Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November 2nd, 2007

Rekan-Rekan yth.,

Menurut saya, pasangan Bang Iwan Fals – Ust. Hidayat Nur Wahid adalah pasangan yang memiliki kans sangat bagus, jika disandingkan menuju istana negara.

Pada tahun 2009, memang kita rasakan akan terjadi krisis kepemimpinan. Berikut peta singkat beberapa kandidat presiden 2009:

1. SBY. Jenderal kita yang satu ini sebetulnya cukup bagus ketika menjadi presiden 2004-2009; tapi popularitas beliau selalu menurun dari bulan ke bulan. Tidak ada yang salah dengan Presiden SBY; hanya saja karena masalah yang sangat berat menghadang beliau, maka ekspetasi masyarakat ke beliau juga sangat tinggi. Karena selalu tidak sesuai dengan ekspektasi, SBY akan menjadi kandidat yang tidak populer lagi.

1a>. Yusuf Kalla. Modal Yusuf Kalla hanyalah Golkar dan uang. Kelihatannya dua faktor tersebut tidak banyak membantu beliau dalam menuju istana.

2. Sutiyoso. Mantan Gubernur DKI kita yang satu ini sebetulnya punya modal bagus untuk jadi Presiden 2009; beliau Jenderal dari ABRI dan Jawa pula. Tapi kelihatannya terlalu banyak faktor penghambatnya; misalnya di dalam negeri beliau terlibat kasus 27 Juli dan di luar negeri belum pula selesai masalah dengan Australia. Kelihatannya, faktor di dalam negeri dan di luar negeri menjadi penghambat besar bagi kesuksesan beliau.

3. Tokoh-tokoh lawas seperti Amien Rais, Gus Dur, Mega, Wiranto dsb akan sangat mustahil untuk kembali ke panggung politik; mereka tokoh-tokoh yang bagus, tapi kelihatannya masa mereka sudah selesai.

4. Diantara tokoh-tokoh muda yang mungkin jadi kandidat adalah:

4a> Yusril Ihza Mahendra : terjerat kasus poligami dan dugaan korupsi

4b> Akbar Tanjung: terjerat kasus korupsi

dsb.

Tokoh-tokoh di atas tidak akan menandingi popularitas Bang Iwan dan Pak Hidayat di mata masyarakat.

Bang Iwan memiliki massa fanatik yang menyukai lirik-lirik kritik sosialnya; kalau dilihat dari puluhan ribu massa yang selalu hadir di setiap konsernya dan juga rating di televisi yang selalu tinggi untuk setiap acaranya, maka massa bang Iwan bisa diperkirakan sangat-sangat tinggi.

Silakan bayangkan, jika Bang Iwan diadu dengan SBY; kira-kira siapa yang lebih populer di mata rakyat? Saya sangat ragu SBY bisa menandingi popularitas Bang Iwan.

Kemudian, massa Pak Hidayat juga sangat besar. PKS adalah partai anak muda yang sangat cepat pertumbuhannya; prediksi 20 % suara pada 2009 bukanlah hal yang mustahil, jika melihat perkembangan yang sangat luar biasa dari partai ini.

Sehingga, kolaborasi Bang Iwan dan Pak Hidayat akan menjadi pasangan yang sangat serasi dilihat dari sudut manapun; dari segi politik, Bang Iwan – Pak Hidayat mendapat legitimasi suara yang luarbiasa. Pendukung Bang Iwan adalah lintas partai, plus dukungan dari PKS akan menjadi legitimasi pasangan ini di Senayan.

Selain itu, Bang Iwan – Pak Hidayat ibarat pasangan Bung Karno – Bung Hatta ketika tahun 1945.

Bang Iwan ibarat Bung Karno merepresentasikan suara Nasionalis, sedangkan Pak Hidayat layaknya Bung Hatta yang merupakan wakil kaum agamis.

Bang Iwan ibarat Bung Karno yang dapat menyihir masyarakat lewat pidato-pidatonya. Bedanya, Bung Iwan lewat lirik-lirik lagunya. Sedangkan Pak Hidayat ibarat Bung Hatta, yang cenderung kepada ketenangan, intelektualitas dan kedalaman pemikiran.

Persamaan diantar keduanya adalah mereka berdua merepresentasikan gerakan kaum muda di Indonesia; mereka berdua tidak dilahirkan dari politik masa lalu. Mereka berdua adalah KAUM REFORMIS.

Perbedaan antara Bung Iwan dan Bung Hidayat akan menjadi harmoni yang luarbiasa indahnya jika benar-benar terjadi di 2009. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, kita akan memiliki Presiden dari kalangan artis, yang merupakan legenda musik Indonesia. Di sisi lain, Pak Hidayat akan membuktikan kepada dunia, bahwa kalangan pesantren pun dapat menjadi politisi yang bersih dan profesional ketika diberikan amanat memimpin.

Naiknya pasangan Bung Iwan dan Bung Hidayat, otomatis akan membawa arah baru dalam perpolitikan Indonesia; dominasi GOLKAR dan NEO-GOLKAR (PDIP dsb) akan semakin melemah, dan akan digantikan dengan dominasi kekuatan-kekuatan reformis.

Mereka akan menjadi kekuatan moral yang luar biasa di Indonesia.

Semoga pasangan ini akan benar-benar akan menduduki Istana.

Wass.,

Agung

“Saatnya daun jatuh ke bumi, tunas muda bersemi …”

Satu Satu

Satu-satu daun berguguran
Jatuh ke bumi dimakan usia
Tak terdengar tangis tak terdengar tawa
Redalah reda …

Satu-satu tunas muda bersemi
Mengisi hidup gantikan yang tua
Tak terdengar tangis tak terdengar tawa
Redalah reda …

Waktu terus bergulir
Semuanya mesti terjadi
Daun-daun berguguran
Tunas-tunas muda bersemi

Satu-satu daun jatuh ke bumi
Satu-satu tunas muda bersemi
Tak guna tertawa
Redalah reda …

Waktu terus bergulir
Kita kan pergi dan tinggal pergi
Ke dalam tangis ke dalam tawa
Tunas-tunas muda bersemi

https://trisetyarso.wordpress.com/2007/11/02/pahlawan-di-sekitar-kita-si-budi/
https://trisetyarso.wordpress.com/2007/11/01/ujung-jalan-balubur/
https://trisetyarso.wordpress.com/2007/10/11/kesaksian/

Read Full Post »

Pahlawan disekitar kita adalah si “Budi”,

baik yang masih muda ataupun sudah tua.

Mereka mengais rezeki halal, rela menempuh kesulitan seberat apapun

Demi masa depan diri, masyarakat dan keluarga …

Inilah gambaran kehidupan si “Budi” … hargailah mereka dimana pun engkau jumpai

Sore Tugu Pancoran
Karya : Iwan Fals ( Album Sore Tugu Pancoran 1985 )

Si Budi kecil kuyup menggigil
Menahan dingin tanpa jas hujan
Di simpang jalan tugu pancoran
Tunggu pembeli jajakan koran

Menjelang maghrib hujan tak reda
Si Budi murung menghitung laba
Surat kabar sore dijual malam
Selepas isya melangkah pulang

Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepang

Cepat langkah waktu pagi menunggu
Si Budi sibuk siapkan buku
Tugas dari sekolah selesai setengah
Sanggupkah si Budi diam di dua sisi

Read Full Post »

Meeting with Rod-San

Quantum Information Symposium
(Collaboration between Stanford University, Keio University, NII and NTT)

Read Full Post »