya Debbie W. Leung dan Nielsen. Kata ロード さん (Rod-san), nyaris mustahil memahami papernya Prof. Debbie W. Leung yang merupakan jebolan Stanford itu; tapi alhamdulillah detik ini saya mulai memahami (!)

Beberapa bulan lalu, saya juga memahami seutuhnya paper Robert Raussendorf juga ketika sedang di kereta.

Ada apa rahasia kereta di Jepang, terutama jalur Sotetsu Line?

Analisa saya begini:

1. Saya naik Sotetsu Line ketika dipenuhi anak-anak dan Ibu-Ibu, yaitu mereka yang mukanya jauh dari stress. Baru saja saya memperhatikan seorang anak dan ibunya bercanda-canda; nah, ketika itu pikiran saya jadi cair, sehingga, mungkin, otak saya dapat melihat segala sesuatu dari sisi yang berbeda.

2. Jalur Sotetsu Line melewati beberapa daerah yang indah; salah satunya statiun sebelum Shonnandai yaitu yumegaoka, dimana kita dapat melihat gunung Fuji dan beberapa bukit lainnya dengan jelas. Di saat itu-lah pikiran kita benar-benar jernih dan relaks, sehingga seluruh ide-ide kita dapat keluar dengan sendirinya.

Btw, tentu saya tak mengatakan kereta adalah segalanya; bagi saya ilham di kereta hanya ibarat “gong”-nya. Inti riset tetap dilakukan di meja kerja dan di lab.

Semoga kita semua selalu diturunkan ilham oleh Allah SWT.

Amiiin.

Wassalamu`alaykum,

Agung

Read Full Post »

(Surat wasiat ini dibaca anak-anakku 50-70 tahun kemudian … semoga tak terjadi … )

Anak-anakku yang tercinta …

Ketika engkau baca wasiat ini, mungkin kalian sudah menemui bangsa ini sudah hancur … mohon maaf sekali jika Ayahmu ini tak mampu berbuat apa-apa. Kata orang, Ayahmu ini cuma pandai bicara; betul sekali, karena Ayahmu ini tak pandai dalam berbohong dan mencuri. Sejak mengenyam pendidikan dasar, Ayahmu sudah mulai tersingkir dari pergaulan hanya disebabkan tidak mau mencontek. Dulu nenek kalian pernah dipanggil ke sekolah karena Ayahmu tak mau mencontek ketika masih di SMA. Ketika lulus dari kuliah, Ayahmu terbuang beberapa kali dari pergaulan hanya disebabkan tidak mau berbohong.

Anak-Anakku tercinta …

Mohon maaf sekali, jika kini kalian menemui negeri ini telah hancur. Dulu sekali, ketika negeri ini masih ada, para cendikiawan, ilmuwan dsb tidak bisa bekerja sama; mereka saling menghancurkan.

Mereka tidak senang berkarya, melainkan hanya senang menghancurkan sesama teman. Tidak lupa, mereka senang menjadi penjilat kepada kekuasaan, demi sesuap nasi dan harga diri. Para politisi serakah akan kekuasaan sehingga lupa fungsinya sebagai wakil rakyat. Orang-orang kaya senang menyombongkan dirinya, sehingga lupa berzakat. Pelaku media senang memutar balikkan fakta, menyebar fitnah kesana-sini (salah satunya, yang menyebabkan perceraian dimana-mana), menyajikan berita hanya dengan menimbang apakah berita itu laku di pasar atau tidak; persetan dengan berita itu benar atau hanya fitnah.

Rakyat negeri yang hancur ini adalah kumpulan masyarakat yang tak pernah kunjung belajar dari kesalahan masa lalu. GOLKAR dan Neo GOLKAR (PDIP dkk) selalu saja terpilih, padahal sudah puluhan tahun menipu mereka.

Kami selalu saja tak berani untuk merubah diri menjadi rakyat yang lebih baik; kami tak percaya diri jika kami mampu belajar sains, belajar teknologi untuk setara dengan bangsa-bangsa lain. Daripada kami belajar sains dan teknologi capek-capek, lebih baik menjadi calo dan makelar kompeni-kompeni luar negeri. Persetan pula apakah para kompeni luar negeri itu menipu atau tidak; yang penting kami dapet komisi dari jasa calo itu.

Kami, para Rakyat pendahulu kalian, tak percaya diri pula dengan penampilan sendiri; kalau perlu rambut kami dicat kuning, merah dsb agar kami terkesan bule. Kami menganggap orang bule lebih baik daripada orang pribumi; makanya kalo perlu, kami kawin dengan orang bule.

