Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November 19th, 2007

Isyarat Teknologi di Zaman Nabi Sulaiman Berdasarkan Al-Qur’an

 

Ada satu pertanyaan yang mungkin beredar di sekitar kita : Bagaimanakah peradaban masa lalu ? Apakah peradaban di masa lalu terlalu primitif dan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan peradaban sekarang yang begitu maju teknologinya ? Atau … jangan-jangan peradaban dulu jauh lebih maju kemudian mundur dan kemudian umat manusia secara perlahan-lahan membangun kembali peradaban yang hancur tersebut !

 

Saya secara pribadi berpendapat pada opini yang kedua itu. Dasarnya adalah pada sejarah dan yang kedua pada kitab suci yang Saya yakini, yaitu Kitab Suci Al-Qur’an.

 

  1. Peninggalan Sejarah.

 

Saya tidak akan membahas ini secara dalam. Seperti kita tahu, begitu banyak peninggalan sejarah yang begitu banyak meninggalkan misteri karena begitu menakjubkannya. Sebagai contoh : Piramida di Mesir, Candi Boroboudur, Bangunan Suku Maya di Amerika Selatan, Kota Atlantik, Mesjid Sulaiman di Palestina dll. Semua peninggalan tersebut merupakan saksi bahwa perdaban di zaman dulu begitu majunya sehingga menghasilkan bangunan yang demikian hebat. Tidak hanya itu saja, dalam bukunya “A New Kind of Science”, Stephen  Wolvram menunjukkan bahwa setiap hiasan yang terdapat pada bangunan-bangunan tersebut memiliki pola-pola tertentu yang ternyata merupakan konsep yang sangat fundamental dalam sains, yaitu cellular automata.

 

  1. Isyarat dari Kitab Suci Al-Qur’an

 

Menarik sekali kalau kita memikirkan cerita tentang Nabi Sulaiman di dalam Al-Qur’an. Yang perlu dicatat, Nabi Sulaiman di dalam Al-Qur’an tidak dicatat sebagai seorang raja yang istrinya banyak, tetapi Tuhan lebih menekankan kepada kemampuan Nabi Sulaiman dalam hal mengelola kerajaannya yang tidak diberikan kepada orang setelahnya.

 

Saya mencatat terdapat beberapa teknologi yang sudah pernah dicapai dalam masa Nabi Sulaiman :

 

·      Teknologi Teleportasi

 

Pada ayat 38 s/d 40 di surat Al-Naml, disebutkan :

 

38.  “Berkata Sulaiman : “Hai pembesar-pembesar, siapakah diantara kamu sekalian yang sanggup membawa singgasananya (ratu bilqis) kepadaku sebelum mereka datang kepadaku sebagai orang yang berserah diri.”

39. “Berkata ‘Ifrit (yang cerdik) dari golongan jin :” Aku akan datang kepadamu sebelum kamu berdiri dari tempat dudukmu ; sesungguhnya aku benar-benar kuat untuk membawanya lagi dapat dipercaya.”

40. “Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari buku-buku : “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip.” Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana tersebut itu terletak di hadapannya, iapun berkata :” Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba apakah aku bersyukur atau mengingkari nikmatNya. Dan barangsiapa bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk kebaikan dirinya sendiri dan baransiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Mulia.”

 

Mari kita analisa ketiga ayat tersebut. Pada ayat ke 38 Nabi Sulaiman membuat tender kepada para pejabat-pejabat ketika itu, apakah ada diantara para pejabatnya yang dapat memindahkan singgasana ratu bilqis yang akan datang ke tempat Nabi Sulaiman sebelum ratu tersebut datang ke tempat Nabi Sulaiman. Kemudian yang pertama menanggapi tender tersebut adalah seorang/seekor jin yang paling jenius diantara para jin ketika itu dan beliau berjanji dapat memindahkan singgasana tersebut dalam durasi waktu antara Nabi Sulaiman duduk dan sesaat ketika beliau bangun dari tempat duduknya. Pada ayat ke 40, terdapat seorang yang berilmu yang hidup diantara buku-buku, yang berkata beliau dapat memindahakan singgasana tersebut dengan durasi waktu hanya antara kedipan mata. Dan yang perlu dicatat, bahwa yang dipindahkan adalah benar-benar barang, bukannya bayangan seperti sekarang.

 

Bagaimana dengan keadaan kita sekarang ? Kemajuan teknologi yang kita hadapi sekarang, manusia baru mampu menghadirkan sebatas bayangan yang merupakan terjemahan dari informasi. Jika ada siaran langsung AC Milan vs Juventus, kita baru dapat menyaksikannya secara langsung dari TV, Internet & radio, belum lebih dari itu.

 

Sebenarnya seperti kita ketahui, dalam konsep komputer kuantum, konsep teknologi teleportasi sudah dimungkinkan, tetapi Saya nggak tahu bagaimana perkembangan terakhir dalam bidang ini. Yang jelas ketika teleportasi ini sudah diaplikasi, teknologi infornasi akan terancam bubar. Saya prediksi, komputer kuantum akan jadi bidang yang sangat hot setelah era bioteknologi.

 

(…To be Continued…Next : Universial Language in Prophet Solomon Era) 

 

Read Full Post »