(Bersambung)

Read Full Post »

Berikut ciri-ciri ketika harta menjadi tujuan, bukan sebagai alat:

1. Nafsu untuk kepemilikan pribadi (-> konsep liberalis, kapitalis) -> yang berkuasa yang punya harta

2. Nafsu kepemilikan berlebihan, melebihi kadar kebutuhannya

3. Waktu habis untuk harta saja, handphone mikirin casing dsb

4. Lupa terhadap kewajiban yang penting

5. Lalai ibadah terhadap Allah

(Sebagaimana disampaikan Ust. Abdullah Muadz, kemarin malam)

Semoga kita semua terlindung dari itu semua … Amiiin

Read Full Post »

Bayangkan jika kita adalah anak buah sebuah perusahaan yang diberikan fasilitas yang mewah, namun kemudian kita kerja malas-malasan; istilah apakah yang tepat untuk orang seperti kita? Tentu, orang bilang kita manusia kurang ajar, karena tak tahu diri. Seharusnya, kita membalas fasilitas yang diberikan itu dengan kerja keras sebagai balasan kebaikan yang perusahaan berikan.

Begitu juga terhadap Allah SWT; Tuhan kita telah menyediakan begitu banyak nikmat hidup seperti ini, alangkah kurang ajarnya jika kita tak membalas nikmat yang diberikan ini. Apalagi, balasan yang kita lakukan pada hakikatnya adalah untuk diri kita sendiri (!)

Allah SWT tidak meminta upeti berupa emas, makanan dsb; Allah hanya meminta kita untuk berdzikir, shalat, zakat dan bentuk-bentuk peribadatan lainnya. Padahal, jika kita renungi lebih dalam, semuanya itu adalah demi kebaikan diri sendiri, orang disekitar kita dan alam semesta ini.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Ibrahim ayat 7:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema’lumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Read Full Post »

Mengapa sulit sekali bagi bangsa Indonesia untuk menarik investasi dari tanah Arab, padahal mereka begitu gampang mengucurkan uang ke Jepang, Amerika dan Inggris?

(Sehingga bangsa ini perlu menjadi pelacur dihadapan Singapura …)

Berikut berita terkait:

http://www.ecommercetimes.com/story/60465.html?welcome=1206224616

http://www.nydailynews.com/money/2007/11/28/2007-11-28_cash_pressures_led_to_citigroup_deal_ara-2.html

Read Full Post »

Rekan-Rekan yth.,

Ada pertanyaan yang dari dulu mengganjal di benak saya; bgmana opini para ahli nuklir mengenai proyek
PLTN, mengingat yang ramai dibahas oleh media massa (KOMPAS dsb) adalah pendapat Pak L. Wilardjo (yang menolak PLTN):

http://wiryanto.wordpress.com/2008/03/14/pltn-sbg-batu-loncatan-ke-senjata-atom/
http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.xml.2008.03.14.0036588&channel=2\
&mn=158&idx=158

Saya hanya berpikir, kapan bangsa ini maju, jika justru para
cendikiawannya yang menghalangi kemajuan; apa lagi yang menolak PLTN
adalah fisikawan (!)

Miris memang, sementara bangsa lain seperti Jepang sudah melakukan
riset yang sangat maju mengenai nuklir, bangsa kita mengenai
pentingnya nuklir saja masih berdebat.

(Setahu saya bahkan Toshiba memiliki Departemen sendiri yang mengurusi
mengenai bisnis nuklir ( http://www.toshiba.co.jp/nuclearenergy/english/))

Lantas, bagaimana mungkin kita akan melakukan riset-riset lain yang
lebih advance, seperti nanoteknologi dsb (?)

(Kapankah kita dapat memiliki riset yang dimiliki Toshiba
(http://www.toshiba.co.jp/tech/review/index.htm))


Read Full Post »

Beberapa waktu lalu, kita pernah dikejutkan oleh kasus bunuh dirinya seorang anak gadis, karena hatinya hancur ketika pacarnya di dunia maya memutuskannya.

Adalagi, jika saya tak salah, kasus yaitu para pedofilia mempermainkan para anak-anak ABG yang baru kenal dunia internet untuk menjerumuskan mereka dalam dunia prostitusi.

Saya menemukan lagi ranjau baru dalam dunia internet: yaitu penderita schizopherenia yang mampu mempermainkan pikiran dan hati orang-orang dewasa. Dan ini terjadi di komunitas blog Indonesia.

Seperti kita tahu, sebagaimana diangkat di film “Beautiful Mind”, penyakit schizopherenia adalah penyakit jiwa dimana penderitanya tak mampu membedakan mana dunia riil dan mana dunia khayal. Tak hanya itu, menurut saya, dunia khayalnya itu bersifat tak pasif, melainkan aktif; dunia khayalnya tak ia ciptakan.

Sehingga, ketika ia tuangkan ke dunia blog, dunia khayalnya itu benar-benar hidup, dan mampu menyihir puluhan bahkan ratusan ribu mata blogger.

Ketika ia menceritakan kisah perjalanannya ke suatu daerah, maka ia mampu menceritakan begitu hidup khayalannya, bahkan ke setiap detail tempat, pelaku dan peristiwanya … begitu hidup, begitu dinamis, sehingga para pemirsa benar-benar tersihir untuk yakin bahwa hal itu benar-benar terjadi.

Blogger penderita schizopherenia ini juga tak bermaksud berbohong; karena ia benar-benar merasakan pengalaman itu. Hanya saja pengalaman itu tidak nyata.

Yang mengerikan, dan ini sudah ada korbannya seorang teman saya, jika blogger penderita schizopherenia itu merasa bahwa ia adalah seorang gadis yang butuh pendamping. Sehingga, ketika ada seorang pria yang serius mendekatinya, akan kecewa sekali jika mendapati blogger penderita schizopherenia itu ternyata bukanlah gadis yang dibayangkannya. Bahkan, ternyata realitanya adalah blogger penderita schizopherenia tersebut adalah seorang istri dan ibu dari dua anak (!)

Dalam kasus ini, korbannya adalah (bahkan) seorang laki-laki yang sudah matang.

Yang saya ceritakan adalah kasus nyata (korban tetap saya rahasiakan identitasnya)

Semoga kita semua mengambil pelajaran dari kasus-kasus tersebut … Semoga kita semua terlindung dari ranjau-ranjau tersebut …

Read Full Post »

HNWnomics

Adalah singkatan dari:

1. “Habibie” N “Widjojo” nomics … artinya konsep ini adalah rekonsiliasi dari dua kutub yang selama ini selalu saling menyalahkan akan kehancuran ekonomi Indonesia.

2. “Hidayat Nur Wahid” nomics … yaitu sebuah konsep ekonomi yang diatributkan ke Pak HNW yang membangun konsep ekonomi di atas konsep moral.

Hehehe … cuma selintas ide yang lewat …

Read Full Post »

Seluruh anggota di alam semesta satu sama lain saling terhubung … agaknya ide ini akan semakin ramai dibicarakan di masa-masa mendatang.

Di dalam dunia kuantum, istilah keterkaitan satu sistem dengan sistem lain disebut dengan “entaglement”. Sebuah sistem kuantum, entah apakah itu sistem elektron, foton, nuklir dsb satu sama lain saling terhubung. Ketika kita melakukan pengukuran kepada sebuah anggota dalam sistem kuantum, maka anggota lain akan terkena imbasnya, alias keadaan anggota lain tersebut akan pula berubah. Ini menyebabkan keseluruhan sistem akan pula berubah keadaannya.

Inilah ide utama dari “Measurement-Based Quantum Computation”; ketika kita melakukan pengukuran terhadap basis tertentu pada sebuah qubit, maka ketika itu akan terjadi penghancuran entanglement antara qubit tersebut dengan qubit2x lain yang menjadi tetangganya. Tapi, qubit2x lain akan membentuk entanglement yang tak melibatkan qubit yang kita ukur tersebut.

Yang menarik, ide ini menjadi dasar jika kita ingin merekayasa perambatan informasi dalam sistem cluster states.

Informasi kuantum ibarat energi, yaitu dapat dirambatkan dari satu anggota cluster ke anggota cluster yang lain. Anggota cluster itu sendiri tak pernah pernah bergerak, melainkan informasi antara anggota cluster itu yang dirambatkan. Istilahnya qubit tersebut diteleportasikan.

Ini dapat dilakukan dengan merekayasa cara pengukuran pada serangkaian Qubit dalam sistem cluster states.

(Bersambung)

Read Full Post »

Toshiba layak bangga, mengingat salah satu peneliti Advanced LSI Laboratory-nya, Tetsufumi Tanamoto-さん、 dijadikan rujukan oleh Robert Raussendorf untuk implementasi One-Way Quantum Computer.

Rujukan:

http://prola.aps.org/abstract/PRL/v86/i22/p5188_1

http://www.toshiba.co.jp/tech/review/index.htm

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »